KANDANGAN, KEDUNGWIYU – Pagi yang cerah di awal bulan Mei menjadi saksi bisu sebuah aksi nyata pengabdian masyarakat. Pada Minggu, 3 Mei 2026, suasana di Masjid Al Muttaqin, Dusun Kedungwiyu, Desa Kedungumpul, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan orang berkumpul bukan hanya untuk menunaikan ibadah, melainkan untuk sebuah misi mulia: Bersih-bersih Masjid.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan ini berhasil menggerakkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari para pemuda, pasukan KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah), hingga tokoh-tokoh penting di lingkungan Muhammadiyah serta warga sekitar, semuanya bahu-membahu dalam satu semangat gotong royong yang kental.
Menantang Ketinggian: Membersihkan Kubah dari Tanaman Liar
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah aksi pembersihan kubah masjid. Selama beberapa waktu terakhir, bagian atas masjid tersebut mulai ditumbuhi tanaman liar yang akarnya berisiko merusak struktur bangunan dan menyebabkan kebocoran.
Dengan peralatan keselamatan yang memadai dan keberanian tinggi, sejumlah personel KOKAM dibantu pemuda setempat memanjat bagian atap. Mereka dengan telaten mencabuti rumput dan semak yang tumbuh di celah-celah kubah. Aksi ini menarik perhatian warga, mengingat tingkat kesulitan dan risiko yang cukup tinggi. Namun, berkat koordinasi yang baik, bagian mahkota masjid tersebut kini kembali bersih dan tampak megah seperti sedia kala.
Detail di Setiap Sudut: Dari Ruang Utama hingga Tempat Wudhu
Tak hanya bagian luar yang mendapat perhatian, area interior masjid pun diperlakukan secara istimewa. Tim yang dipimpin langsung oleh para penggerak PCPM Kandangan menyisir setiap sudut ruang utama.
Ruang Utama & Kaca Jendela: Karpet divakum dan dibersihkan, sementara kaca-kaca jendela yang sebelumnya berdebu dilap hingga bening mengkilap. Hal ini dilakukan agar cahaya matahari dapat masuk dengan maksimal, memberikan kesan ruang yang lebih luas dan suci.
Kamar Kecil & Tempat Wudhu: Menyadari bahwa kesucian ibadah dimulai dari tempat bersuci, area ini menjadi prioritas. Kerak pada keramik disikat habis, saluran air dipastikan lancar, dan aroma harum disemprotkan untuk memastikan kenyamanan jamaah saat berwudhu.
Halaman Parkir: Di bagian luar, pemandangan halaman parkir yang sebelumnya terkesan kurang terawat akibat rumput liar kini telah berubah. Dengan sabit dan mesin pemotong rumput, area tersebut diratakan sehingga tampak lebih rapi dan mampu menampung kendaraan jamaah dengan lebih teratur.
Kehadiran Tokoh dan Sinergi Antar-Lini
Kegiatan ini tidak hanya sekadar kerja fisik, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi akbar. Hadir di tengah-tengah massa, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif para pemuda. Beliau menekankan bahwa "Masjid adalah pusat peradaban, dan menjaganya adalah tanggung jawab moral kita bersama."
Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedungumpul bersama jajaran Takmir Masjid Al Muttaqin turut turun tangan langsung. Kehadiran para pimpinan ini menjadi suntikan semangat bagi para peserta, membuktikan bahwa tidak ada sekat antara pimpinan dan anggota dalam hal berbuat kebaikan.
"Melihat pemuda begitu bersemangat membersihkan rumah Allah adalah pemandangan yang menyejukkan hati. Ini adalah bentuk dakwah nyata," ujar salah seorang pengurus Takmir di sela-sela kegiatan.
Lebih dari Sekadar Kebersihan
Sesuai dengan slogan yang diusung, "Masjid bersih, ibadah nyaman", hasil dari kegiatan ini langsung dirasakan oleh warga sekitar. Selain aspek estetika, kegiatan ini juga bertujuan untuk memupuk rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat terhadap Masjid Al Muttaqin.
PCPM Kandangan juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi lebih melalui kanal donasi atau infaq yang disediakan via QRIS. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk pemeliharaan rutin masjid agar kebersihan yang telah dicapai saat ini dapat terus terjaga secara berkelanjutan.
Penutup yang Manis
Kegiatan berakhir menjelang waktu Zuhur. Lelah yang terpancar di wajah para peserta seolah sirna saat melihat Masjid Al Muttaqin kini tampil lebih segar, bersih, dan siap menyambut para jamaah dengan kenyamanan maksimal.
Aksi bersih-bersih ini diharapkan menjadi pemantik bagi ranting-ranting lain di wilayah Kandangan untuk melakukan hal serupa. Karena pada akhirnya, masjid yang terawat bukan hanya soal fisik bangunan yang indah, tapi tentang bagaimana kita menghargai tempat suci sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.



Posting Komentar