Agustus 2026

KLEDUNG — Suasana sejuk lereng Gunung Sindoro-Sumbing tak menyurutkan semangat puluhan kader muda Muhammadiyah untuk berkumpul dan bermusyawarah. Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Qiyamul Hill: Tenda, Perbukitan, dan Sepertiga Malam" yang bertempat di kawasan wisata Embung Kledung, Kabupaten Temanggung, pada Senin–Selasa (24–25 Agustus 2026).

Mengusung spirit “Ngopi, Ngobrol, Bersinergi!”, agenda ini dirancang secara apik dengan memadukan konsep tadabur alam, penguatan spiritualitas, keakraban, hingga konsolidasi organisasi di ruang terbuka. Format camping di alam terbuka ini menjadi wadah strategis bagi para kader untuk melepaskan kepenatan rutinitas sekaligus merajut kembali komitmen perjuangan persyarikatan.

Kegiatan ini semakin bermakna dengan hadirnya para tokoh dan pimpinan persyarikatan, di antaranya Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan, Ir. Sunardi; Ketua Majelis Tabligh PCM Kandangan, Sayifurrachman, S.H.I.; serta Ketua Pengurus Kuliah Ahad Pagi (KAP), Ahmad Rinjani. Kehadiran jajaran ayahanda PCM dan unsur majelis/lembaga ini menegaskan dukungan penuh terhadap dinamika dan langkah gerak angkatan muda Muhammadiyah.

Harmoni Keakraban di Tengah Dinginnya Kledung

Rangkaian acara diawali pada sore hari tanggal 24 Agustus dengan pendirian tenda dan ramah tamah antaranggota. Memasuki malam hari, suasana kian hangat dengan agenda Malam Keakraban (Makrab) yang diselingi sajian kuliner khas perkemahan berupa hidangan bakaran kelinci guling. Diiringi gemeretak api unggun dan secangkir kopi hangat, sekat-sekat formalitas mencair menjadi jalinan persaudaraan yang erat.

Ketua PCM Kandangan, Ir. Sunardi, dalam sambutan dan arahannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif kreatif kader-kader muda PCPM Kandangan. Beliau menekankan pentingnya peran pemuda sebagai lokomotif penggerak dakwah persyarikatan di era modern.

"Pemuda Muhammadiyah adalah garda terdepan sekaligus masa depan persyarikatan. Kegiatan di alam seperti Qiyamul Hill ini menunjukkan bahwa dakwah dan konsolidasi tidak harus selalu kaku di dalam ruangan. Dari suasana yang cair dan akrab inilah justru sering lahir gagasan-gagasan besar untuk memajukan umat," tutur Ir. Sunardi.

Rembug Sinergitas dan Sarasehan Strategis

Agenda inti kemudian berlanjut pada sesi Rembug Sinergitas Program Kerja yang dikemas dalam bentuk sarasehan interaktif. Forum ini mempertemukan gagasan antara pimpinan pemuda dengan para pemangku kebijakan di tingkat cabang.

Dalam sarasehan tersebut, lahir sejumlah poin kesepakatan dan rekomendasi strategis, antara lain:

  1. Memperkuat Kerjasama Lintas Unsur: Meningkatkan kolaborasi aktif antara PCPM Kandangan dengan majelis dan lembaga di lingkungan PCM Kandangan, khususnya dalam mendukung kegiatan dakwah kemasyarakatan.

  2. Evaluasi Komprehensif Program Kerja: Meninjau secara kritis efektivitas program-program kerja yang telah dan sedang berjalan guna memetakan kendala lapangan serta peluang pengembangan ke depan.

  3. Penyusunan Program Berkelanjutan: Merumuskan peta jalan (roadmap) program dakwah dan pemberdayaan pemuda yang berkelanjutan, terukur, serta berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Ketua Majelis Tabligh PCM Kandangan, Sayifurrachman, menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam metode dakwah agar pesan-pesan Islam Berkemajuan semakin relevan bagi generasi muda. Sementara itu, Ketua Pengurus Kuliah Ahad Pagi, Ahmad Rinjani, menyambut baik komitmen pemuda untuk ikut mengoptimalkan dan menghidupkan syiar pengajian rutin yang menjadi pusat pembinaan warga persyarikatan di Kandangan.

Mengetuk Pintu Langit di Sepertiga Malam

Sesuai dengan nama kegiatannya, puncak spiritual dari agenda ini berlangsung pada sepertiga malam terakhir melalui pelaksanaan Qiyamul Lail bersama di tengah heningnya perbukitan Kledung. Di bawah hamparan langit malam, seluruh peserta larut dalam munajat, memohon keberkahan, kekuatan iman, dan kelancaran dalam mengemban amanah dakwah.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan salat Subuh berjamaah, kultum pagi, serta pelaksanaan agenda rutin Ronda #14 PCPM Kandangan. Program Ronda ini merupakan salah satu ciri khas gerakan PCPM Kandangan yang konsisten memantau denyut keorganisasian dan mengawal kekompakan anggota hingga ke akar rumput.

Acara Qiyamul Hill resmi ditutup pada Selasa pagi (25/8) dengan sesi foto bersama dan aksi bersih lokasi (operasi semut) sebagai wujud kepedulian kader terhadap kelestarian lingkungan. Melalui terselenggaranya kegiatan ini, PCPM Kandangan membuktikan kesiapannya untuk terus melangkah maju dengan sinergi yang solid, ukhuwah yang kokoh, dan spirit pengabdian tanpa henti demi kemajuan dakwah Islam di Kecamatan Kandangan dan sekitarnya.

KANDANGAN — Gerakan pemuda kini dituntut tidak hanya adaptif terhadap dinamika sosial-keagamaan, tetapi juga tangguh dalam membangun kemandirian ekonomi. Semangat itulah yang ditegaskan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan melalui Bidang Ekonomi dengan menginisiasi program ketahanan pangan dan agrobisnis terpadu. Saat ini, PCPM Kandangan tengah fokus melaksanakan penyemaian ratusan bibit pepaya jenis Kalifornia di fasilitas pembibitan yang nantinya siap ditanam di area lahan produktif kelolaan cabang.

Langkah strategis ini menjadi wujud nyata pemanfaatan potensi agraria lokal guna menciptakan sumber pendanaan mandiri bagi persyarikatan. Pemilihan varietas pepaya Kalifornia bukan tanpa alasan. Varietas ini dikenal memiliki nilai ekonomis tinggi, masa panen yang relatif cepat sekitar 7 hingga 9 bulan, serta pangsa pasar yang stabil dan luas. Rasa buah yang manis, daging tebal, serta daya simpan yang baik menjadikannya komoditas unggulan yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan oleh para kader muda.

Proses penyemaian dimulai dari penyiapan media tanam berupa campuran tanah humus, sekam bakar, dan pupuk organik matang, sebelum biji pepaya disemai secara teliti ke dalam polybag kecil. Perawatan intensif seperti penyiraman berkala dan pengontrolan paparan sinar matahari dilakukan langsung oleh jajaran pengurus Bidang Ekonomi bersama kader-kader muda PCPM Kandangan. Ketika bibit telah mencapai ketinggian yang cukup serta memiliki perakaran kokoh dalam beberapa pekan ke depan, seluruhnya akan segera dipindahkan ke lahan utama yang saat ini juga sedang disiapkan bedengannya.

Inisiatif budidaya pepaya Kalifornia ini kian melengkapi diversifikasi perkebunan yang sebelumnya telah berjalan. Bidang Ekonomi PCPM Kandangan saat ini telah mengelola beberapa petak lahan lain yang secara produktif ditanami ratusan pohon pisang. Dengan membagi fokus budidaya antara tanaman pisang dan pepaya, PCPM Kandangan berupaya mengoptimalkan siklus panen berkesinambungan agar roda perputaran kas organisasi dapat berjalan stabil sepanjang tahun.

Ketua Bidang Ekonomi PCPM Kandangan menegaskan bahwa program agrobisnis ini berangkat dari kesadaran pentingnya pilar ketiga dakwah, yakni pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, gerakan dakwah dan sosial kemasyarakatan akan berjalan jauh lebih leluasa dan berkesinambungan apabila ditopang oleh kemandirian finansial internal. Mengandalkan iuran atau sumbangan saja sering kali memiliki keterbatasan, sehingga langkah produktif seperti bertani modern menjadi solusi konkret yang relevan.

Selain memperkuat kas operasional organisasi untuk mendukung berbagai agenda dakwah dan sosial, kegiatan turun ke kebun ini dirancang sebagai wadah edukasi kewirausahaan agribisnis bagi seluruh kader muda di Kandangan. Para pemuda diajak untuk mematahkan stigma bahwa sektor pertanian adalah profesi kuno atau tidak menjanjikan. Melalui praktik budidaya yang terencana, mulai dari manajemen bibit, pengolahan tanah, perawatan terpadu, hingga strategi pemasaran pascapanen, para kader dibekali keterampilan praktis yang bernilai ekonomi tinggi.

Pengelolaan lahan yang tersebar di beberapa titik ini juga melibatkan sinergi dengan masyarakat sekitar, terutama pemilik lahan dan para petani senior setempat. Sinergi ini membuka ruang transfer ilmu seputar penanganan hama, teknik pemupukan berimbang, serta tata kelola irigasi yang efisien. Di sisi lain, kehadiran pemuda yang aktif merawat lahan tidur menjadi teladan positif bagi lingkungan dalam menghidupkan kembali aset-aset tanah yang sebelumnya kurang terkelola.

Ke depan, Bidang Ekonomi PCPM Kandangan memproyeksikan hasil panen pepaya Kalifornia dan pisang ini tidak hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar ke pasar lokal dan distributor buah, tetapi juga dijajaki peluang pengolahan produk turunan bernilai tambah. Hasil penjualan tersebut nantinya akan dialokasikan untuk pembiayaan kegiatan sosial kemasyarakatan, beasiswa kader, pelatihan keahlian kerja, serta permodalan bagi usaha mikro yang dirintis oleh para anggota.

Melalui komitmen penyemaian benih pepaya Kalifornia dan pemanfaatan lahan secara masif, PCPM Kandangan menunjukkan dedikasi nyata bahwa pemuda adalah motor penggerak kebangkitan ekonomi di tingkat akar rumput. Semangat berpeluh di ladang ini menjadi cerminan dakwah bil hal—dakwah melalui aksi nyata—yang menebar manfaat luas bagi persyarikatan, kader, dan masyarakat sekitar.

KANDANGAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada hari Senin, 17 Agustus 2026, disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh elemen masyarakat di berbagai penjuru tanah air. Tidak terkecuali di wilayah Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh pemerintah kecamatan setempat guna memastikan kelancaran dan kekhidmatan momen bersejarah tersebut. Salah satu elemen masyarakat yang dipastikan turut ambil bagian dan akan menjadi salah satu pilar penting dalam upacara tahun ini adalah Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cabang Kecamatan Kandangan.

Kepastian keikutsertaan KOKAM Kecamatan Kandangan ini didasarkan pada surat undangan resmi yang diterbitkan oleh Panitia HUT ke-81 Republik Indonesia Kecamatan Kandangan. Berdasarkan surat bernomor B/087/003/VIII/2026 dengan perihal Undangan Upacara Bendera HUT RI ke-81 Tahun 2026, Pemerintah Kecamatan Kandangan secara khusus meminta kehadiran Ketua KOKAM beserta jajaran anggotanya. Surat undangan tersebut menjadi bukti nyata sinergitas yang terjalin erat antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di tingkat kecamatan.

Dalam surat undangan tersebut, Panitia HUT RI ke-81 mengusung tema besar peringatan kemerdekaan tahun ini, yakni "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Tema ini dinilai sangat relevan dengan semangat juang KOKAM yang selama ini terus berkomitmen menjaga kedaulatan bangsa, mendorong keadilan sosial, dan turut serta dalam upaya memakmurkan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.

Pelaksanaan upacara bendera yang sakral ini dijadwalkan akan digelar pada hari Senin, 17 Agustus 2026, dimulai tepat pada pukul 07.30 WIB hingga selesai. Adapun lokasi yang dipilih sebagai pusat perayaan di tingkat kecamatan adalah Lapangan Kandangan. Pemilihan lokasi ini merupakan tradisi tahunan yang memungkinkan seluruh elemen masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Kandangan untuk berkumpul dan merayakan kemerdekaan secara terpusat.

Satu hal yang menarik dan menjadi sorotan dalam surat undangan tersebut adalah adanya instruksi khusus mengenai atribut pakaian yang harus dikenakan. Pihak panitia, melalui surat yang ditandatangani oleh Ketua Panitia HUT ke-81 RI, Mulyanto (yang juga menjabat sebagai Ketua PPDI), serta diketahui oleh Camat Kandangan, Januri, SSTP, secara tegas mencantumkan keterangan: "Pakaian Kokam Lengkap".

Instruksi ini tentu disambut dengan penuh kebanggaan oleh jajaran KOKAM Kandangan. Mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) kebesaran KOKAM yang khas dengan baret merahnya bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah simbol kehormatan, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan kader-kader muda Muhammadiyah dalam membela agama, bangsa, dan negara. Seragam lengkap tersebut akan menjadi warna tersendiri di tengah-tengah barisan peserta upacara lainnya yang terdiri dari unsur TNI, POLRI, ASN, Linmas, para pelajar, serta tokoh masyarakat setempat.

Bagi KOKAM, menghadiri undangan upacara kenegaraan seperti ini merupakan pengejawantahan dari Tri Dharma KOKAM, di mana salah satu pilar utamanya adalah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Kehadiran KOKAM di Lapangan Kandangan nanti bukan hanya sebatas memenuhi kewajiban seremonial, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril terhadap pemerintahan yang sah dan wujud syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa dengan darah dan air mata.

Camat Kandangan, Januri, SSTP, dalam kapasitasnya sebagai Pembina Tingkat I di wilayah tersebut, selama ini dikenal sangat apresiatif terhadap peran aktif organisasi kepemudaan. Pelibatan KOKAM dalam agenda besar kecamatan diharapkan dapat terus memupuk jiwa patriotisme dan nasionalisme di kalangan generasi muda Kandangan. Di era modern yang penuh dengan tantangan globalisasi, ketahanan nasional harus dibangun dari tingkat grassroots atau akar rumput, dan pemuda-pemuda yang tergabung dalam KOKAM adalah salah satu benteng pertahanan tersebut.

Menjelang hari H pelaksanaan pada 17 Agustus 2026 mendatang, jajaran pengurus KOKAM Kecamatan Kandangan dikabarkan telah melakukan konsolidasi internal. Mereka memastikan kesiapan fisik, mental, serta kelengkapan atribut seluruh anggota yang akan diturunkan ke Lapangan Kandangan. Barisan KOKAM dipastikan akan tampil prima, rapi, dan disiplin, menunjukkan karakter pemuda Islam yang berkemajuan dan cinta tanah air.

Peringatan HUT ke-81 RI dengan tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" di Kecamatan Kandangan ini diharapkan dapat berjalan lancar, khidmat, dan menjadi momentum kebangkitan bersama. Dengan derap langkah tegap dari barisan KOKAM dan peserta lainnya di Lapangan Kandangan, pesan persatuan dan kesatuan bangsa akan terus bergema dari lereng Gunung Sindoro dan Sumbing ini ke seluruh penjuru Nusantara. Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia! Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!

TEMANGGUNG – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi kader serta memajukan sektor pertanian yang ramah lingkungan, pengurus Bidang Ekonomi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan yang tergabung dalam Jama'ah Tani Muhammadiyah (Jatam) Cabang Kandangan menggelar kunjungan silaturahmi sekaligus sesi konsultasi ke kediaman Ketua Jatam Daerah Temanggung, Bapak Imam Sardjo.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini difokuskan untuk mengonsultasikan serta mematangkan rancangan program pengembangan pertanian berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam proposal pengajuan bantuan sarana produksi pertanian untuk pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati yang ditujukan kepada BAZNAS Kabupaten Temanggung.

Dalam ajang silaturahmi tersebut, perwakilan Bidang Ekonomi PCPM Kandangan dan pimpinan Jatam Cabang Kandangan—yang dipimpin oleh Zaenal Arifin selaku Ketua dan Wahyu Anggoro S. selaku Sekretaris—memaparkan latar belakang serta teknis pelaksanaan program pengolahan sarana produksi mandiri. Konsultasi ini dipandang penting guna mendapatkan arahan strategis serta validasi program dari jimpinan tingkat daerah sebelum proposal diajukan secara resmi.

Ketua Jatam Daerah Temanggung, Bapak Imam Sardjo, menyambut baik dan mengapresiasi langkah progresif yang diambil oleh para pemuda yang tergabung dalam PCPM dan Jatam Kandangan. Menurutnya, inisiatif pemuda dalam menggarap sektor pertanian berbasis bahan lokal merupakan langkah nyata dalam menjawab tantangan tingginya biaya produksi usaha tani akibat ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia sintetis dari luar.

Fokus Konsultasi Proposal dan Rencana Produksi

Dalam sesi diskusi dan konsultasi, dibahas secara terperinci berbagai item kebutuhan yang tertera dalam proposal. Program yang berlokasi di Pacitran, Desa Baledu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung ini memproyeksikan total Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp6.589.000,- (Enam Juta Lima Ratus Delapan Puluh Sembilan Ribu Rupiah).

Kebutuhan anggaran tersebut terbagi ke dalam lima komponen utama, yaitu:

  1. Pengadaan Peralatan (Rp4.065.000): Meliputi drum fermentasi ukuran 150 liter dan 50 liter, aerator 4 lubang, pompa akuarium, gelas ukur, gayung, jerigen, stiker kemasan, blender, serta botol kemasan 1 liter.

  2. Bahan Pembuatan Nitrobacter (Rp86.000): Terdiri dari biang nitrobakter, tetes tebu, urea, dan garam krosok.

  3. Bahan Pembuatan Pestisida Nabati (Rp964.000): Memanfaatkan keanekaragaman empon-empon dan bahan lokal seperti daun mimba, tembakau, bawang putih, minyak cengkeh, belerang, brantawali, gadung, serta rimpang tradisional lainnya.

  4. Bahan Pembuatan Zat Pengatur Tumbuh / ZPT (Rp790.000): Menggunakan nanas, bawang merah, air kelapa muda, tepung beras, biofropat, si carbon, asam amino, dan asam humat.

  5. Bahan Pembuatan Nutrisi Jozz (Rp684.000): Memanfaatkan urine ternak, asam amino, gula jawa, dan NBR.

Dalam tanggapannya, Bapak Imam Sardjo memberikan beberapa catatan penting terkait efisiensi teknis fermentasi, standarisasi mutu produk, hingga keamanan penggunaan hasil produksi di lapangan. Beliau menginstruksikan agar proses pembuatan benar-benar memperhatikan alur dan tahapan fermentasi yang tepat—mulai dari pengadaan alat, pengolahan bahan baku, hingga penyaringan dan pengemasan—sehingga menghasilkan pupuk dan pestisida nabati berkualifikasi tinggi.

Mendorong Pertanian Ramah Lingkungan dan Unit Usaha Mandiri

Lebih lanjut, Bapak Imam Sardjo menegaskan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada penekanan biaya tanam bagi para petani di Kecamatan Kandangan, tetapi juga membuka peluang pembentukan unit usaha kelompok berbasis pertanian. "Inisiatif teman-teman PCPM dan Jatam Kandangan ini merupakan wujud nyata dakwah wirausaha dan kelestarian lingkungan. Jika kapasitas produksi telah stabil, hasilnya tidak hanya dimanfaatkan oleh anggota Jatam dan warga sekitar, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi unit bisnis produktif organisasi," tutur Bapak Imam Sardjo.

Sementara itu, Ketua Jatam Cabang Kandangan, Zaenal Arifin, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan program ini dengan penuh rasa tanggung jawab. "Konsultasi hari ini memberikan kami gambaran yang lebih jelas dan mantap. Kami berkomitmen untuk menjaga, merawat peralatan, serta mengelola bantuan BAZNAS kelak secara transparan dan berkelanjutan," ujarnya.

Langkah ini juga mendapat dukungan penuh dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup (MPM LH) PDM Temanggung yang dipimpin oleh Bapak Sururul Huda, S.Sos. Sinergi antara pemuda, pengurus cabang, daerah, dan lembaga zakat diharapkan dapat memicu kebangkitan ekonomi berbasis pertanian organik di wilayah Kabupaten Temanggung.

Dengan selesainya tahap konsultasi ini, proposal pengajuan bantuan sarana produksi pertanian tersebut siap diproses lebih lanjut untuk diserahkan kepada BAZNAS Kabupaten Temanggung. PCPM dan Jatam Kandangan berharap program ini dapat segera terealisasi demi terwujudnya kemandirian petani dan kelestarian lingkungan di wilayah Kandangan dan sekitarnya.

TEMANGGUNG – Ribuan jamaah dari berbagai pelosok wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya memadati area Dusun Katekan RT 03 RW 01, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung pada Rabu (12/8/2026). Antusiasme umat Islam ini membuncah dalam rangka menghadiri acara Pengajian Akbar Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Assalafiyah Putra-Putri An-Nour Katekan.

Pengajian akbar yang menghadirkan penceramah kondang asal Bojonegoro, KH. Anwar Zahid, tersebut berlangsung meriah, khidmat, dan tertib sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai. Sejak pagi mendung dan hangat khas daerah lereng gunung, ribuan warga mulai berdatangan baik menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, maupun rombongan bus dan angkutan umum.

Sinergi dan Peran Aktif KOKAM PCPM Kandangan

Kelancaran dan keharmonisan acara besar yang menyedot perhatian publik ini tidak lepas dari kesiapsiagaan seluruh aparat keamanan dan relawan, khususnya sinergi antar-cabang Pemuda Muhammadiyah. Memenuhi surat permohonan bantuan personel dari BPO KOKAM Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ngadirejo tertanggal 8 Agustus 2026, jajaran KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) PCPM Kandangan menerjunkan personelnya untuk ikut serta mengamankan jalannya pengajian akbar tersebut.

Langkah ini merupakan bentuk nyata kolaborasi dan persaudaraan (ukhuwah) antar-pimpinan cabang di lingkungan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Temanggung. Komandan KOKAM Cabang Kandangan bersama jajarannya menyambut hangat undangan bantuan pengamanan ini dan menginstruksikan personelnya untuk hadir di lokasi sejak pagi hari.

"Kehadiran KOKAM Kandangan dalam pengamanan di Desa Katekan, Ngadirejo ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta menyukseskan syiar-syiar Islam di wilayah Temanggung. Walaupun acara bertempat di cabang Ngadirejo, semangat kebersamaan dan pelayanan kepada umat membuat kami siap berpartisipasi kapan saja dibutuhkan," ujar salah satu perwakilan KOKAM PCPM Kandangan di lokasi acara.

Pengamanan Ketat dan Pengaturan Arus Lalu Lintas

Sejak pukul 06.30 WIB, para personel KOKAM PCPM Kandangan bersama personel KOKAM PCPM Ngadirejo dan unsur pengamanan lainnya sudah bersiaga di titik-titik strategis. Tugas yang diemban meliputi penataan area parkir kendaraan jamaah, pengawalan tamu undangan serta penceramah, hingga pengaturan arus lalu lintas di jalur utama menuju Dusun Katekan.

Mengingat jumlah jamaah yang mencapai ribuan orang, potensi kemacetan di area sekitar Ponpes Assalafiyah An-Nour sangat tinggi. Namun, berkat kesiapsiagaan dan koordinasi yang rapi di lapangan, alur keluar-masuk jamaah dapat berjalan lancar tanpa ada kendala berarti.

Personel KOKAM yang berseragam khas loreng hijau-hitam tampak sigap mengarahkan kendaraan warga, membantu lansia dan anak-anak menyeberang jalan, serta memastikan area panggung utama tetap steril dan kondusif selama ceramah berlangsung.

Tausiyah Sejuk KH. Anwar Zahid

Sesi yang paling ditunggu-tunggu oleh ribuan jamaah tentu saja adalah ceramah agama dari KH. Anwar Zahid. Penceramah yang dikenal dengan gaya penyampaiannya yang khas, humoris, namun penuh dengan bobot pesan-pesan moral dan keislaman tersebut berhasil memukau para hadirin.

Dalam tausiyahnya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, KH. Anwar Zahid mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berkeluarga, bermasyarakat, maupun berbangsa. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, serta ukhuwah Islamiyah di tengah dinamika kehidupan modern saat ini.

Gaya bahasa yang merakyat disertai selingan humor khas membuat ribuan jamaah yang hadir betah menyimak ceramah hingga akhir acara. Gelak tawa dan senyum ceria sesekali pecah di tengah-tengah lapangan, menandakan kehangatan hubungan antara sang ulama dan jamaah yang hadir.

Apresiasi dari Panitia dan Tokoh Masyarakat

Pihak panitia pengajian dari PONPES Assalafiyah Putra-Putri An-Nour serta Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Ngadirejo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara ini, khususnya kepada KOKAM PCPM Kandangan atas bantuan personel yang telah diberikan.

Ketua PCPM Ngadirejo, Kirnawan Fadholi, bersama Ketua Bidang KOKAM Ngadirejo, Muh Khotib Wahyu Nugroho, mengungkapkan rasa terima kasih atas kerja sama dan solidaritas yang ditunjukkan oleh KOKAM Kandangan. Jazzakumullohu Khoiron Jaza’ disampaikan atas dedikasi dan keikhlasan para anggota KOKAM dalam menjalankan tugas pengamanan di lapangan.

Acara Pengajian Akbar dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Katekan ini berakhir dengan tertib, aman, dan penuh keberkahan pada siang hari. Kehadiran dan peran aktif KOKAM PCPM Kandangan sekali lagi membuktikan komitmen Angkatan Muda Muhammadiyah sebagai garda terdepan dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan agama.

KANDANGAN — Komitmen untuk membangun kemandirian ekonomi organisasi terus dibuktikan secara nyata oleh Pemuda Muhammadiyah. Melalui Bidang Ekonomi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan, aksi nyata pergerakan ekonomi berbasis pertanian kembali digencarkan. Hari ini, para kader turun langsung ke lapangan untuk mengakselerasi program penanaman pohon pisang di lokasi lahan kedua yang terletak di Dusun Kelingan, Desa Caruban, Kecamatan Kandangan.

Langkah ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang diusung oleh PCPM Kandangan dalam memanfaatkan potensi lahan produktif di wilayah setempat. Setelah sukses mengelola lahan pertama, pembukaan dan pengolahan lahan kedua di Dusun Kelingan ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor agribisnis serius dijadikan sebagai salah satu pilar penopang finansial organisasi ke depan.

Menembus Tantangan Target di Lahan Kedua

Dalam aksi penanaman yang berlangsung sejak pagi hari tersebut, jajaran pengurus Bidang Ekonomi PCPM Kandangan bekerja bahu-membahu mengolah tanah dan menanam bibit-bibit pisang pilihan. Pada tahap di lokasi kedua ini, tim menargetkan sebanyak 55 pohon pisang dapat tertanam secara optimal untuk memanfaatkan luas lahan yang ada.

Namun, proses penanaman hari ini belum sepenuhnya mencapai target akhir. Hingga kegiatan ditutup pada sore hari, tercatat sebanyak 23 pohon pisang berhasil tertanam dengan baik di area lahan. Meskipun baru terealisasi sekitar 40% dari total target, semangat para kader di lapangan tidak surut.

"Penanaman hari ini berjalan dengan lancar meskipun kita belum mencapai angka target 55 pohon. Saat ini baru 23 pohon yang siap tumbuh di lahan Dusun Kelingan. Ini baru awal, dan kami optimis sisa target akan segera menyusul dalam waktu dekat," ujar perwakilan Bidang Ekonomi PCPM Kandangan di sela-sela kegiatan.

Belum tercapainya target penuh pada hari ini bukan tanpa alasan. Faktor kesiapan bibit yang berkualitas serta seleksi ketat terhadap varietas pisang yang ditanam menjadi salah satu pertimbangan utama. PCPM Kandangan berkomitmen untuk tidak sekadar menanam, tetapi juga memastikan bahwa bibit yang ditanam memiliki daya tahan yang baik dan berpotensi menghasilkan buah berkualitas tinggi saat panen nanti.

Pemetaan dan Pencarian Bibit Unggul Terus Digenjot

Guna memenuhi sisa target 32 pohon pisang lagi, Bidang Ekonomi PCPM Kandangan tidak tinggal diam. Langkah cepat langsung diambil dengan mengintensifkan pencarian dan pemetaan bibit pisang di berbagai titik potensial, baik di sekitar wilayah Kandangan maupun daerah tetangga.

Proses pemetaan ini melibatkan komunikasi intensif dengan para petani lokal, mitra agribisnis, serta jaringan kader Muhammadiyah yang memiliki akses terhadap bibit unggul. Hal ini dilakukan agar bibit yang didapat nantinya memenuhi standar kualitas, bebas dari hama penyakit, dan cocok dengan karakteristik tanah di Dusun Kelingan, Desa Caruban.

Beberapa langkah strategis yang kini tengah dijalankan oleh tim meliputi:

  • Penyisiran Sumber Bibit Lokal: Mengidentifikasi kebun-kebun pisang milik warga sekitar yang memiliki anakan pisang berkualitas unggul.

  • Kerja Sama dengan Mitra Pertanian: Membangun komunikasi dengan penyedia bibit tanaman buah untuk mendaptkan pasokan bibit dalam jumlah yang dibutuhkan.

  • Verifikasi Jenis dan Kualitas: Memastikan jenis pisang yang dipilih memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran, seperti pisang ambon, pisang raja, atau pisang kepok.


Menuju Kemandirian Finansial PCPM Kandangan

Program penanaman pisang ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam biasa. Lebih dari itu, langkah ini merupakan pengejawantahan dari filosofi Pemuda Muhammadiyah untuk menciptakan gerakan pemberdayaan yang konkret dan berdampak jangka panjang. Hasil dari perkebunan pisang ini nantinya diproyeksikan dapat menopang berbagai operasional kegiatan dakwah dan sosial PCPM Kandangan.

Pilihan jatuh pada tanaman pisang karena perawatan yang relatif terjangkau, masa panen yang terukur, serta permintaan pasar yang selalu stabil. Keberadaan lahan di Dusun Kelingan Desa Caruban ini diharapkan dapat menjadi percontohan pengelolaan aset organisasi yang produktif bagi cabang-cabang lainnya.

Dengan kerja keras, gotong royong, dan pemetaan bibit yang terus berjalan, Bidang Ekonomi PCPM Kandangan optimistis target 55 pohon pisang di lahan kedua ini akan terpenuhi dalam waktu dekat. Gerakan ini sekaligus membuktikan bahwa pemuda tidak hanya mahir dalam berorganisasi dan berdiskusi, tetapi juga tangguh dan terampil dalam mengolah bumi demi kemandirian ekonomi umat.


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.