Juli 2026

KANDANGAN – Dalam era digitalisasi yang bergerak semakin cepat, institusi pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi, tidak hanya dalam metode pengajaran, tetapi juga dalam sistem administrasi dan kedisiplinan. Menjawab tantangan tersebut, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan melalui kolaborasi strategis dengan Bidang Pendidikan dan Kader secara resmi meluncurkan sebuah terobosan teknologi terbaru bernama aplikasi "SIAP Guru". Inovasi ini hadir sebagai solusi definitif bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah yang selama ini kerap mengalami kesulitan dalam mencari dan mengadopsi platform presensi digital yang mumpuni, akurat, dan memenuhi standar operasional, namun tetap ramah di kantong sekolah.

Lahirnya SIAP Guru tidak terlepas dari evaluasi mendalam terhadap keresahan yang kerap dikeluhkan oleh pihak manajemen sekolah terkait sistem absensi konvensional. Selama bertahun-tahun, metode lama seperti daftar hadir manual berbasis kertas maupun penggunaan mesin pemindai sidik jari (fingerprint) terbukti memiliki banyak celah dan kelemahan operasional. Salah satu masalah klasik yang paling sering dijumpai adalah mesin fingerprint yang kerap kali gagal merespons atau rusak akibat sensor yang kotor dan menua. Hal ini memicu antrean panjang para guru setiap pagi saat jam masuk, yang pada akhirnya membuang waktu produktif yang seharusnya bisa segera digunakan untuk persiapan mengajar di kelas.

Lebih jauh dari sekadar antrean, sistem konvensional juga sangat rentan terhadap potensi kecurangan dan minimnya integritas data. Praktik "titip absen" masih menjadi ancaman laten pada sistem presensi manual, di mana pencatatan waktu kehadiran sering kali diwakilkan kepada rekan sejawat atau diisi tidak sesuai dengan jam kedatangan yang sebenarnya. Di sisi lain, sekolah yang sudah mencoba beralih ke aplikasi absensi online standar kerap menemukan celah baru: absensi dari rumah. Tanpa adanya sistem pembatasan lokasi atau radius GPS yang ketat, aplikasi biasa memungkinkan penggunanya untuk mencatatkan kehadiran dari lokasi mana saja, sehingga kedisiplinan guru tidak dapat terpantau secara valid.

Selain masalah kedisiplinan, metode presensi konvensional juga menjadi beban administratif yang sangat berat bagi staf Tata Usaha (TU). Setiap akhir bulan, staf TU harus menyita banyak waktu dan tenaga untuk melakukan rekapitulasi ulang secara manual. Mereka harus memindahkan data dari kertas atau mengunduh log fingerprint yang acak satu per satu ke dalam sistem penggajian. Proses yang menyita waktu ini membuat kinerja staf TU menjadi tidak efisien.

Menyadari urgensi dari berbagai problematika tersebut, PCPM Kandangan dan Bidang Pendidikan & Kader merancang "SIAP Guru" sebagai aplikasi absensi wajah (face recognition) terintegrasi yang berbasis GPS Geofencing serta sistem perizinan guru digital. Aplikasi ini mengusung tiga pilar utama: Praktis, Akurat, dan Hemat (Bebas Beban Biaya Langganan Mahal).

Aplikasi SIAP Guru menawarkan 7 Keunggulan Utama yang didesain khusus untuk kebutuhan sekolah modern:

  1. Verifikasi Selfie Wajah Real-Time: Menutup rapat celah praktik anti-titip absen dengan memvalidasi wajah guru secara langsung saat itu juga.

  2. Geofencing GPS Akurat: Dilengkapi dengan batas radius sekolah, sistem ini memastikan guru hanya bisa menekan tombol presensi jika mereka sudah benar-benar berada di dalam area atau zona sekolah yang telah ditetapkan (misalnya radius 50 meter).

  3. Berbasis PWA (Progressive Web App): Aplikasi ini sangat ringan dan praktis karena bisa langsung diinstal di ponsel cerdas (smartphone) guru melalui browser, tanpa perlu repot mengunduhnya dari App Store maupun Play Store.

  4. Pengajuan Izin & Sakit Digital (Paperless): Memfasilitasi guru untuk mengajukan surat izin atau keterangan sakit secara digital, tanpa perlu lagi menggunakan kertas.

  5. Download Rekapitulasi Excel Resmi Sekali Klik: Memanjakan staf Tata Usaha (TU) dengan laporan absensi otomatis format .xls yang siap unduh dan cetak, menghemat waktu rekapitulasi di akhir bulan.

  6. 100% Hemat Anggaran: Solusi ini meniadakan biaya langganan server bulanan atau tahunan yang kerap membebani sekolah, menjadikannya investasi teknologi yang sangat efisien.

  7. Keamanan & Proteksi Ganda: Memastikan data presensi, titik lokasi, dan privasi foto wajah guru tersimpan dengan aman dari ancaman manipulasi.

Gerakan inisiatif dari PCPM Kandangan ini merupakan implementasi nyata dari semangat "Islam Berkemajuan" yang selalu digaungkan oleh Muhammadiyah. Dengan mengintegrasikan teknologi yang tepat guna, sekolah-sekolah Muhammadiyah kini dapat meminimalisir kebocoran anggaran operasional sekaligus meningkatkan profesionalisme serta kedisiplinan tenaga pendidik.

Bagi Bapak/Ibu pengelola sekolah, kepala sekolah, atau majelis dikdasmen yang tertarik untuk melihat langsung keandalan sistem ini, PCPM Kandangan menyediakan akses Demo Aplikasi SIAP Guru secara gratis. Demo tersebut dapat diakses melalui tautan peramban di https://tmg.biz.id dengan menggunakan password: admin123.

Selain itu, PCPM Kandangan juga sangat terbuka untuk memberikan jadwal presentasi langsung dan uji coba gratis di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Untuk informasi lebih lanjut dan penjadwalan, pihak sekolah dapat menghubungi layanan customer care PCPM Kandangan melalui WhatsApp di nomor 0856-0005-6060. Dengan kehadiran SIAP Guru, manajemen sekolah kini menjadi lebih mudah, transparan, dan tanpa batas hambatan administratif.

KANDANGAN — Semangat pantang menyerah dan inovasi dalam bidang ketahanan pangan kembali ditunjukkan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Merespons kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu terakhir, sejumlah kader dan pengurus PCPM Kandangan bergotong royong melakukan penanaman bibit Pisang Raja pada hari Minggu kemarin (19/7). Langkah ini diambil sebagai strategi adaptasi pertanian setelah tanaman tomat yang sebelumnya ditanam di lahan tersebut mengalami kerusakan parah akibat terendam banjir.

Kegiatan penanaman yang dimulai sejak pagi hari ini tidak hanya sekadar rutinitas pertanian biasa, melainkan simbol kebangkitan ekonomi pemuda di tingkat cabang. Lahan seluas beberapa petak yang dikelola secara swadaya oleh para pemuda ini sebelumnya sempat menjadi harapan besar saat ditanami tomat. Namun, alam berkehendak lain. Curah hujan yang tinggi dan sistem drainase kawasan yang kewalahan menampung debit air menyebabkan banjir merendam area pertanian tersebut, mematikan tanaman tomat yang sejatinya sangat sensitif terhadap genangan air berlebih.

Beralih dari Tomat, Mengapa Memilih Pisang Raja?

Keputusan untuk mengganti komoditas dari tomat menjadi pisang tidak diambil secara sembarangan. Berdasarkan evaluasi pasca-banjir, PCPM Kandangan menyadari perlunya menanam komoditas yang lebih tangguh terhadap perubahan cuaca dan memiliki perakaran yang lebih kuat dalam menahan struktur tanah.

Pisang, khususnya varietas Pisang Raja, dipilih karena berbagai pertimbangan strategis, baik dari segi agronomis maupun ekonomis:

  • Ketahanan Terhadap Cuaca: Dibandingkan dengan tanaman hortikultura seperti tomat yang mudah membusuk jika akarnya terendam air, pohon pisang memiliki daya tahan yang relatif lebih baik terhadap kondisi tanah yang lembap, asalkan tidak tergenang secara permanen.

  • Nilai Jual yang Tinggi: Pisang Raja memiliki kasta tersendiri di pasar tradisional maupun modern. Jenis pisang ini selalu dicari, baik untuk konsumsi harian, bahan baku industri kuliner rumahan, hingga kebutuhan acara-acara adat dan keagamaan di masyarakat.

  • Perawatan yang Lebih Efisien: Bagi para pemuda yang sebagian besar juga memiliki kesibukan di sektor lain, tanaman pisang menawarkan efisiensi waktu perawatan. Pisang tidak membutuhkan penyemprotan hama atau pemupukan yang seintensif tanaman tomat.

"Kami belajar banyak dari musibah banjir kemarin. Tanaman tomat memang menjanjikan keuntungan yang cepat, namun risikonya juga sangat tinggi di musim dengan cuaca yang tidak menentu. Oleh karena itu, kami bermusyawarah dan memutuskan untuk beralih ke Pisang Raja. Selain lebih tahan banting, prospek pasarnya di wilayah ini sangat terbuka lebar," ujar salah satu koordinator bidang ekonomi dan kewirausahaan PCPM Kandangan.

Semangat Gotong Royong di Hari Minggu

Kegiatan penanaman pada hari Minggu kemarin berlangsung dengan penuh antusiasme. Sejak pukul 08.30 pagi, para anggota PCPM telah berkumpul di lahan dengan membawa peralatan cangkul, sabit, dan dua puluhan bibit Pisang Raja yang sudah disiapkan sejak sepekan sebelumnya.

Bibit-bibit unggul tersebut diperoleh dari hasil pembibitan lokal yang sudah teruji kualitasnya. Sebelum penanaman dilakukan, para pemuda terlebih dahulu membersihkan sisa-sisa tanaman tomat yang mati membusuk dan membenahi bedengan tanah. Mereka juga terlihat memperbaiki saluran air di sekitar lahan untuk memastikan kejadian genangan banjir tidak terulang kembali dan air dapat mengalir dengan lancar saat hujan lebat turun.

Proses penanaman dilakukan dengan sistem jarak tanam yang terukur, memastikan setiap bibit mendapatkan ruang tumbuh yang ideal dan sirkulasi udara yang baik. Canda tawa dan semangat ukhuwah (persaudaraan) khas pemuda mewarnai aktivitas tersebut, mengubah rasa kecewa akibat gagal panen sebelumnya menjadi energi positif untuk memulai lembaran baru.

Proyeksi Jangka Panjang dan Ketahanan Pangan

Langkah PCPM Kandangan ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat sekitar. Di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, apa yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah Kandangan membuktikan bahwa sektor agrikultur masih memiliki daya tarik jika dikelola dengan mindset kewirausahaan dan kemampuan adaptasi yang baik.

Penanaman Pisang Raja ini diproyeksikan akan mulai menampakkan hasil dalam waktu kurang dari satu tahun ke depan. Nantinya, hasil panen tidak hanya akan dijual ke pasar induk, tetapi juga direncanakan untuk diolah lebih lanjut oleh unit usaha ekonomi PCPM. Harapannya, hal ini dapat menciptakan nilai tambah (added value) produk, seperti menjadikannya keripik pisang premium atau olahan kekinian lainnya yang digemari oleh anak muda.

Lebih dari sekadar mencari keuntungan finansial, kegiatan ini merupakan bentuk dakwah bil hal (dakwah melalui perbuatan nyata) dari PCPM Kandangan. Melalui program kemandirian ekonomi seperti ini, organisasi berharap dapat mencetak kader-kader yang tidak hanya kuat secara spiritual dan intelektual, tetapi juga mandiri secara finansial dan mampu memberikan manfaat langsung bagi ketahanan pangan masyarakat di sekitarnya.

Menjelang tengah hari, seluruh bibit Pisang Raja telah berhasil ditanam. Diiringi doa bersama, para pemuda PCPM Kandangan berharap lahan yang sempat lumpuh oleh banjir tersebut kini dapat tumbuh subur, membawa keberkahan, dan kelak menghasilkan panen pisang yang melimpah ruah.

KANDANGAN — Kehadiran fasilitas olahraga baru berupa satu set meja tenis meja telah membawa angin segar dan energi positif bagi pergerakan pemuda di wilayah Kandangan. Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan baru-baru ini meresmikan sarana olahraga tersebut yang kini ditempatkan di area Masjid Nurul Iman, Punduhan. Lebih dari sekadar alat permainan, kehadiran meja tenis meja ini menjadi simbol kebangkitan semangat, peningkatan kekompakan, dan katalisator keaktifan para pemuda setempat dalam rangka mendukung visi besar: memakmurkan masjid.

Pengadaan fasilitas sarana olahraga ini memiliki cerita di balik layar yang sangat inspiratif dan patut dijadikan contoh. Meja pingpong tersebut tidak didapatkan begitu saja secara instan, melainkan merupakan hasil kolaborasi dan sinergi pendanaan yang luar biasa antara generasi tua dan generasi muda. Dana pembelian bersumber dari dua pintu utama, yakni bantuan pembinaan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan dan hasil iuran mandiri (urunan) dari para anggota PCPM Kandangan itu sendiri.

Adanya porsi iuran dari para pemuda membuktikan tingginya rasa memiliki (sense of belonging) dan kemandirian dari organisasi otonom ini. Mereka tidak hanya menunggu uluran tangan, tetapi juga berinisiatif dan rela menyisihkan sebagian rezeki mereka demi terwujudnya kebaikan bersama. Di sisi lain, kucuran dana bantuan dari PCM menegaskan adanya perhatian, dukungan, dan kasih sayang yang serius dari struktur pimpinan persyarikatan di tingkat cabang terhadap pembinaan fisik maupun mental generasi penerusnya.

Menjadikan Masjid Sebagai Pusat Aktivitas Pemuda

Keputusan strategis untuk menempatkan dan memusatkan kegiatan tenis meja ini di lingkungan Masjid Nurul Iman Punduhan bukanlah tanpa alasan. Langkah ini merupakan pengejawantahan dari strategi dakwah kultural dan pendekatan persuasif yang diusung oleh pengurus PCPM Kandangan. Selama ini, salah satu tantangan terbesar dalam pembinaan pemuda di berbagai daerah adalah bagaimana menarik minat anak-anak muda untuk mau melangkah, berkumpul, dan menghabiskan waktu di lingkungan masjid.

Dengan adanya fasilitas olahraga yang digemari banyak kalangan ini, persepsi tentang masjid perlahan diperluas. Masjid Nurul Iman Punduhan kini tidak lagi hanya dilihat secara eksklusif sebagai tempat ibadah mahdhah (ritual), tetapi juga berhasil dikembalikan fungsinya sebagai pusat kegiatan sosial, silaturahmi, dan interaksi yang menyenangkan bagi anak muda.

Strategi "dari lapangan menuju saf shalat" ini terbukti efektif. Tujuan utamanya sangat jelas: meramaikan jamaah shalat lima waktu, khususnya pada waktu transisi krusial seperti shalat Maghrib dan Isya, di mana para pemuda biasanya menghabiskan waktu luang mereka di sore dan malam hari.

Membangun Ukhuwah Melalui Olahraga

Dampak positif dari kehadiran sarana olahraga ini sudah mulai dirasakan secara nyata. Sejak meja tenis tersebut tiba dan dipasang, pelataran Masjid Nurul Iman Punduhan menjadi jauh lebih hidup dan dinamis. Setiap sore hari menjelang waktu Maghrib, dan dilanjutkan selepas shalat Isya berjamaah, kerap terdengar pantulan bola pingpong yang diiringi oleh canda tawa para pemuda yang sedang bertanding dalam partai persahabatan.

Rutinitas baru yang menyehatkan ini perlahan namun pasti berhasil mengikis sekat-sekat kecanggungan yang mungkin sempat ada di antara para anggota. Anak-anak muda yang sebelumnya mungkin jarang hadir dalam forum-forum resmi atau pengajian rutin, kini mulai tergerak untuk datang secara rutin. Interaksi yang intens, santai, dan cair di sekeliling meja tenis meja ini pada gilirannya menumbuhkan ikatan emosional dan persaudaraan (ukhuwah islamiyah) yang sangat kuat. Ketika kekompakan dan rasa nyaman sudah terbangun di luar forum formal, pengurus PCPM mengakui menjadi jauh lebih mudah untuk memobilisasi para pemuda ini ke dalam program-program kerja organisasi lainnya, seperti kegiatan bakti sosial, kajian keislaman, pengkaderan, hingga gotong royong membersihkan lingkungan masjid.

Menanggapi antusiasme yang luar biasa ini, perwakilan pengurus PCPM Kandangan menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. "Kami sangat berterima kasih kepada Ayahanda di PCM Kandangan yang selalu mendukung pergerakan kami, serta kepada seluruh rekan-rekan pemuda yang rela menyisihkan uang pribadinya. Meja tenis ini adalah milik kita bersama, dirawat bersama, dan digunakan untuk kemaslahatan bersama. Melalui tenis meja, kita berdakwah dengan cara yang menggembirakan. Fisik menjadi sehat bugar, silaturahmi terjalin erat, dan yang terpenting, Masjid Nurul Iman di Punduhan ini semakin makmur dan dipenuhi oleh generasi muda yang cinta masjid," ungkap salah satu pengurus PCPM.

Ke depan, PCPM Kandangan berharap momentum positif dari pengadaan sarana tenis meja ini tidak berhenti hanya pada euforia sesaat. Fasilitas fisik ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi kebangkitan pergerakan pemuda Muhammadiyah di Kandangan yang lebih progresif, inovatif, dan selalu menjadikan masjid sebagai poros pergerakannya. Alat olahraga mungkin bisa rusak dimakan waktu, tetapi kekompakan dan cinta masjid yang lahir darinya akan terus abadi.

KANDANGAN, 12 Juli 2026 — Suasana sejuk dan berkabut khas dataran tinggi Temanggung mengiringi langkah kaki ratusan warga pada Minggu pagi, 12 Juli 2026. Sejak pukul 06.00 WIB, pelataran dan ruang utama Masjid Nurul Iman yang berlokasi di Dusun Punduhan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, telah dipadati oleh para jamaah. Kehadiran mereka bukan tanpa alasan; pagi ini Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan menggelar acara rutin dan akbar bertajuk “Kuliah Ahad Pagi” yang tidak hanya menyuguhkan asupan rohani, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial melalui layanan kesehatan dan donor darah massal.

Acara yang berlangsung dengan khidmat dari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ini sukses menarik perhatian dan antusiasme warga sekitar. Berdasarkan catatan panitia, sekitar 150-an jamaah dari berbagai rentang usia, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga kelompok lanjut usia (lansia), hadir memenuhi saf-saf masjid. Mereka duduk rapi dengan penuh kekhusyukan, menantikan siraman rohani yang menjadi agenda utama pada perhelatan pagi ini.

Hadir sebagai penceramah utama adalah Ustaz Drs. H. Asy’ari Muhadi, MA, yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Temanggung. Dalam tausiyahnya, Ustaz Asy’ari mengangkat pesan sentral yang sejalan dengan moto acara yang tertulis, yakni “Ilmu yang bermanfaat, Hidup yang berkah”. Beliau memaparkan dengan lugas dan penuh hikmah betapa pentingnya menuntut ilmu bagi setiap muslim, tidak sekadar untuk kecerdasan intelektual semata, melainkan tentang bagaimana ilmu tersebut dapat diimplementasikan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan sekitar. Hal inilah yang pada akhirnya akan bermuara pada keberkahan hidup di dunia maupun akhirat. Gaya penyampaian beliau yang komunikatif dan diselingi dengan contoh-contoh kontekstual kehidupan sehari-hari membuat para jamaah tidak beranjak dari tempat duduknya hingga sesi ceramah usai.

Namun, daya tarik Kuliah Ahad Pagi PCM Kandangan kali ini tidak berhenti pada mimbar dakwah semata. Mengusung konsep syiar yang inklusif dan membumi, panitia penyelenggara turut merangkaikan kajian rutin ini dengan kegiatan sosial dan kemanusiaan. Hal ini merupakan manifestasi dari teologi Al-Ma’un yang selalu dipegang teguh oleh persyarikatan, yakni kewajiban untuk menyantuni dan memberdayakan umat, termasuk dalam aspek menjaga kesehatan fisik masyarakat.

Di area serambi dan halaman masjid, panitia telah menyediakan stan khusus untuk Cek Kesehatan Gratis. Program mulia ini dapat terlaksana berkat sinergi yang apik antara panitia PCM Kandangan dengan tim medis dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan dasar kesehatan fisik serta konsultasi ringan dengan tenaga medis profesional yang bertugas. Layanan ini disambut hangat oleh jamaah, terutama dari kalangan paruh baya dan lansia. Berdasarkan pantauan dan laporan dari tim di lokasi, belasan orang jamaah tampak mengantre dengan tertib untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara saksama. Melalui deteksi dini ini, diharapkan para jamaah dapat lebih mawas diri dan menjaga pola hidup sehat agar ibadah yang mereka jalankan sehari-hari dapat semakin optimal.

Selain pemeriksaan kesehatan, aksi kemanusiaan lain yang tak kalah krusial adalah penyelenggaraan Donor Darah. Untuk kegiatan ini, PCM Kandangan menggandeng langsung Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung. Mengingat kebutuhan suplai kantong darah di fasilitas kesehatan yang terus meningkat, inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam menyelamatkan nyawa sesama yang sedang berjuang memulihkan kesehatan. Antusiasme jamaah untuk menyumbangkan darahnya patut diapresiasi tinggi. Setelah melewati serangkaian proses skrining atau pemeriksaan kesehatan awal yang cukup ketat guna memastikan kelayakan donor—seperti pengecekan kadar hemoglobin (Hb) dan tekanan darah—tercatat sebanyak 12 orang pendonor dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya pagi ini. Keberhasilan 12 orang pahlawan kemanusiaan ini tentu memberikan tambahan stok darah yang sangat berharga bagi PMI Temanggung untuk disalurkan kelak.

Kesuksesan seluruh rangkaian acara ini tentu tidak lepas dari peran aktif, solidaritas, dan kerja keras berbagai elemen di bawah naungan PCM Kandangan. Sebagaimana tersemat dalam identitas acara, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari kolaborasi lintas Organisasi Otonom (Ortom), mulai dari Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Tapak Suci, hingga Hizbul Wathan.

Guna memperluas jangkauan dakwah di era modern, acara ini juga didokumentasikan untuk disebarluaskan melalui platform digital. Publik dapat mengikuti jejak digital syiar mereka melalui Instagram, Facebook, dan YouTube resmi ‘Muhammadiyah Kandangan’, serta melalui platform TikTok di akun ‘SUARA PEMUDA’.

Secara keseluruhan, perhelatan Kuliah Ahad Pagi di Masjid Nurul Iman Punduhan hari ini sukses mengukir kesan mendalam. Kegiatan ini menjadi prototipe ideal bagaimana sebuah pengajian agama tidak hanya berhenti pada pengayaan wawasan spiritualitas, melainkan langsung bertransformasi menjadi arena penebaran manfaat sosial yang nyata. Masyarakat berharap agenda komprehensif semacam ini dapat terus dipertahankan secara berkala di masa-masa yang akan datang.

TEMANGGUNG – Sektor pertanian merupakan salah satu pilar strategis dalam perekonomian nasional sekaligus menjadi motor penggerak utama bagi pemenuhan kedaulatan pangan masyarakat. Menyadari pentingnya aspek regenerasi pelaku sektor agraria di era modern, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan terus menggalakkan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Langkah nyata ini diwujudkan melalui agenda Pelatihan Agribisnis Petani Milenial (Integrated Farming) Angkatan VII dan VIII, serta Pelatihan Budidaya Tembakau Angkatan III dan IV yang diselenggarakan secara resmi oleh Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah.

Sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki komitmen kuat pada pemberdayaan ekonomi umat, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan menyambut baik peluang strategis ini. Akselerasi kompetensi pemuda di bidang agribisnis dinilai sangat relevan dengan potensi geografis wilayah Kecamatan Kandangan yang kaya akan komoditas pertanian dan perkebunan. Melalui sinergi lintas sektor, PCPM Kandangan secara resmi mendelegasikan dua kader terbaiknya, yaitu Zaenal Arifin dan Muhammad Rif'at, untuk hadir sebagai representasi pemuda tani yang siap membawa perubahan positif bagi daerah asal.

Status Kepesertaan dan Sinergi Gerakan JATAM

Dalam pelaksanaan pelatihan berskala provinsi yang berlangsung intensif dari Selasa hingga Jum'at, 7 – 10 Juli 2026 ini, perwakilan dari PCPM Kandangan tidak bergerak sendiri. Mereka terintegrasi secara penuh dalam delegasi besar yang berjumlah 30 orang perwakilan dari unsur Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Provinsi Jawa Tengah. JATAM sendiri merupakan wadah strategis yang dibentuk oleh Persyarikatan Muhammadiyah guna mengonsolidasikan potensi para petani Muhammadiyah dari berbagai daerah agar memiliki daya tawar tinggi, pemahaman teknologi yang maju, serta jejaring pasar yang kuat.

Kehadiran 30 kader JATAM Jawa Tengah, termasuk di dalamnya perwakilan dari PCPM Kandangan, didasarkan pada surat undangan resmi berseri dinas dengan nomor urut khusus dari Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah (Nomor: 400.3.5.3/469/DISTANNAK/2026). Sinergi ini membuktikan bahwa kapasitas intelektual, manajerial, dan kemandirian pemuda Muhammadiyah di sektor agraris telah diakui secara formal oleh pemerintah daerah, sekaligus menjadi ajang pembuktian peran aktif pemuda dalam pembangunan nasional.

Fokus Materi dan Lokasi Strategis Pelatihan

Kegiatan ini dipusatkan di Kompleks Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah yang beralamat di Jalan Raya Magelang - Semarang Km. 12,8, Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Lokasi Soropadan dipilih karena memiliki fasilitas agro-training yang sangat memadai serta lahan praktik terpadu yang representatif.

Pelatihan mengombinasikan metode teoretis di dalam kelas dan praktik langsung di lapangan (field trip). Fokus materi yang dibedah meliputi tiga aspek utama:

  1. Agribisnis Petani Milenial (Integrated Farming): Materi ini membekali peserta mengenai konsep pertanian terpadu yang mengintegrasikan subsektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu siklus produksi mandiri. Melalui sistem ini, limbah pertanian dapat diolah menjadi pakan ternak atau pupuk organik, sementara limbah peternakan dimanfaatkan kembali sebagai nutrisi tanah. Hal ini bertujuan menciptakan efisiensi biaya produksi tertinggi dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan (zero waste).

  2. Budidaya Tembakau Modern: Mengingat wilayah Temanggung dan sekitarnya merupakan episentrum komoditas tembakau nasional, materi ini mengupas tuntas teknik budidaya terbaik (Good Agricultural Practices). Pembahasan dimulai dari pemilihan benih unggul, manajemen pemupukan yang ramah lingkungan, mitigasi hama penyakit tanaman, hingga teknik penanganan pasca-panen guna mempertahankan kualitas daun tembakau kelas premium.

  3. Pemanfaatan Teknologi Informasi (Android): Salah satu sesi krusial dalam pelatihan petani milenial ini adalah optimalisasi perangkat berbasis Android untuk manajemen agribisnis. Peserta diajarkan menggunakan aplikasi pemantauan cuaca, kalkulator digital kebutuhan pupuk, hingga platform pemasaran digital (e-commerce) guna memotong rantai distribusi yang selama ini merugikan petani kecil.

Dampak Strategis bagi PCPM Kandangan

Keikutsertaan Zaenal Arifin dan Muhammad Rif'at dalam forum ilmiah pertanian tingkat Jawa Tengah ini membawa dampak strategis jangka panjang bagi keberlangsungan program kerja PCPM Kandangan. Sepulangnya dari BAPELTAN Soropadan, kedua utusan ini memiliki kewajiban moral untuk melakukan transfer pengetahuan (knowledge sharing) kepada seluruh kader Pemuda Muhammadiyah dan kelompok tani binaan di tingkat ranting se-Cabang Kandangan.

Langkah nyata yang akan dirancang pasca-kegiatan ini meliputi inisiasi pilot project (proyek percontohan) pertanian terpadu skala kecil, serta penyelenggaraan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) guna mengedukasi petani muda lokal mengenai pemanfaatan teknologi pertanian modern. Langkah ini sejalan dengan khittah gerakan Pemuda Muhammadiyah dalam mewujudkan pilar Dakwah Ekonomi, di mana pemuda tidak hanya sekadar menjadi penonton pembangunan, melainkan menjadi aktor utama penggerak kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.

Penutup

Partisipasi aktif dalam Pelatihan Agribisnis Petani Milenial dan Budidaya Tembakau di BAPELTAN Soropadan ini menjadi tonggak penting bagi keterlibatan Pemuda Muhammadiyah dalam sektor riil. PCPM Kandangan menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah serta Pengurus Wilayah JATAM Jawa Tengah atas kesempatan berharga ini. Semoga ilmu yang diraih mampu menjadi pemantik kebangkitan ekonomi hijau yang berkemajuan, berkeadilan, dan menyejahterakan umat.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.