Mei 2026

KANDANGAN, NGEMPLAK – Bergerak cepat pasca-kesepakatan besar dalam forum "Pos Ronda #11" semalam di Masjid Al Muttaqien Kedungwiyu, jajaran Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan langsung menerjunkan tim taktis ke lapangan. Pagi ini, Minggu (31/05/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, sejumlah kader Pemuda Muhammadiyah berkumpul di Desa Ngemplak untuk melaksanakan agenda krusial berupa survey lahan yang menjadi calon kuat lokasi pengelolaan program ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi organisasi.

Langkah taktis yang diambil pada pagi buta ini merupakan bentuk komitmen konkret dari para pemuda persyarikatan untuk segera mengeksekusi hasil rasan-rasan dan rembugan yang telah disepakati bersama para sesepuh semalam. Desa Ngemplak dipilih sebagai titik awal pemetaan karena memiliki karakteristik tanah yang dinilai sangat potensial, namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemiliknya (lahan kurang produktif).

Meninjau Potensi Tanah di Desa Ngemplak

Dipimpin langsung oleh tim bidang ekonomi dan kewirausahaan PCPM Kandangan, proses survey yang berlangsung di bawah udara pagi yang sejuk tersebut berjalan dengan saksama. Tim melakukan pengukuran estimasi luas lahan, pengecekkan sumber air terdekat, serta melakukan analisis visual terhadap struktur dan kegemburan tanah di lokasi.

Berdasarkan hasil pengamatan awal di lapangan, lahan tidur di Desa Ngemplak ini memiliki kondisi sosiologis dan geografis yang sangat mendukung untuk dijadikan pusat percontohan pertanian (agro-enclave) bagi Pemuda Muhammadiyah Kandangan. Lokasinya yang relatif mudah diakses dari jalan utama desa akan sangat memudahkan mobilisasi alat pertanian, pupuk, hingga pengangkutan hasil panen nantinya.

"Sesuai tekad kami pada forum Pos Ronda semalam, kami tidak mau menunda-nunda waktu. Pagi ini kami langsung turun ke Desa Ngemplak untuk melihat langsung kondisi riil tanah yang diamanahkan kepada Pemuda," ujar salah satu koordinator lapangan PCPM Kandangan di sela-sela aktivitas survey. "Kami ingin memastikan bahwa perencanaan yang kami susun benar-benar presisi dan sesuai dengan kondisi topografi di sini."

Komoditas Talas: Pilihan Strategis untuk Hilirisasi Industri Keripik

Menariknya, PCPM Kandangan tidak sekadar berencana menanam komoditas pertanian biasa. Berdasarkan analisis pasar dan potensi lokal, lahan di Desa Ngemplak ini rencananya akan diproyeksikan secara khusus untuk budidaya tanaman talas. Pemilihan talas didasari atas beberapa pertimbangan matang, di antaranya masa tanam yang relatif stabil, perawatan yang tidak terlalu rumit bagi pemula, serta daya tahan tanaman yang kuat terhadap perubahan cuaca.

Namun, visi utama dari proyek ini terletak pada konsep hilirisasi produk. Pemuda Muhammadiyah tidak akan menjual talas tersebut dalam bentuk mentah (raw material). Rencananya, seluruh hasil panen talas dari lahan Desa Ngemplak akan diproses dan dikelola secara mandiri oleh unit usaha pemuda untuk diproduksi menjadi produk kuliner bernilai jual tinggi, yaitu Keripik Talas.

Langkah hilirisasi ini diambil sebagai strategi jitu untuk melipatgandakan nilai ekonomi dari setiap jengkal lahan yang dikelola. Dengan mengolahnya menjadi keripik secara mandiri, Pemuda Muhammadiyah Kandangan dapat menguasai rantai pasok dari hulu (pertanian) hingga ke hilir (pengolahan makanan dan pemasaran). Usaha mikro ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dari kalangan kader pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap, sekaligus menjadi sumber pendapatan baru (revenue stream) bagi kas organisasi.

Membangun Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan

Gerakan turun ke ladang yang diinisiasi oleh PCPM Kandangan ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda persyarikatan mampu menjadi solusi bagi problematika umat. Alih-alih membiarkan lahan-lahan milik warga senior terbengkalai, pemuda hadir menawarkan tenaga, manajemen, dan inovasi bisnis dengan sistem kerja sama yang saling menguntungkan.

"Konsepnya adalah social entrepreneurship. Kita menghidupkan lahan yang mati, menciptakan produk lokal yang berkualitas berupa keripik talas, dan hasilnya kita kembalikan untuk membiayai kegiatan dakwah serta sosial Pemuda Muhammadiyah di cabang Kandangan," tambah perwakilan tim ekonomi PCPM.

Survey lahan yang berakhir menjelang siang hari ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan proposal teknis budidaya, kepastian akad kerja sama bagi hasil dengan pemilik lahan, serta persiapan pembukaan lahan (land clearing). Semangat kebersamaan yang dicanangkan dalam jargon "Silaturahmi Kita, Semangat Kita!" kini telah benar-benar mewujud menjadi peluh dan kerja nyata di atas tanah Desa Ngemplak. Pemuda Muhammadiyah Kandangan optimis, dalam beberapa bulan ke depan, dari lahan tidur ini akan lahir produk keripik talas unggulan yang menjadi kebanggaan warga persyarikatan.

KANDANGAN, KEDUNGGUMPUL – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan kembali meneguhkan komitmennya dalam menggerakkan potensi umat melalui program konsolidasi akar rumput yang dikemas secara santai namun strategis. Berlokasi di serambi Masjid Al Muttaqien, Dusun Kedungwiyu, Desa Kedunggumpul, PCPM Kandangan sukses menggelar kegiatan berkala bertajuk "Pos Ronda #11". Mengusung jargon resmi "Rembugan & Ngopi, Bareng Pemuda", forum yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini menjadi ajang silaturahmi yang menelurkan dua keputusan monumental bagi kemaslahatan warga persyarikatan setempat.

Berbeda dengan pelaksanaan Pos Ronda edisi-edisi sebelumnya yang didominasi oleh evaluasi internal organisasi, edisi kesebelas ini menyoroti persoalan riil di tengah masyarakat. Agenda utama yang mengemuka dalam rembugan hangat tersebut adalah optimalisasi pemanfaatan aset berupa lahan-lahan milik warga persyarikatan Muhammadiyah yang selama ini berada dalam kondisi mangkrak atau kurang produktif. Melalui musyawarah mufakat, disepakati skema alih pengelolaan lahan-lahan tidur tersebut kepada angkatan muda guna dikembangkan menjadi sektor usaha produktif yang mandiri.

Revitalisasi Lahan Tidur: Menjawab Tantangan Kemandirian Ekonomi Pemuda

Ketua PCPM Kandangan menegaskan bahwa keterbatasan ruang gerak ekonomi pemuda sering kali dipicu oleh minimnya akses terhadap faktor produksi, salah satunya adalah tanah. Di sisi lain, terdapat begitu banyak aset milik warga persyarikatan senior yang belum tergarap secara maksimal karena keterbatasan fisik maupun manajerial. Oleh karena itu, pengambilalihan pengelolaan ini dipandang sebagai simbiosis mutualisme yang sangat ideal antar-generasi.

"Kami melihat ada potensi besar yang tersia-siakan. Lahan-lahan strategis milik warga yang selama ini dibiarkan tumbuh semak belukar akan segera kita petakan. Melalui Pos Ronda #11 ini, pemuda berkomitmen untuk hadir sebagai motor penggerak. Kami akan menyusun perencanaan terpadu, mulai dari sektor pertanian organik, perkebunan hortikultura jangka pendek, hingga potensi budidaya perikanan darat yang disesuaikan dengan kontur tanah di wilayah Kedungwiyu," ujar salah satu perwakilan pemuda di sela-sela diskusi yang ditemani secangkir kopi hangat.

Peralihan pengelolaan aset ini didasari atas sistem bagi hasil (syirkah) yang transparan, sehingga pemilik lahan tetap mendapatkan haknya, sementara para pemuda memperoleh ruang nyata untuk mengasah jiwa kewirausahaan dan memperkuat ketahanan finansial organisasi.

Langkah taktis ini langsung mendapat sambutan hangat dari para tokoh masyarakat dan sesepuh persyarikatan yang hadir. Mereka menilai bahwa kerelaan para pemuda untuk turun langsung mengelola lahan pertanian dan bisnis berbasis komunitas merupakan angin segar di tengah maraknya arus urbanisasi formal. Pengelolaan lahan oleh pemuda ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru di tingkat dusun, sekaligus menjadi lumbung ketahanan pangan bagi kas persyarikatan dan modal dakwah sosial ke depan.

Pengadaan Shalat Jumat di Masjid Al Muttaqien: Mendekatkan Pelayanan Ibadah

Tidak hanya berfokus pada dimensi penguatan ekonomi, forum Pos Ronda #11 juga menaruh perhatian besar pada aspek spiritualitas dan penguatan dakwah kultural. Agenda krusial kedua yang berhasil disepakati malam itu adalah rencana pengadaan ibadah Shalat Jumat secara reguler di Masjid Al Muttaqien Kedungwiyu. Selama ini, jamaah dan warga sekitar harus menempuh jarak yang relatif jauh menuju masjid jami' di pusat desa atau dusun tetangga untuk menunaikan kewajiban mingguan tersebut.

Urgensi ini didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk di Dusun Kedungwiyu yang kian padat serta kerinduan warga akan pusat syiar Islam yang lebih inklusif dan dekat dengan pemukiman. PCPM Kandangan bersama takmir Masjid Al Muttaqien sepakat untuk segera mengurus aspek legalitas administratif serta mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan, termasuk kesiapan para mubaligh yang akan bertindak sebagai khatib dan imam Jumat secara bergiliran.

"Masjid Al Muttaqien sudah memiliki fasilitas fisik yang sangat memadai, ruang utama yang luas, serta tempat wudhu yang bersih. Sangat disayangkan jika potensi ruang ibadah seindah ini belum dimanfaatkan untuk pelaksanaan Shalat Jumat. Melalui gerakan pemuda, kami siap mengawal proses ini, mulai dari pemenuhan syarat syar'i jumlah jemaah minimal, sosialisasi ke tingkat jajaran pemerintahan desa, hingga pembentukan jadwal petugas jumat secara profesional," ungkap perwakilan Takmir Masjid Al Muttaqien penuh optimisme.

Sinergi Tanpa Batas: Silaturahmi Kita, Semangat Kita!

Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam tersebut ditutup dengan kesepakatan pembentukan tim kecil (satuan tugas) yang bertugas mengeksekusi kedua program strategis ini dalam kurun waktu satu bulan ke depan. Sesuai dengan pesan penutup yang tertera pada media sosialisasi acara, "Yuk, Merapat! Silaturahmi Kita, Semangat Kita!", momentum malam minggu di Kedungwiyu ini membuktikan bahwa pos ronda bukan sekadar tempat menjaga keamanan lingkungan fisik, melainkan telah bermutasi menjadi inkubator gagasan dan pusat peradaban berkemajuan bagi generasi muda Muhammadiyah.

Dengan semangat kebersamaan yang berkobar, PCPM Kandangan optimis bahwa sinergi pemanfaatan ekonomi berbasis lahan tidur dan perluasan syiar ibadah di Masjid Al Muttaqien akan menjadi tonggak sejarah baru bagi geliat dakwah persyarikatan di Desa Kedunggumpul. Kegiatan ini pun diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antarpemuda yang berkomitmen penuh menjaga konsistensi pergerakan di masa mendatang.

KANDANGAN – Momentum Hari Raya Idul Adha selalu menjadi saat yang tepat untuk memperkuat tali persaudaraan dan kepedulian sosial. Semangat inilah yang terpancar nyata dalam kolaborasi program Sinergi Qurban antara Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Daerah Temanggung dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan.

Bertempat di Masjid Nurul Iman, Dusun Punduhan, Kecamatan Kandangan, aksi sosial keagamaan ini berhasil dieksekusi dengan kompak oleh kolaborasi anak muda dan elemen struktural Muhammadiyah setempat pada hari H penyembelihan.

Aktivitas yang sarat akan nilai gotong royong ini digerakkan langsung oleh sinergi antara personel Pemuda Muhammadiyah, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), serta perwakilan dari pengurus harian Pengajian Ahad Pagi PCM Kandangan. Kehadiran para pemuda dan relawan ini menjadi motor penggerak utama, mulai dari proses persiapan tempat, penyembelihan, pengulitan, pemotongan daging, hingga tahap pendistribusian kepada masyarakat.

Langkah Perdana Menuju Keberlanjutan Program

Acara yang digelar di Masjid Nurul Iman Punduhan ini merupakan acara perdana yang dilaksanakan pada tahun ini. Meskipun menjadi langkah awal dari rangkaian program syiar qurban Lazismu dan PCM Kandangan, antusiasme dan profesionalisme para relawan di lapangan membuat jalannya acara berlangsung sangat tertib dan khidmat.

Pada gelaran perdana ini, panitia mengeksekusi penyembelihan 1 ekor kambing terbaik. Hewan qurban tersebut diamanahkan oleh seorang mudhohi (orang yang berqurban) bernama Bapak Sunardi. Kepercayaan yang diberikan oleh Bapak Sunardi melalui Lazismu Temanggung ini menjadi pemantik awal yang sangat berharga bagi syiar dakwah Islam berkemajuan di wilayah Kandangan.

Ketua panitia pelaksana di lapangan menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara perdana ini. Menurutnya, kolaborasi lintas unsur—mulai dari lembaga zakat, jajaran cabang, organisasi otonom (ortom) pemuda, KOKAM, hingga unsur pengurus pengajian—adalah modal sosial yang luar biasa bagi Muhammadiyah di tingkat akar rumput.

"Alhamdulillah, meski ini merupakan acara perdana untuk tahun ini, koordinasi antar-lini berjalan sangat solid. Mas-mas Pemuda dan KOKAM bergerak cepat, sementara bapak-bapak dari Pengurus Pengajian Ahad Pagi mengawal jalannya acara dengan bijak. Terima kasih khusus kami sampaikan kepada Bapak Sunardi selaku mudhohi," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Merawat Basis Dakwah Pengajian Ahad Pagi

Pemilihan Masjid Nurul Iman Punduhan sebagai lokasi pelaksanaan program Sinergi Qurban ini bukan tanpa alasan. Masjid ini memiliki nilai strategis dan historis yang kuat bagi dinamika dakwah Muhammadiyah di Kecamatan Kandangan. Setiap pekannya, Masjid Nurul Iman secara rutin digunakan sebagai pusat kegiatan Pengajian Ahad Pagi.

Oleh karena itu, distribusi daging qurban kali ini difokuskan dan dibagikan secara merata kepada warga masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan masjid. Langkah ini dinilai sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya merawat kedekatan sosiologis dengan warga sekitar yang selama ini selalu mendukung dan meramaikan kegiatan pengajian pekanan tersebut.

Sebanyak puluhan paket daging qurban berhasil dikemas dengan rapi dan ramah lingkungan, kemudian diantarkan langsung oleh personil KOKAM dan Pemuda Muhammadiyah ke rumah-rumah warga (door to door). Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan langsung diterima oleh mereka yang berhak.

Dampak Positif dan Harapan ke Depan

Warga sekitar Masjid Nurul Iman Punduhan menyambut program ini dengan penuh suka cita dan haru. Bagi mereka, kehadiran Lazismu, PCM, Pemuda, dan KOKAM tidak hanya membawa manfaat materiil berupa daging qurban, tetapi juga menghadirkan suasana kehangatan dan kepedulian yang nyata di tengah-tengah masyarakat.

Sinergi ini membuktikan bahwa penanganan ibadah qurban yang dikelola secara kelembagaan melalui Lazismu, jika dipadukan dengan kekuatan gerakan pemuda lapangan seperti KOKAM dan Pemuda Muhammadiyah, mampu menghasilkan dampak dakwah yang efisien dan menyentuh hati.

Melalui kesuksesan acara perdana 1 ekor kambing dari Bapak Sunardi ini, Lazismu Temanggung dan PCM Kandangan berharap dapat memicu gelombang kesadaran berqurban yang lebih besar di tahun-tahun mendatang. Target ke depan, jumlah hewan qurban yang dihimpun dapat terus meningkat, sehingga jangkauan manfaat dan syiar dakwah di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus di Temanggung dapat berjalan semakin masif dan merata.

KANDANGAN - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang kian dekat, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan mengambil langkah nyata untuk mengagungkan syiar Islam. Melalui sebuah gerakan sosial kemasyarakatan, PCPM Kandangan sukses menggelar aksi "Bersih-Bersih Masjid" (BBM) serentak di sejumlah ranting wilayah pada Ahad, 24 Mei 2026.

Kegiatan yang mengusung tema "Aksi Sosial & Silaturahmi Pemuda Muhammadiyah Kandangan ke Ranting-Ranting" ini tidak sekadar berfokus pada kebersihan fisik tempat ibadah. Lebih dari itu, aksi ini menjadi sarana strategis untuk mempererat tali silaturahmi serta mengokohkan ukhuwah islamiyah antara pengurus cabang, kader ranting, remaja masjid, dan warga sekitar.

Sinergi Dua Lokasi dalam Satu Hari

Gerakan kebersihan kali ini menyasar dua lokasi masjid jami di tingkat ranting yang menjadi pusat peribadatan warga. Guna memastikan aksi berjalan efektif, panitia membagi agenda menjadi dua sesi utama:

  1. Lokasi 1: Masjid Ar-Rasyid Ngemplak Aksi gelombang pertama dimulai tepat pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Sejak pagi hari, para pemuda dan remaja masjid tampak antusias berdatangan dengan membawa berbagai peralatan kebersihan pribadi, mulai dari sapu, kain pel, ember, hingga pembersih kaca. fokus pembersihan meliputi area halaman luar, tempat wudu, hingga ruang utama salat.

  2. Lokasi 2: Masjid Ar-Rahmah Malebo Tanpa mengulur waktu, setelah merampungkan aksi di lokasi pertama, tim bergerak menuju lokasi kedua di Masjid Ar-Rahmah Malebo. Dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga selesai, fokus pembersihan di lokasi ini diarahkan pada pencucian karpet, sterilisasi sajadah, serta penataan interior masjid agar tampak lebih rapi dan lapang.

"Bersih Masjidnya, Berkah untuk Semua. Masjid Bersih, Hati Tenang." > Semboyan ini menjadi pelecut semangat puluhan relawan yang bahu-membahu tanpa kenal lelah di bawah terik matahari, demi menyajikan tempat ibadah yang nyaman bagi jemaah.

Kolaborasi Lintas Generasi

Kesuksesan agenda besar ini tidak lepas dari kolaborasi apik yang terjalin di lapangan. PCPM Kandangan secara khusus menggandeng Remaja Masjid Ar-Rasyid dan Remaja Masjid Ar-Rahmah. Sinergi lintas generasi ini membuktikan bahwa pemuda Muhammadiyah mampu menjadi motor penggerak bagi generasi muda di tingkat akar rumput.

Ketua PCPM Kandangan dalam keterangannya menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah wujud nyata silaturahmi Pemuda Muhammadiyah Kandangan langsung ke ranting-ranting. Di samping itu, aksi ini merupakan bentuk edukasi untuk menjaga kebersihan masjid sebagai representasi kecintaan umat terhadap tempat ibadahnya sendiri.

"Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, intensitas ibadah masyarakat di masjid tentu akan meningkat, baik untuk pelaksanaan salat berjamaah maupun kepanitiaan kurban nanti. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa kondisi masjid benar-benar bersih, suci, dan nyaman digunakan," ujarnya.

Sambutan Hangat Jemaah dan Ajakan Berkontribusi

Aksi simpatik ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para takmir masjid dan warga setempat. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan gotong-royong dari para pemuda. Kehadiran fisik para kader Muhammadiyah ini dinilai memberikan suntikan energi positif bagi kemakmuran masjid di desa-desa.

Di akhir acara, panitia kembali menggaungkan seruan "Ayo Berkontribusi! Bawa Peralatan Kebersihan Pribadi" sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan agar budaya bersih-bersih ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan menjelma menjadi gaya hidup (lifestyle) hijau bagi kader muda Islam.

Bagi masyarakat atau simpatisan yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program kerja atau ingin berkolaborasi di agenda berikutnya, PCPM Kandangan membuka pintu komunikasi melalui kontak WhatsApp Wahyu (0856 0005 6060), atau memantau akun media sosial resmi mereka di Instagram @pcpm.kandangan dan Facebook PCPM Kandangan.

Dengan semangat "Bersama Pemuda, Masjid Bersih, Jamaah Betah," PCPM Kandangan berharap aksi nyata ini dapat mengetuk pintu hati komunitas kepemudaan lain untuk terus menebar maslahat bagi umat dan bangsa.

KEBUMEN – Deru mesin sepeda motor memecah keheningan pagi di halaman SMP Muhammadiyah Kandangan (Muma) pada Kamis, 14 Mei 2026. Sejak pukul 05.00 WIB, puluhan pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kandangan telah berkumpul dengan perlengkapan berkendara lengkap. Mereka bukan sekadar hendak berwisata, melainkan membawa misi mulia dalam agenda bertajuk “Cari Angin: Silaturahmi Antar Ortom, Bakti Sosial, dan Tadabur Alam.”

Tepat pukul 05.30 WIB, rombongan yang terdiri dari 25 peserta dengan total 15 sepeda motor resmi diberangkatkan. Di bawah langit subuh yang mulai menyemburat jingga, iring-iringan motor ini bergerak teratur menuju pesisir selatan, tepatnya ke Pantai Lembu Purwo, Kabupaten Kebumen.

Bukan Sekadar Touring Biasa

Kegiatan touring ini diinisiasi sebagai wadah penguat ukhuwah antar Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah di tingkat cabang Kandangan. Namun, ada yang berbeda dari perjalanan kali ini. Alih-alih langsung menuju titik lokasi wisata, AMM Kandangan menyisipkan agenda bakti sosial (baksos) yang menyasar tempat ibadah di sepanjang jalur perjalanan.

Sepanjang rute menuju Kebumen, rombongan berhenti di empat masjid yang telah ditentukan. Di setiap persinggahan, para peserta tidak hanya beristirahat, tetapi juga menjalankan misi utama: mendistribusikan paket alat salat. Paket tersebut meliputi mukena, sajadah, Al-Qur’an, hingga sandal wudhu.

“Kami ingin perjalanan ini membawa keberkahan. Jadi, selagi kami menikmati aspal dan pemandangan, kami juga ingin meninggalkan jejak kebaikan bagi jamaah di masjid-masjid yang kami lalui,” ujar salah satu koordinator lapangan di sela-sela pembagian bantuan.

Apresiasi dari Para Takmir Masjid

Kehadiran rombongan pemuda Muhammadiyah ini disambut hangat oleh para Takmir Masjid di setiap titik pemberhentian. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada pengurus masjid setempat. Senyum syukur terpancar dari wajah para Takmir saat menerima tumpukan Al-Qur’an baru dan perlengkapan salat yang memang sangat dibutuhkan untuk kenyamanan jamaah.

Salah satu Takmir Masjid menyatakan rasa terima kasihnya yang mendalam. “Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda ini. Jarang ada rombongan touring yang mampir bukan hanya untuk numpang istirahat, tapi juga membawa perlengkapan ibadah. Ini sangat bermanfaat bagi jamaah kami, terutama sandal wudhu dan mukena yang seringkali perlu diperbarui,” ungkapnya.

Pihak panitia juga menekankan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan hasil donasi dari para dermawan dan warga Muhammadiyah yang dengan tulus menitipkan sebagian rezekinya. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan bantuannya kepada kami. Tanpa dukungan tersebut, aksi nyata ini tidak mungkin terlaksana sebaik ini,” tambah perwakilan panitia.

Tadabur Alam di Pantai Lembu Purwo

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dan menyelesaikan agenda baksos di empat masjid, rombongan akhirnya tiba di Pantai Lembu Purwo, Kebumen. Pantai yang dikenal dengan gumuk pasir dan laguna yang asri ini menjadi lokasi yang tepat untuk menutup rangkaian kegiatan dengan Tadabur Alam.

Di sini, ke-25 peserta melepas penat sembari menikmati semilir angin laut. Suasana keakraban antar Ortom—mulai dari Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, hingga Nasyiatul Aisyiyah—terasa begitu kental. Mereka makan bersama dan berdiskusi santai di pinggir pantai, memperkuat sinergi untuk program-program dakwah ke depan.

Kegiatan “Cari Angin” ini membuktikan bahwa hobi berkendara atau touring dapat dikemas menjadi aksi sosial yang berdampak luas. Selain menyegarkan pikiran (refreshing), kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kepedulian sosial para kader muda terhadap kondisi fasilitas ibadah di pedesaan.

Dukungan Penuh dari Persyarikatan

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sebagaimana tertera dalam koordinasi acara, kegiatan ini didukung penuh oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA), serta kesiagaan personil KOKAM yang mengawal ketertiban selama di jalan.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Meski menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, semangat berbagi dan rasa syukur atas keindahan alam ciptaan Allah SWT menjadi energi tambahan bagi mereka.

Rombongan dijadwalkan kembali ke Kandangan menjelang petang dengan membawa pulang cerita perjuangan, tawa persaudaraan, dan kepuasan batin setelah berbagi dengan sesama. Diharapkan, kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin yang terus menginspirasi pemuda lain untuk bergerak, menebar manfaat, dan menjaga ghirah ber-Muhammadiyah di mana pun mereka berada.

KANDANGAN — Suasana hangat, guyub, dan penuh keakraban menyelimuti beranda kediaman Saudara Azka di desa Ngemplak pada Sabtu malam (9/5/2026). Belasan pemuda yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan kembali menggelar forum kumpul rutin kebanggaan mereka, yakni "Pos Ronda #10". Mengusung semangat dan semboyan "Rembugan & ngopi, bareng pemuda", acara yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini bukan sekadar ajang nongkrong akhir pekan biasa, melainkan wadah konsolidasi pemuda untuk merumuskan berbagai agenda strategis organisasi ke depan.

Duduk lesehan di atas karpet beranda rumah yang asri, ditemani secangkir kopi, kudapan ringan, dan kepulan asap tipis dari seduhan air panas, para pemuda tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Sesuai dengan susunan acara pokoknya, yakni "Tukar kawruh & info-info, Nglinting, Ngopi, Jagongan", perbincangan malam itu mengalir secara natural namun tetap berbobot. Tidak ada kekakuan protokoler; semua anggota bebas menyampaikan gagasan. Pada edisi kesepuluh ini, fokus utama pembahasan mengerucut pada tiga agenda besar yang membutuhkan sinergi dan kesolidan seluruh anggota PCPM Kandangan.

Agenda pertama yang dibahas dengan penuh semangat adalah persiapan kegiatan touring kendaraan bermotor menuju kawasan pesisir pantai selatan, tepatnya ke Pantai Kebumen. Rencana touring ini dirancang sebagai sarana tadabbur alam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antaranggota. Di tengah padatnya rutinitas pekerjaan dan dinamika organisasi, agenda ini diharapkan menjadi oase penyegar (refreshing) guna memupuk kembali solidaritas pemuda. Dalam forum Pos Ronda malam itu, dibahas secara detail mengenai pembentukan panitia kecil, penentuan rute perjalanan yang aman, titik kumpul, estimasi biaya, hingga pengecekan kesiapan kondisi mesin kendaraan masing-masing anggota. Keselamatan dan ketertiban berlalu lintas (safety riding) menjadi penekanan paling utama agar rombongan pemuda ini dapat menjadi teladan yang baik di jalan raya.

Beranjak dari pembahasan yang santai, forum kemudian beralih mematangkan persiapan menyambut Hari Raya Idul Qurban (Idul Adha) yang akan segera tiba dalam waktu dekat. Bagi PCPM Kandangan, momen Idul Qurban selalu menjadi agenda keagamaan dan sosial tahunan yang sangat krusial. Tenaga dan peran aktif pemuda sangat dibutuhkan dalam kesuksesan ibadah kurban masyarakat. Diskusi malam itu menghasilkan kesepakatan terkait pembagian tugas (job description) kepanitiaan. Ada tim yang khusus ditugaskan untuk mensurvei harga sapi dan kambing di peternak lokal guna memastikan hewan kurban sehat dan memenuhi syarat syariat. Selain itu, dibentuk pula tim eksekutor lapangan yang akan bertugas dalam penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, hingga pemetaan titik-titik distribusi agar bantuan daging kurban tepat sasaran, dengan memprioritaskan warga kurang mampu yang jarang tersentuh.

Puncak dari diskusi malam di Pos Ronda #10 ini adalah pembahasan mengenai program pemberdayaan ekonomi pemuda melalui sektor pertanian. Ini menjadi terobosan baru dan langkah progresif dari pemuda Kandangan. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa para anggota PCPM akan mulai turun tangan secara langsung mengelola 3 (tiga) bidang lahan pertanian produktif yang potensinya belum dioptimalkan secara maksimal. Program ini merupakan manifestasi nyata dari upaya kemandirian organisasi sekaligus respons cerdas pemuda terhadap isu ketahanan pangan di tingkat lokal.

Tiga bidang lahan tersebut rencananya akan ditanami komoditas sayuran dan palawija yang memiliki nilai ekonomis tinggi, stabil di pasaran, dan memiliki masa panen yang relatif cepat. Forum menyepakati pembentukan tiga kelompok tani pemuda, di mana masing-masing kelompok akan bertanggung jawab penuh atas satu bidang lahan. Tugas mereka mencakup perencanaan dari hulu ke hilir: mulai dari pembersihan dan pengolahan tanah, pemilihan bibit unggul, perawatan rutin, penyediaan pupuk, hingga strategi pemasaran saat masa panen tiba.

Langkah berani mengelola lahan pertanian ini dinilai sangat strategis. Selain melatih jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dan etos kerja keras di bidang agrobisnis, hasil dari panen ketiga lahan tersebut nantinya akan disisihkan untuk kas organisasi. Dana kemandirian inilah yang kemudian akan digunakan untuk menyokong berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah PCPM Kandangan di masa mendatang.

Tepat menjelang larut malam, acara Pos Ronda #10 pun diakhiri dengan kesimpulan yang solid dan doa penutup. Pertemuan di Ngemplak ini telah membuktikan bahwa pemuda memiliki peran yang sangat vital dalam menggerakkan roda sosial kemasyarakatan. Melalui perpaduan antara agenda rekreasi, pengabdian keagamaan, dan kemandirian ekonomi, PCPM Kandangan terus menunjukkan komitmennya sebagai organisasi kepemudaan yang aktif dan membawa manfaat nyata bagi umat. Pos Ronda telah sukses bertransformasi menjadi posko pergerakan pemuda yang berkemajuan.



KANDANGAN, KEDUNGWIYU – Pagi yang cerah di awal bulan Mei menjadi saksi bisu sebuah aksi nyata pengabdian masyarakat. Pada Minggu, 3 Mei 2026, suasana di Masjid Al Muttaqin, Dusun Kedungwiyu, Desa Kedungumpul, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan orang berkumpul bukan hanya untuk menunaikan ibadah, melainkan untuk sebuah misi mulia: Bersih-bersih Masjid.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan ini berhasil menggerakkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari para pemuda, pasukan KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah), hingga tokoh-tokoh penting di lingkungan Muhammadiyah serta warga sekitar, semuanya bahu-membahu dalam satu semangat gotong royong yang kental.

Menantang Ketinggian: Membersihkan Kubah dari Tanaman Liar

Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah aksi pembersihan kubah masjid. Selama beberapa waktu terakhir, bagian atas masjid tersebut mulai ditumbuhi tanaman liar yang akarnya berisiko merusak struktur bangunan dan menyebabkan kebocoran.

Dengan peralatan keselamatan yang memadai dan keberanian tinggi, sejumlah personel KOKAM dibantu pemuda setempat memanjat bagian atap. Mereka dengan telaten mencabuti rumput dan semak yang tumbuh di celah-celah kubah. Aksi ini menarik perhatian warga, mengingat tingkat kesulitan dan risiko yang cukup tinggi. Namun, berkat koordinasi yang baik, bagian mahkota masjid tersebut kini kembali bersih dan tampak megah seperti sedia kala.

Detail di Setiap Sudut: Dari Ruang Utama hingga Tempat Wudhu

Tak hanya bagian luar yang mendapat perhatian, area interior masjid pun diperlakukan secara istimewa. Tim yang dipimpin langsung oleh para penggerak PCPM Kandangan menyisir setiap sudut ruang utama.

  • Ruang Utama & Kaca Jendela: Karpet divakum dan dibersihkan, sementara kaca-kaca jendela yang sebelumnya berdebu dilap hingga bening mengkilap. Hal ini dilakukan agar cahaya matahari dapat masuk dengan maksimal, memberikan kesan ruang yang lebih luas dan suci.

  • Kamar Kecil & Tempat Wudhu: Menyadari bahwa kesucian ibadah dimulai dari tempat bersuci, area ini menjadi prioritas. Kerak pada keramik disikat habis, saluran air dipastikan lancar, dan aroma harum disemprotkan untuk memastikan kenyamanan jamaah saat berwudhu.

  • Halaman Parkir: Di bagian luar, pemandangan halaman parkir yang sebelumnya terkesan kurang terawat akibat rumput liar kini telah berubah. Dengan sabit dan mesin pemotong rumput, area tersebut diratakan sehingga tampak lebih rapi dan mampu menampung kendaraan jamaah dengan lebih teratur.

Kehadiran Tokoh dan Sinergi Antar-Lini

Kegiatan ini tidak hanya sekadar kerja fisik, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi akbar. Hadir di tengah-tengah massa, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif para pemuda. Beliau menekankan bahwa "Masjid adalah pusat peradaban, dan menjaganya adalah tanggung jawab moral kita bersama."

Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedungumpul bersama jajaran Takmir Masjid Al Muttaqin turut turun tangan langsung. Kehadiran para pimpinan ini menjadi suntikan semangat bagi para peserta, membuktikan bahwa tidak ada sekat antara pimpinan dan anggota dalam hal berbuat kebaikan.

"Melihat pemuda begitu bersemangat membersihkan rumah Allah adalah pemandangan yang menyejukkan hati. Ini adalah bentuk dakwah nyata," ujar salah seorang pengurus Takmir di sela-sela kegiatan.

Lebih dari Sekadar Kebersihan

Sesuai dengan slogan yang diusung, "Masjid bersih, ibadah nyaman", hasil dari kegiatan ini langsung dirasakan oleh warga sekitar. Selain aspek estetika, kegiatan ini juga bertujuan untuk memupuk rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat terhadap Masjid Al Muttaqin.

PCPM Kandangan juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi lebih melalui kanal donasi atau infaq yang disediakan via QRIS. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk pemeliharaan rutin masjid agar kebersihan yang telah dicapai saat ini dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

Penutup yang Manis

Kegiatan berakhir menjelang waktu Zuhur. Lelah yang terpancar di wajah para peserta seolah sirna saat melihat Masjid Al Muttaqin kini tampil lebih segar, bersih, dan siap menyambut para jamaah dengan kenyamanan maksimal.

Aksi bersih-bersih ini diharapkan menjadi pemantik bagi ranting-ranting lain di wilayah Kandangan untuk melakukan hal serupa. Karena pada akhirnya, masjid yang terawat bukan hanya soal fisik bangunan yang indah, tapi tentang bagaimana kita menghargai tempat suci sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

BALEDU, KANDANGAN – Jumat malam yang biasanya dihabiskan dengan bersantai setelah sepekan penuh beraktivitas, kini diubah menjadi momen penuh keringat, tawa, dan kebersamaan oleh warga serta pemuda di Kecamatan Kandangan. Pada hari Jumat, 1 Mei 2026, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan sukses menyelenggarakan agenda olahraga bersama yang bertajuk "Pekan Rutinan". Mengambil lokasi di Diwak BLD Stadium yang terletak di kawasan Diwak, Baledu, Kandangan, acara ini menjadi magnet berkumpulnya para pecinta olahraga tepok bulu dari berbagai kalangan.

Sesuai dengan informasi yang tertera pada poster resminya, kegiatan rutin ini tidak eksklusif hanya bagi anggota internal PC Pemuda Muhammadiyah Kandangan, melainkan dibuka selebar-lebarnya untuk masyarakat umum. Tepat pada pukul 20.00 WIB, suara pantulan shuttlecock dan ayunan raket mulai memecah keheningan malam. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, dibuktikan dengan ramainya area pinggir lapangan oleh para pemain yang bersiap menunggu giliran bertanding maupun warga yang sekadar datang untuk menonton dan memberikan dukungan.

Tujuan utama dari diselenggarakannya "Pekan Rutinan" ini rupanya jauh melampaui sekadar mencari keringat. Panitia penyelenggara menyadari betul bahwa esensi terdalam dari kegiatan ini adalah memupuk dan mempererat tali silaturahmi antar pemuda dan warga sekitar. Di era modern seperti sekarang, di mana interaksi sosial seringkali tereduksi oleh layar gawai dan rutinitas pekerjaan yang padat, perjumpaan fisik dalam suasana yang santai menjadi hal yang sangat berharga. Di atas lapangan bergaris putih tersebut, segala bentuk sekat sosial meluruh. Tidak ada perbedaan latar belakang profesi atau status; semuanya berbaur menjadi satu komunitas yang rukun dan saling mendukung.

Olahraga bulu tangkis dipilih sebagai media pemersatu bukan tanpa alasan. Selain menjadi salah satu olahraga paling populer dan merakyat di Indonesia, bulu tangkis menawarkan manfaat kesehatan yang sangat komprehensif. Pergerakan tubuh yang dinamis di lapangan—mulai dari melompat, merespons arah kok dengan cepat, hingga melakukan pukulan—menjadi latihan kardiovaskular yang luar biasa. Menjaga kebugaran fisik adalah sebuah investasi, dan PCPM Kandangan ingin mengajak masyarakat menyadari bahwa tubuh yang sehat adalah modal utama untuk dapat beraktivitas, beribadah, dan berkontribusi secara optimal di tengah masyarakat.

Di samping aspek kesehatan jasmani dan sosial, Pekan Rutinan ini juga digagas sebagai wadah strategis untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang seratus persen positif. Usia muda adalah masa yang dipenuhi dengan energi berlebih. Jika tidak difasilitasi dan disalurkan ke arah yang tepat, energi tersebut rentan terseret ke dalam pusaran aktivitas negatif atau pergaulan yang kurang bermanfaat. Melalui fasilitas olahraga rutin yang terjadwal seperti ini, para pemuda Kandangan diberikan ruang rekreasi yang aman untuk menyalurkan hobi mereka secara konstruktif dan terarah.

Atmosfer di Diwak BLD Stadium malam itu berlangsung dengan sangat meriah, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Meskipun tajuk utamanya adalah pertandingan persahabatan, tensi kompetisi yang sehat dan seru tetap terasa di setiap setnya. Saling kejar-mengejar angka, smash tajam yang menembus pertahanan, hingga reli-reli panjang yang melelahkan, selalu diakhiri dengan tepuk tangan riuh dan tawa dari para hadirin. Menariknya, tidak ada ketegangan berlebih; setiap kali ada pemain yang melakukan kesalahan teknis, mereka justru mendapat sorakan bernada candaan yang semakin menghangatkan suasana malam. Inilah representasi nyata dari ukhuwah (persaudaraan) yang ingin dibangun.

Pemilihan Diwak BLD Stadium juga dinilai sangat tepat karena menyediakan fasilitas yang memadai untuk mendukung geliat olahraga warga desa. Lokasinya yang mudah diakses oleh warga Baledu dan area Kandangan lainnya membuat partisipasi bisa berjalan maksimal.

Melalui program Pekan Rutinan ini, PC Pemuda Muhammadiyah Kandangan membuktikan bahwa dakwah dan pergerakan pemuda tidak selamanya harus dilakukan di dalam ruang-ruang formal. Melalui pendekatan kultural, rekreasional, dan olahraga yang menjadi bahasa universal, pesan-pesan kebaikan tentang persatuan, gaya hidup sehat, dan pemanfaatan waktu dapat tersampaikan dengan sangat efektif. Ke depannya, agenda ini diharapkan dapat terus konsisten dilaksanakan dan menginspirasi lebih banyak lagi pemuda untuk aktif bergerak, berolahraga, dan merawat ikatan persaudaraan antar sesama warga Kandangan.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.