Juni 2026

KANDANGAN – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Temanggung terus membuktikan komitmennya dalam menebar kemanfaatan bagi masyarakat luas. Program aksi sosial bertajuk "Khitanan Gratis 100 Anak" yang diinisiasi oleh badan otonom Muhammadiyah ini dilaporkan terus berjalan secara maraton menyisir berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung.

Pada Sabtu (20/6/2026), giliran Kecamatan Kandangan yang menjadi sasaran pelaksanaan program. Bertempat di Desa Malebo, kegiatan khitanan gratis kali ini menyasar satu anak yang membutuhkan bantuan, dengan pendampingan melekat dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Meskipun dalam kesempatan tersebut hanya melayani satu anak, esensi dari program ini tidak berkurang sedikit pun, yakni memberikan pelayanan terbaik tanpa memandang kuantitas.

Sinergi Daerah dan Cabang demi Pengabdian

Ketua PDPM Temanggung menyampaikan bahwa program Khitanan Gratis 100 Anak ini dirancang bukan sebagai acara seremonial besar yang selesai dalam satu hari, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan (sustainable movement). Sistem jemput bola diterapkan agar anak-anak di pelosok desa yang benar-benar membutuhkan bisa terfasilitasi dengan baik.

"Kami tidak berfokus pada seberapa banyak anak yang dikhitan dalam satu hari, melainkan bagaimana program ini bisa konsisten berjalan dan menyentuh mereka yang membutuhkan. Satu anak di Desa Malebo, Kandangan ini adalah bagian dari target 100 anak yang terus kita cicil pemenuhannya," ujar perwakilan PDPM Temanggung.

Sinergi antara pengurus daerah (PDPM) dan pengurus cabang (PCPM) menjadi kunci utama kelancaran aksi sosial ini. PCPM Kandangan selaku pemilik wilayah bertindak aktif dalam melakukan pemetaan, verifikasi lapangan, hingga pendampingan psikologis kepada anak dan keluarga yang bersangkutan.

Suasana Hangat dan Humanis di Desa Malebo

Pelaksanaan khitanan yang berlangsung pada akhir pekan tersebut berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan. Pendampingan dari tim PCPM Kandangan membuat suasana khitanan yang biasanya menegangkan bagi anak-anak, berubah menjadi lebih santai dan bersahabat.

Tim medis yang digandeng oleh Pemuda Muhammadiyah menerapkan metode khitan modern yang minim rasa sakit dan memiliki proses penyembuhan yang relatif cepat. Hal ini dilakukan demi memberikan kenyamanan maksimal bagi sang anak. Usai prosesi khitan, anak tersebut juga mendapatkan paket santunan berupa uang saku, sarung, kopiah, serta paket edukasi untuk memicu semangat belajarnya.

Ketua PCPM Kandangan menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran agenda ini. Menurutnya, kehadiran Pemuda Muhammadiyah harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput dalam bentuk aksi nyata, bukan sekadar diskusi struktural.

"Kami dari PCPM Kandangan mendampingi langsung proses ini di Desa Malebo. Alhamdulillah, satu anak telah berhasil dikhitan dengan selamat dan lancar. Kami berterima kasih kepada PDPM Temanggung yang telah menginisiasi program luar biasa ini. Bagi kami, senyum satu anak dan keluarganya hari ini adalah energi untuk terus berkhidmat," ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Konsistensi Menuju Target 100 Anak

Program Khitanan Gratis ini merupakan salah satu pilar gerakan sosial Pemuda Muhammadiyah Temanggung pada periode ini. Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, biaya khitan mandiri terkadang masih menjadi beban tersendiri bagi sebagian keluarga kurang mampu di pedesaan. Oleh karena itu, PDPM Temanggung hadir sebagai solusi umat.

Hingga bulan Juni 2026 ini, grafik capaian program terus merangkak naik menuju target kuota 100 anak. Pola pelaksanaan yang fleksibel—di mana khitanan bisa dilakukan kapan saja begitu ada anak yang mendaftar dan terverifikasi—membuat program ini menjadi sangat efektif dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Pihak keluarga dari anak yang dikhitan di Desa Malebo menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemuda Muhammadiyah. Mereka mengaku sangat terbantu, terlebih pelayanan yang diberikan sangat ramah dan tidak dipungut biaya sepeser pun.

Menginspirasi Gerakan Kebaikan

PDPM Temanggung berharap konsistensi gerakan ini dapat memantik semangat kolaborasi yang lebih luas, baik dari internal warga Muhammadiyah maupun donatur publik secara umum. Langkah nyata di Kandangan ini diharapkan menjadi syiar positif bahwa Pemuda Muhammadiyah senantiesa siap sedia menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanah umat.

Dengan suksesnya pelaksanaan di Desa Malebo, Kandangan pada Sabtu lalu, Pemuda Muhammadiyah Temanggung dipastikan akan langsung bersiap bergerak menuju titik-titik kecamatan dan desa selanjutnya. Program Khitanan Gratis 100 Anak akan terus bergulir hingga seluruh kuota terpenuhi, membawa misi kemanusiaan dan kepedulian di sepanjang bumi Temanggung.

KANDANGAN, TEMANGGUNG – Semangat menggelora dan napas segar restrukturisasi organisasi tampak jelas dalam pemenuhan agenda resmi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Kandangan. Berdasarkan surat resmi nomor 066/IV.O/A/2026 yang diterbitkan pada 17 Juni 2026 (2 Muharram 1447 H), jajaran pimpinan cabang sukses menyelenggarakan agenda strategis "Monev SATUMU" (Monitoring dan Evaluasi Satu Muhammadiyah) yang diinisiasi langsung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung.

Acara penting ini berlangsung pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di gedung SMP Muhammadiyah 5 Kandangan, Jalan Raya Jumo - Kandangan Km.04, Malebo, Kecamatan Kandangan. Namun, ada pemandangan yang sangat menarik dan mencuri perhatian dalam pelaksanaan evaluasi kali ini: dominasi dan keterlibatan masif dari barisan kader muda yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan serta unsur pemuda di tingkat ranting.

Pemuda Jadi Motor Penggerak di Semua Lini

Langkah PCM Kandangan di bawah kepemimpinan Ir. H. Sunardi (Ketua) dan Nurudin (Sekretaris) patut diacungi jempol. Alih-alih hanya mengandalkan para senior, agenda Monev SATUMU kali ini justru menjadi panggung pembuktian bagi kapasitas pemuda Muhammadiyah di wilayah Kandangan.

Keterlibatan pemuda tidak lagi sekadar menjadi pelengkap ornamen acara atau bertugas di bagian logistik saja. Dalam agenda strategis ini, hampir di setiap Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Kandangan sengaja melibatkan pemuda secara aktif untuk ikut terlibat langsung menjadi ujung tombak program. Tak terkecuali di tingkat Cabang, posisi-posisi krusial dan strategis juga diisi oleh para pemuda berbakat dari PCPM Kandangan.

Hal ini terlihat jelas dari komposisi undangan yang hadir memenuhi ruang aula SMP Muhammadiyah 5 Kandangan. Para pemuda ini didelegasikan untuk mengisi posisi vital, khususnya sebagai Calon Agen dan Verifikator SATUMU. Peran verifikator dan agen menuntut ketelitian, penguasaan teknologi digital, serta mobilitas tinggi—kriteria yang sangat melekat kuat pada karakteristik pemuda masa kini.

Langkah Strategis Menuju Satu Sistem Terintegrasi

Program SATUMU sendiri merupakan program prioritas dari PDM Temanggung yang berfokus pada integrasi data, pengelolaan aset, administrasi, serta standardisasi sistem di seluruh cabang dan ranting Muhammadiyah. Guna menyukseskan program berskala besar ini, sinergi dengan organisasi otonom (ortom) pemuda menjadi kunci utama.

"Melibatkan pemuda dalam skema kerja digital seperti SATUMU adalah keputusan yang sangat tepat. Pemuda memiliki adaptabilitas yang cepat terhadap teknologi. Ketika tingkat ranting hingga cabang mempercayakan peran verifikator ini kepada kader-kader PCPM, kami melihat proses validasi data organisasi berjalan jauh lebih progresif dan dinamis," ungkap salah satu peserta yang hadir di lokasi.

Partisipasi aktif PCPM Kandangan dalam Monev ini membuktikan bahwa proses kaderisasi formal dan informal di lingkungan Cabang Kandangan berjalan dengan sangat sehat. Estafet kepemimpinan tidak menunggu masa depan, melainkan sudah dimulai hari ini melalui pembagian tanggung jawab yang nyata.

Apresiasi Atas Komitmen Tepat Waktu dan Dedikasi Kader

Acara yang dimulai tepat pukul 14.00 WIB ini berjalan dengan sangat tertib, interaktif, dan penuh dengan dinamika diskusi yang konstruktif. Perwakilan dari PDM Temanggung yang bertindak sebagai tim monitoring memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme kehadiran para kader di Kandangan. Tingginya kehadiran elemen pemuda dari PCPM dan ranting memberikan sinyal positif bahwa Muhammadiyah Kandangan siap menyongsong tata kelola organisasi yang lebih modern dan transparan.

Keterlibatan penuh pemuda dalam struktur agen dan verifikator ini diharapkan tidak berhenti pada momentum Monev semata, melainkan terus berlanjut dalam pengawalan program-program keumatan jangka panjang.

Dengan suksesnya penyelenggaraan Monev SATUMU di SMP Muhammadiyah 5 Kandangan ini, PCPM Kandangan bersama seluruh elemen Pimpinan Cabang dan Ranting telah membuktikan bahwa pemuda bukan lagi sekadar ban serep organisasi, melainkan mesin utama yang siap menggerakkan roda dakwah persyarikatan Muhammadiyah menuju berkemajuan.

KANDANGAN – Langkah strategis menuju digitalisasi dan keakuratan data organisasi terus digalakkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Pada Ahad, 14 Juni 2026, bertempat di Masjid Nurul Iman Punduhan, Kandangan, sukses digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) SATUMU (Satu Data Muhammadiyah) Tingkat Cabang Kandangan. Kegiatan ini mengusung jargon utama, “Data Kuat, Persyarikatan Hebat, Umat Berkemajuan.”

Acara yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh sekitar 12 orang peserta yang merupakan perwakilan dari 5 Ranting Muhammadiyah se-Cabang Kandangan. Di antara para peserta, kehadiran Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kandangan menjadi sorotan utama. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta pasif, melainkan siap mengambil peran krusial sebagai garda terdepan dalam proses pemutakhiran data di tingkat akar rumput (ranting).

Sinergi dan Peran Krusial AMM Kandangan

Bimtek SATUMU ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menyatukan visi, gerak, dan tujuan dalam pengelolaan administrasi serta data warga Muhammadiyah. Mengingat pentingnya aspek teknologi dalam program ini, keterlibatan aktif elemen muda seperti AMM Kandangan dinilai sangat vital.

Sesuai dengan ketentuan kepesertaan yang mewajibkan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) hadir bersama dua orang lain yang ditunjuk, AMM Kandangan secara resmi diamanahkan untuk mengemban tugas sebagai Agen dan Verifikator. Karakteristik AMM yang adaptif, akrab dengan manajemen data, serta melek teknologi menjadi modal utama dalam menyukseskan program digitalisasi persyarikatan ini.

Sebagai Agen dan Verifikator, para kader AMM Kandangan memiliki tanggung jawab besar setelah pelatihan ini usai. Mereka tidak hanya berhenti pada pemahaman teori di ruang bimtek, tetapi akan langsung terjun, bergerak, dan mengawal proses pendataan secara riil di asal ranting masing-masing.

Tugas Utama AMM di Tingkat Ranting:

  • Agen: Bertugas menghimpun, memvalidasi, dan menginput formulir daftar warga Muhammadiyah yang telah diisi oleh warga di masing-masing ranting.

  • Verifikator: Memastikan keabsahan data yang masuk agar tidak terjadi duplikasi atau kekeliruan, sehingga melahirkan basis data yang benar-benar akurat dan akuntabel.

Jalannya Bimtek dan Semangat Kolaborasi

Sejak pagi hari, suasana di Masjid Nurul Iman Punduhan sudah dipadati oleh para peserta yang membawa perangkat kerja operasional mereka, seperti laptop dan smartphone. Ketentuan membawa gawai ini menjadi syarat mutlak karena Bimtek SATUMU lebih banyak berfokus pada simulasi dan praktik langsung pengoperasian sistem aplikasi data.

Selain perangkat digital, setiap perwakilan dari 5 ranting juga membawa dokumen penting berupa formulir daftar warga Muhammadiyah yang sebelumnya telah diunduh dan diisi di tingkat ranting. Dokumen fisik dan soft file inilah yang menjadi bahan simulasi utama dalam pelatihan tersebut.

Ketua PCM Kandangan dalam sambutannya menekankan bahwa SATUMU adalah kunci masa depan pergerakan organisasi. Melalui data yang valid, Muhammadiyah dapat memetakan potensi umat, merancang program sosial-keagamaan yang tepat sasaran, serta mengukur sejauh mana dampak dakwah persyarikatan di tengah masyarakat. Kehadiran kader muda AMM dalam kesempatan ini dinilai memberikan energi baru dan optimisme tinggi bahwa program ini akan berjalan secara berkelanjutan.

Bergerak Serentak di 5 Ranting

Dengan keterbatasan jumlah personel yang hadir—yakni sekitar 12 orang—hal tersebut tidak menyurutkan semangat efektivitas forum. Justru dengan jumlah yang proporsional dari 5 ranting se-Cabang Kandangan, proses bimbingan teknis berjalan dengan sangat intensif, interaktif, dan fokus pada pemecahan masalah teknis di lapangan.

Setelah mendapatkan pembekalan intensif mengenai sistem kerja SATUMU, para kader AMM Kandangan yang telah dikukuhkan sebagai Agen dan Verifikator menyatakan kesiapannya untuk langsung bergerak serentak. Mereka diproyeksikan menjadi motor penggerak digitalisasi di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

Melalui aksi nyata ini, AMM Kandangan membuktikan diri bukan sekadar organisasi kepemudaan yang gemar berwacana, melainkan kelompok kerja nyata yang siap mendukung penuh kebijakan strategis persyarikatan. Gerakan serentak di tingkat ranting ini diharapkan dapat mempercepat rampungnya program Satu Data Muhammadiyah di tingkat Cabang Kandangan dalam waktu dekat.

Kegiatan bimtek ditutup dengan sesi foto bersama dan deklarasi komitmen bersama yang menggaungkan komitmen perjuangan lokal: “Satu Data, Satu Langkah, Satu Tujuan: Persyarikatan Maju.” Dengan selesainya agenda ini, babak baru penataan administrasi berbasis digital di Cabang Kandangan resmi dimulai secara masif dari tingkat ranting hingga cabang.

TEMANGGUNG - Langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat di sektor agraria mulai dimatangkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung. Melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup (LPMLH), PDM Temanggung menggelar Rapat Koordinasi Pembentukan Jaringan Tani Muhammadiyah (JATAM) Kabupaten Temanggung. Agenda krusial ini dilangsungkan pada hari Jum'at, 12 Juni 2026, bertempat di Kantor PDM Temanggung yang beralamat di Jl. Gerilya No. 83 Dompon, Kowangan.


Pertemuan ini menjadi tonggak awal sinergi para penggerak dakwah agraria di wilayah Temanggung. Mengingat pentingnya agenda tersebut, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan memberikan perhatian penuh dengan mengirimkan delegasi resminya. Dua orang perwakilan pemuda terbaik dari PCPM Kandangan, yakni Zaenal Arifin dan Muhammad Rif'at, hadir secara langsung untuk mengawal jalannya koordinasi pembentukan struktur JATAM tingkat daerah tersebut.

Komitmen Pemuda Muhammadiyah Kandangan dalam Dakwah Agraria

Kehadiran Zaenal Arifin dan Muhammad Rif'at dalam forum ini membawa misi penting dari wilayah Kecamatan Kandangan, yang dikenal memiliki potensi pertanian cukup besar. Sebagai representasi angkatan muda, PCPM Kandangan memandang pembentukan JATAM bukan sekadar urusan administratif organisasi, melainkan sebuah gerakan konkret untuk menjawab tantangan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani lokal.
"Kami hadir membawa mandat dan semangat dari rekan-rekan pemuda di Kandangan," ujar Zaenal Arifin di sela-sela acara. "Sektor pertanian adalah pilar utama kehidupan masyarakat Temanggung. Melalui JATAM, kami berharap Pemuda Muhammadiyah dapat mengambil peran strategis, menjadi motor penggerak inovasi pertanian, serta menjembatani kebutuhan petani tradisional menuju era agribisnis yang lebih modern dan berkeadilan."
Hal senada diungkapkan oleh Muhammad Rif'at. Ia menekankan bahwa keterlibatan aktif pemuda dalam isu agraria sangat mendesak. "Saat ini tantangan sektor pertanian semakin kompleks, mulai dari regenerasi petani yang lambat hingga persoalan rantai pasok. Kehadiran kami di sini adalah wujud kesiapan Pemuda Muhammadiyah Kandangan untuk berkolaborasi dengan jajaran struktural JATAM Kabupaten Temanggung demi memajukan harkat hidup para petani," tegasnya

Jalannya Rapat Koordinasi di Kantor PDM

Rapat koordinasi yang dimulai pukul 13.30 WIB ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan LPMLH PDM Temanggung. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan menyanyikan lagu Sang Surya, memompa semangat bermuhammadiyah seluruh peserta yang hadir dari berbagai cabang se-Kabupaten Temanggung.

Berdasarkan surat undangan bernomor 01/III.10/A/2026 yang ditandatangani oleh Ketua LPMLH Sururul Huda, S.Sos. dan Sekretaris Samsul Hadi, S.Sos, MT, agenda utama pertemuan ini adalah merumuskan rancangan komposisi kepengurusan serta arah program kerja awal JATAM Temanggung. Pembentukan jaringan ini juga telah mendapatkan restu dan diketahui secara resmi oleh Ketua PDM Temanggung, Drs. Makmun Pitoyo, M.Pd..

Dalam sambutannya, pihak PDM Temanggung menekankan bahwa JATAM didirikan sebagai wadah konsolidasi bagi warga Muhammadiyah yang bergerak di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Melalui jaringan yang sistematis, Muhammadiyah ingin memastikan adanya pendampingan berkelanjutan bagi petani, baik dalam hal akses permodalan, edukasi teknologi pertanian ramah lingkungan, hingga membuka jaringan pasar yang lebih luas dan sehat.

Sinergi dan Langkah Strategis ke Depan

Dalam sesi diskusi kelompok, perwakilan PCPM Kandangan, Zaenal Arifin dan Muhammad Rif'at, turut memberikan sumbangsih pemikiran yang konstruktif. Mereka menyoroti pentingnya pemetaan potensi komoditas unggulan di setiap kecamatan serta penguatan kelembagaan kelompok tani di tingkat ranting (desa). Pemikiran ini disambut baik oleh pimpinan rapat dan calon pengurus JATAM lainnya.

Koordinasi yang berlangsung dinamis namun penuh kekeluargaan ini berhasil merumuskan beberapa rekomendasi nama yang akan mengisi pos-pos strategis di struktur JATAM Kabupaten Temanggung. Selain itu, forum juga menyepakati perlunya tindak lanjut cepat berupa konsolidasi ke tingkat cabang pasca-surat keputusan kepengurusan resmi diterbitkan oleh PDM Temanggung.

Dengan selesainya rapat koordinasi ini pada sore hari, harapan baru bagi kemajuan pertanian berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan resmi dititipkan pada pundak para calon pengurus JATAM Temanggung. PCPM Kandangan menyatakan siap mengawal seluruh hasil keputusan rapat dan berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan program-program JATAM di wilayah Kandangan demi terwujudnya petani yang berdaya dan mandiri.

KANDANGAN – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan kembali menunjukkan komitmen dan gerak nyatanya dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan aset persyarikatan. Pada hari ini, tim dari PCPM Kandangan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan survei lahan yang ketiga kalinya di Dusun Ngulakan, Desa Kedungumpul.

Survei kali ini berfokus pada dua petak sawah potensial milik Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedungumpul. Lahan pertanian tersebut secara resmi telah diamanahkan dan diserahterimakan kepada PCPM Kandangan untuk dikelola secara produktif oleh para pemuda. Langkah ini diharapkan mampu menjadi pemantik kemandirian ekonomi organisasi sekaligus percontohan ketahanan pangan berbasis komunitas.

Langkah Konkret Menuju Kemandirian Ekonomi

Kunjungan lapangan yang berlangsung hari ini merupakan kelanjutan dari rangkaian koordinasi panjang antara pihak PCPM Kandangan dan PRM Kedungumpul. Kehadiran para pengurus Pemuda Muhammadiyah di Dusun Ngulakan disambut hangat oleh tokoh masyarakat dan warga setempat. Survei ketiga ini sengaja dilakukan untuk melakukan pemetaan yang lebih detail terkait topografi lahan, ketersediaan sumber air, serta analisis jenis tanaman yang paling cocok untuk dibudidayakan.

Ketua PCPM Kandangan menegaskan bahwa amanah yang diberikan oleh Ketua PRM Kedungumpul bukan sekadar penyerahan aset fisik, melainkan sebuah tanggung jawab besar bagi generasi muda untuk membuktikan perannya.

"Kami melihat ini sebagai peluang sekaligus tantangan. Pemuda tidak boleh hanya jago berorganisasi di dalam ruangan, tetapi harus mau turun ke sawah, menyentuh tanah, dan menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan persyarikatan," ujarnya di sela-sela kegiatan survei.

Detail Lahan dan Potensi Pertanian

Dua petak sawah yang diamanahkan ini terletak di kawasan yang cukup strategis di Dusun Ngulakan. Berdasarkan hasil pengamatan tim survei, lahan tersebut memiliki kondisi tanah yang subur dan karakteristik yang sangat mendukung untuk sektor pertanian pangan atau hortikultura.

Beberapa poin penting dari hasil survei ketiga hari ini antara lain:

  • Kondisi Tanah: Memiliki tingkat kesuburan yang baik, cocok untuk penanaman padi maupun palawija.

  • Sistem Irigasi: Pasokan air dinilai cukup stabil, namun memerlukan sedikit optimalisasi saluran parit di sekitar pembatas petak sawah.

  • Luas dan Aksesibilitas: Lokasi kedua petak sawah mudah dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, yang nantinya akan sangat memudahkan proses mobilisasi pupuk dan hasil panen.

PCPM Kandangan berencana menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan (sustainable farming) dengan melibatkan teknologi tepat guna dan metode organik. Hal ini bertujuan agar hasil panen maksimal tanpa merusak ekosistem tanah jangka panjang.

Sinergi Senior dan Pemuda Muhammadiyah

Penyerahan amanah pengelolaan lahan dari Ketua PRM Kedungumpul kepada PCPM Kandangan ini menjadi simbol estafet perjuangan dan kepercayaan yang kuat antar-generasi di lingkungan Muhammadiyah. Ketua PRM Kedungumpul berharap, di tangan para pemuda, lahan sawah tersebut tidak hanya sekadar menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi laboratorium hidup tempat kader-kader muda belajar berwirausaha.

"Kami mempercayakan aset ini kepada pemuda karena kami yakin mereka memiliki energi, inovasi, dan pemikiran yang segar. Sudah saatnya lahan-lahan produktif seperti ini dikelola dengan manajemen yang lebih modern oleh anak-anak muda kita," ungkap Ketua PRM Kedungumpul.

Melalui sinergi ini, Pemuda Muhammadiyah Kandangan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi kader lokal serta menggalang dana mandiri untuk membiayai berbagai program sosial dan keagamaan yang selama ini rutin berjalan.

Rencana Tindak Lanjut (Action Plan)

Setelah survei ketiga ini selesai, PCPM Kandangan akan segera menggelar rapat pleno khusus untuk merumuskan master plan pengelolaan lahan. Agenda terdekat yang akan dilakukan meliputi pembersihan lahan (land clearing), pengondisian tanah, dan penentuan jadwal tanam perdana.

Dengan semangat gotong royong dan etos kerja khas pemuda, gerakan kembali ke tanah dan pertanian ini diharapkan dapat berjalan lancar. PCPM Kandangan juga membuka ruang kolaborasi bagi pihak akademisi, penyuluh pertanian, maupun instansi terkait yang ingin memberikan pendampingan teknis agar proyek pengolahan dua petak sawah di Dusun Ngulakan ini mencapai keberhasilan yang optimal.

SEMARANG, 3 Juni 2026 – Pagi yang sejuk menyelimuti pelataran Markas Komando Distrik Militer (Makodim) pada hari ini, Rabu, 3 Juni 2026. Tepat pukul 06.30 WIB, sebuah kendaraan minibus berjenis Elf telah terparkir rapi dan siap memberangkatkan rombongan perwakilan daerah menuju Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IV/Diponegoro. Di antara rombongan yang bersiap, tampak sosok Didik Sufyarani, Komandan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cabang Kandangan, yang hadir mewakili elemen sipil dengan mengenakan seragam kebanggaan organisasinya.

Keberangkatan Didik Sufyarani beserta rombongan hari ini merupakan respons atas panggilan tugas dan sinergi lintas institusi yang diinstruksikan langsung oleh komando atas. Berdasarkan Surat Telegram (ST) Danrem nomor ST/448/2026, hari ini diselenggarakan agenda penting bertajuk "Kegiatan Pembinaan Lingkungan Hidup Tingkat Kodam IV/Diponegoro". Acara ini dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB, mengambil tempat di Aula Makodam.

Kemanunggalan TNI dan Elemen Sipil

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan prajurit militer, tetapi juga menggandeng langsung organisasi masyarakat (Ormas) serta elemen kepemudaan untuk mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat dalam menjaga kelestarian ekosistem. Sesuai dengan tembusan surat yang ditujukan kepada Kepala Staf Kodim (Kasdim) serta Komandan Rayon Militer (Danramil) 12/Bulu dan Danramil 8/Kandangan, rombongan yang diberangkatkan pagi ini terdiri dari perwakilan lintas sektor yang sangat beragam.

Untuk memastikan keterwakilan elemen masyarakat yang proporsional, delegasi dibagi berdasarkan wilayah Koramil masing-masing:

  • Delegasi Koramil 08/Kandangan:

    • 1 orang Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai unsur TNI.

    • 2 orang perwakilan Organisasi Masyarakat (Ormas), di mana Didik Sufyarani selaku Komandan KOKAM Kandangan menjadi salah satu pilar utamanya.

  • Delegasi Koramil 12/Bulu:

    • 1 orang perwakilan Karang Taruna (mengenakan seragam resmi Karang Taruna).

    • 1 orang perwakilan komunitas Pecinta Alam (mengenakan pakaian lapangan Pecinta Alam).

Keberagaman latar belakang peserta ini menunjukkan betapa inklusifnya pendekatan Kodam IV/Diponegoro dalam merawat lingkungan hidup. Sesuai aturan yang ditetapkan, para prajurit TNI tampil gagah dengan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Loreng Malvinas, sementara para perwakilan sipil diizinkan mengenakan pakaian seragam organisasi masing-masing, menciptakan pemandangan yang harmonis antara warna militer dan corak keragaman masyarakat sipil.

Komitmen KOKAM Kandangan terhadap Ekologi

Bagi Didik Sufyarani, tugas mewakili wilayah Kandangan dalam agenda lingkungan hidup tingkat Kodam merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Keterlibatan KOKAM dalam kegiatan ini secara langsung menegaskan komitmen Pemuda Muhammadiyah terhadap isu-isu kelestarian alam dan ekologi.

"Kehadiran kami dari KOKAM Kandangan untuk memenuhi instruksi dan undangan ini adalah wujud nyata dari dakwah bil hal (dakwah melalui perbuatan). Menjaga alam serta merawat lingkungan hidup adalah kewajiban yang selaras dengan nilai-nilai agama dan prinsip organisasi kami. Sinergi bersama jajaran TNI memberikan ruang bagi Ormas untuk berkontribusi lebih luas dan berdampak nyata bagi keselamatan ekosistem daerah kita," ujar Didik sesaat sebelum menaiki kendaraan Elf.

Perjalanan dari Makodim menuju Aula Makodam di Semarang menjadi momentum berharga bagi para delegasi. Di dalam kendaraan, silaturahmi antar rombongan Koramil 08/Kandangan dan Koramil 12/Bulu terus terjalin. Mereka bertukar pikiran mengenai potensi lingkungan serta tantangan ekologis di wilayah masing-masing, mulai dari potensi lahan kritis hingga pengelolaan sampah desa.

Harapan dan Rencana Aksi Pasca-Kegiatan

Kegiatan Pembinaan Lingkungan Hidup di Makodam IV/Diponegoro ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan mampu melahirkan rencana aksi yang konkret. Fokus pembinaan yang akan disosialisasikan biasanya mencakup upaya reboisasi, pengelolaan lahan resapan air, penanganan sampah terpadu, hingga mitigasi bencana hidrometeorologi.

Sebagai Komandan KOKAM, Didik memikul harapan besar untuk menyerap seluruh ilmu dan arahan dari Makodam hari ini. Ilmu tersebut nantinya harus diestafetkan ke tingkat pimpinan cabang hingga ranting di wilayah Kandangan. KOKAM diharapkan mampu menjadi motor penggerak bersama Babinsa di desa-desa untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan sekitar.

"Sepulang dari Aula Makodam nanti, tugas sesungguhnya di lapangan baru akan dimulai. Kami siap berkoordinasi secara berkelanjutan dengan Danramil 08/Kandangan dan rekan-rekan Babinsa untuk membumikan program pelestarian ini. KOKAM harus senantiasa berada di garda terdepan untuk turun menanam pohon dan merawat alam semesta sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan dan Tanah Air," pungkas Didik memantapkan tekadnya.

Tepat pukul 09.00 WIB, seluruh delegasi dijadwalkan telah duduk di Aula Makodam IV/Diponegoro, siap menyerap pembekalan dan memulai babak baru dalam sinergi sipil-militer demi menjaga hijaunya bumi pertiwi.

TEMANGGUNG – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar upacara bendera yang khidmat di Halaman Kantor Bupati Temanggung. Acara yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, aparatur sipil negara, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan yang ada di wilayah Kabupaten Temanggung. Momentum sakral ini menjadi wadah refleksi nasional untuk menguatkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upacara peringatan tahun ini mengusung tema yang sangat mendalam dan relevan dengan kondisi kontemporer, yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia", dengan lambang resmi Garuda Pancasila. Tema tersebut menegaskan kembali peran strategis Pancasila bukan hanya sebagai pemersatu keberagaman di internal bangsa Indonesia, melainkan juga sebagai sumbangsih pemikiran luhur untuk menciptakan perdamaian yang abadi di tingkat global. Melalui tema ini, seluruh elemen bangsa diajak untuk mempererat tali persaudaraan dan mengesampingkan segala perbedaan demi kepentingan nasional.

Menindaklanjuti Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 2 Tahun 2026 tertanggal 21 April 2026, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Temanggung, Tri Raharjo, S.IP., M.Si., secara resmi melayangkan surat permohonan peserta upacara bernomor 003.1 / 111 / V / 2026. Surat yang ditandatangani pada tanggal 24 Mei 2026 tersebut mengundang organisasi kemasyarakatan utama di Temanggung, antara lain Senkom Mitra Polri Kabupaten Temanggung, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Temanggung, dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kabupaten Temanggung. Masing-masing organisasi diminta untuk mendelegasikan satu pleton pasukan guna berparade menggunakan pakaian kebesaran organisasi masing-masing.

Menanggapi instruksi resmi dari Bakesbangpol tersebut, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah melalui KOKAM Kandangan menunjukkan komitmen luar biasa dengan mengirimkan 5 personil terbaiknya untuk memenuhi panggilan negara. Keikutsertaan 5 personil KOKAM Kandangan dalam upacara ini menjadi sorotan positif dan cerminan dari semangat militansi yang tinggi di tingkat cabang. Meskipun berada di tingkat kecamatan, KOKAM Kandangan tidak pernah absen dalam panggilan tugas kebangsaan. Kehadiran 5 personil pilihan ini didesain khusus untuk berintegrasi dan melebur bersama personil KOKAM dari berbagai cabang lain di wilayah Kabupaten Temanggung, membentuk satu kesatuan pleton yang solid, rapi, dan berwibawa di bawah komando daerah. Sinergi antar-cabang ini memperlihatkan struktur organisasi yang mapan serta komunikasi yang berjalan efektif di tubuh Pemuda Muhammadiyah Temanggung.

Komandan KOKAM Cabang Kandangan menyatakan bahwa pengiriman lima personil ini merupakan bentuk implementasi nyata dari pilar kesiapsiagaan nasional yang dimiliki oleh KOKAM. Bergabungnya personil Kandangan dengan cabang-cabang lain seperti Temanggung Kota, Parakan, Ngadirejo, dan wilayah lainnya membuktikan bahwa perbedaan geografis tidak membatasi semangat satu komando. Di lapangan, mereka berdiri berdampingan secara harmonis, menyatukan derap langkah, dan menunjukkan kedisiplinan yang tinggi selama prosesi pengibaran bendera merah putih berlangsung hingga selesai.

Integrasi antar-cabang ini juga memberikan dampak psikologis yang kuat bagi internal kader. Melalui momentum ini, personil KOKAM Kandangan dapat saling bertukar pengalaman, mempererat silaturahmi, dan memperkuat soliditas organisasi. Kehadiran mereka dengan seragam loreng khas KOKAM yang dipadukan dengan baret merah menegaskan identitas mereka sebagai benteng pertahanan bangsa yang religius dan nasionalis. Sinergitas ini sangat krusial dalam menghadapi kompleksitas tantangan kepemudaan dan sosial di masa depan, khususnya di wilayah Kabupaten Temanggung.

Lebih luas lagi, kehadiran pleton gabungan KOKAM ini berpadu serasi dengan pasukan dari Banser dan Senkom Mitra Polri di lapangan upacara. Pemandangan tersebut menciptakan lanskap visual yang luar biasa, menggambarkan kerukunan antarelemen pemuda Islam dan organisasi mitra keamanan di Temanggung. Semua organisasi berdiri tegak dalam satu kesatuan barisan, menghormati sang saka Merah Putih, dan mendengarkan amanat upacara dengan penuh khidmat. Hal ini menjadi bukti konkret bahwa di bawah naungan ideologi Pancasila, segala bentuk perbedaan seragam dan latar belakang organisasi melebur menjadi satu kepentingan, yaitu menjaga NKRI.

Dengan berakhirnya upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, diharapkan semangat pemersatu yang ditunjukkan oleh Bakesbangpol Temanggung serta dedikasi nyata yang diperlihatkan oleh 5 personil KOKAM Kandangan bersama cabang-cabang lainnya dapat terus menyala. Semangat kebersamaan dan kegotongroyongan ini tidak boleh berhenti sebatas seremonial di lapangan upacara saja, melainkan harus diimplementasikan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya masyarakat Temanggung yang aman, damai, sejahtera, dan berkemajuan.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.