KEBUMEN – Deru mesin sepeda motor memecah keheningan pagi di halaman SMP Muhammadiyah Kandangan (Muma) pada Kamis, 14 Mei 2026. Sejak pukul 05.00 WIB, puluhan pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kandangan telah berkumpul dengan perlengkapan berkendara lengkap. Mereka bukan sekadar hendak berwisata, melainkan membawa misi mulia dalam agenda bertajuk “Cari Angin: Silaturahmi Antar Ortom, Bakti Sosial, dan Tadabur Alam.”
Tepat pukul 05.30 WIB, rombongan yang terdiri dari 25 peserta dengan total 15 sepeda motor resmi diberangkatkan. Di bawah langit subuh yang mulai menyemburat jingga, iring-iringan motor ini bergerak teratur menuju pesisir selatan, tepatnya ke Pantai Lembu Purwo, Kabupaten Kebumen.
Bukan Sekadar Touring Biasa
Kegiatan touring ini diinisiasi sebagai wadah penguat ukhuwah antar Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah di tingkat cabang Kandangan. Namun, ada yang berbeda dari perjalanan kali ini. Alih-alih langsung menuju titik lokasi wisata, AMM Kandangan menyisipkan agenda bakti sosial (baksos) yang menyasar tempat ibadah di sepanjang jalur perjalanan.
Sepanjang rute menuju Kebumen, rombongan berhenti di empat masjid yang telah ditentukan. Di setiap persinggahan, para peserta tidak hanya beristirahat, tetapi juga menjalankan misi utama: mendistribusikan paket alat salat. Paket tersebut meliputi mukena, sajadah, Al-Qur’an, hingga sandal wudhu.
“Kami ingin perjalanan ini membawa keberkahan. Jadi, selagi kami menikmati aspal dan pemandangan, kami juga ingin meninggalkan jejak kebaikan bagi jamaah di masjid-masjid yang kami lalui,” ujar salah satu koordinator lapangan di sela-sela pembagian bantuan.
Apresiasi dari Para Takmir Masjid
Kehadiran rombongan pemuda Muhammadiyah ini disambut hangat oleh para Takmir Masjid di setiap titik pemberhentian. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada pengurus masjid setempat. Senyum syukur terpancar dari wajah para Takmir saat menerima tumpukan Al-Qur’an baru dan perlengkapan salat yang memang sangat dibutuhkan untuk kenyamanan jamaah.
Salah satu Takmir Masjid menyatakan rasa terima kasihnya yang mendalam. “Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda ini. Jarang ada rombongan touring yang mampir bukan hanya untuk numpang istirahat, tapi juga membawa perlengkapan ibadah. Ini sangat bermanfaat bagi jamaah kami, terutama sandal wudhu dan mukena yang seringkali perlu diperbarui,” ungkapnya.
Pihak panitia juga menekankan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan hasil donasi dari para dermawan dan warga Muhammadiyah yang dengan tulus menitipkan sebagian rezekinya. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan bantuannya kepada kami. Tanpa dukungan tersebut, aksi nyata ini tidak mungkin terlaksana sebaik ini,” tambah perwakilan panitia.
Tadabur Alam di Pantai Lembu Purwo
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dan menyelesaikan agenda baksos di empat masjid, rombongan akhirnya tiba di Pantai Lembu Purwo, Kebumen. Pantai yang dikenal dengan gumuk pasir dan laguna yang asri ini menjadi lokasi yang tepat untuk menutup rangkaian kegiatan dengan Tadabur Alam.
Di sini, ke-25 peserta melepas penat sembari menikmati semilir angin laut. Suasana keakraban antar Ortom—mulai dari Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, hingga Nasyiatul Aisyiyah—terasa begitu kental. Mereka makan bersama dan berdiskusi santai di pinggir pantai, memperkuat sinergi untuk program-program dakwah ke depan.
Kegiatan “Cari Angin” ini membuktikan bahwa hobi berkendara atau touring dapat dikemas menjadi aksi sosial yang berdampak luas. Selain menyegarkan pikiran (refreshing), kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kepedulian sosial para kader muda terhadap kondisi fasilitas ibadah di pedesaan.
Dukungan Penuh dari Persyarikatan
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sebagaimana tertera dalam koordinasi acara, kegiatan ini didukung penuh oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA), serta kesiagaan personil KOKAM yang mengawal ketertiban selama di jalan.
Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Meski menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, semangat berbagi dan rasa syukur atas keindahan alam ciptaan Allah SWT menjadi energi tambahan bagi mereka.
Rombongan dijadwalkan kembali ke Kandangan menjelang petang dengan membawa pulang cerita perjuangan, tawa persaudaraan, dan kepuasan batin setelah berbagi dengan sesama. Diharapkan, kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin yang terus menginspirasi pemuda lain untuk bergerak, menebar manfaat, dan menjaga ghirah ber-Muhammadiyah di mana pun mereka berada.



Posting Komentar