Latest Post

KLEDUNG — Suasana sejuk lereng Gunung Sindoro-Sumbing tak menyurutkan semangat puluhan kader muda Muhammadiyah untuk berkumpul dan bermusyawarah. Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Qiyamul Hill: Tenda, Perbukitan, dan Sepertiga Malam" yang bertempat di kawasan wisata Embung Kledung, Kabupaten Temanggung, pada Senin–Selasa (24–25 Agustus 2026).

Mengusung spirit “Ngopi, Ngobrol, Bersinergi!”, agenda ini dirancang secara apik dengan memadukan konsep tadabur alam, penguatan spiritualitas, keakraban, hingga konsolidasi organisasi di ruang terbuka. Format camping di alam terbuka ini menjadi wadah strategis bagi para kader untuk melepaskan kepenatan rutinitas sekaligus merajut kembali komitmen perjuangan persyarikatan.

Kegiatan ini semakin bermakna dengan hadirnya para tokoh dan pimpinan persyarikatan, di antaranya Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan, Ir. Sunardi; Ketua Majelis Tabligh PCM Kandangan, Sayifurrachman, S.H.I.; serta Ketua Pengurus Kuliah Ahad Pagi (KAP), Ahmad Rinjani. Kehadiran jajaran ayahanda PCM dan unsur majelis/lembaga ini menegaskan dukungan penuh terhadap dinamika dan langkah gerak angkatan muda Muhammadiyah.

Harmoni Keakraban di Tengah Dinginnya Kledung

Rangkaian acara diawali pada sore hari tanggal 24 Agustus dengan pendirian tenda dan ramah tamah antaranggota. Memasuki malam hari, suasana kian hangat dengan agenda Malam Keakraban (Makrab) yang diselingi sajian kuliner khas perkemahan berupa hidangan bakaran kelinci guling. Diiringi gemeretak api unggun dan secangkir kopi hangat, sekat-sekat formalitas mencair menjadi jalinan persaudaraan yang erat.

Ketua PCM Kandangan, Ir. Sunardi, dalam sambutan dan arahannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif kreatif kader-kader muda PCPM Kandangan. Beliau menekankan pentingnya peran pemuda sebagai lokomotif penggerak dakwah persyarikatan di era modern.

"Pemuda Muhammadiyah adalah garda terdepan sekaligus masa depan persyarikatan. Kegiatan di alam seperti Qiyamul Hill ini menunjukkan bahwa dakwah dan konsolidasi tidak harus selalu kaku di dalam ruangan. Dari suasana yang cair dan akrab inilah justru sering lahir gagasan-gagasan besar untuk memajukan umat," tutur Ir. Sunardi.

Rembug Sinergitas dan Sarasehan Strategis

Agenda inti kemudian berlanjut pada sesi Rembug Sinergitas Program Kerja yang dikemas dalam bentuk sarasehan interaktif. Forum ini mempertemukan gagasan antara pimpinan pemuda dengan para pemangku kebijakan di tingkat cabang.

Dalam sarasehan tersebut, lahir sejumlah poin kesepakatan dan rekomendasi strategis, antara lain:

  1. Memperkuat Kerjasama Lintas Unsur: Meningkatkan kolaborasi aktif antara PCPM Kandangan dengan majelis dan lembaga di lingkungan PCM Kandangan, khususnya dalam mendukung kegiatan dakwah kemasyarakatan.

  2. Evaluasi Komprehensif Program Kerja: Meninjau secara kritis efektivitas program-program kerja yang telah dan sedang berjalan guna memetakan kendala lapangan serta peluang pengembangan ke depan.

  3. Penyusunan Program Berkelanjutan: Merumuskan peta jalan (roadmap) program dakwah dan pemberdayaan pemuda yang berkelanjutan, terukur, serta berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Ketua Majelis Tabligh PCM Kandangan, Sayifurrachman, menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam metode dakwah agar pesan-pesan Islam Berkemajuan semakin relevan bagi generasi muda. Sementara itu, Ketua Pengurus Kuliah Ahad Pagi, Ahmad Rinjani, menyambut baik komitmen pemuda untuk ikut mengoptimalkan dan menghidupkan syiar pengajian rutin yang menjadi pusat pembinaan warga persyarikatan di Kandangan.

Mengetuk Pintu Langit di Sepertiga Malam

Sesuai dengan nama kegiatannya, puncak spiritual dari agenda ini berlangsung pada sepertiga malam terakhir melalui pelaksanaan Qiyamul Lail bersama di tengah heningnya perbukitan Kledung. Di bawah hamparan langit malam, seluruh peserta larut dalam munajat, memohon keberkahan, kekuatan iman, dan kelancaran dalam mengemban amanah dakwah.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan salat Subuh berjamaah, kultum pagi, serta pelaksanaan agenda rutin Ronda #14 PCPM Kandangan. Program Ronda ini merupakan salah satu ciri khas gerakan PCPM Kandangan yang konsisten memantau denyut keorganisasian dan mengawal kekompakan anggota hingga ke akar rumput.

Acara Qiyamul Hill resmi ditutup pada Selasa pagi (25/8) dengan sesi foto bersama dan aksi bersih lokasi (operasi semut) sebagai wujud kepedulian kader terhadap kelestarian lingkungan. Melalui terselenggaranya kegiatan ini, PCPM Kandangan membuktikan kesiapannya untuk terus melangkah maju dengan sinergi yang solid, ukhuwah yang kokoh, dan spirit pengabdian tanpa henti demi kemajuan dakwah Islam di Kecamatan Kandangan dan sekitarnya.

KANDANGAN — Gerakan pemuda kini dituntut tidak hanya adaptif terhadap dinamika sosial-keagamaan, tetapi juga tangguh dalam membangun kemandirian ekonomi. Semangat itulah yang ditegaskan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan melalui Bidang Ekonomi dengan menginisiasi program ketahanan pangan dan agrobisnis terpadu. Saat ini, PCPM Kandangan tengah fokus melaksanakan penyemaian ratusan bibit pepaya jenis Kalifornia di fasilitas pembibitan yang nantinya siap ditanam di area lahan produktif kelolaan cabang.

Langkah strategis ini menjadi wujud nyata pemanfaatan potensi agraria lokal guna menciptakan sumber pendanaan mandiri bagi persyarikatan. Pemilihan varietas pepaya Kalifornia bukan tanpa alasan. Varietas ini dikenal memiliki nilai ekonomis tinggi, masa panen yang relatif cepat sekitar 7 hingga 9 bulan, serta pangsa pasar yang stabil dan luas. Rasa buah yang manis, daging tebal, serta daya simpan yang baik menjadikannya komoditas unggulan yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan oleh para kader muda.

Proses penyemaian dimulai dari penyiapan media tanam berupa campuran tanah humus, sekam bakar, dan pupuk organik matang, sebelum biji pepaya disemai secara teliti ke dalam polybag kecil. Perawatan intensif seperti penyiraman berkala dan pengontrolan paparan sinar matahari dilakukan langsung oleh jajaran pengurus Bidang Ekonomi bersama kader-kader muda PCPM Kandangan. Ketika bibit telah mencapai ketinggian yang cukup serta memiliki perakaran kokoh dalam beberapa pekan ke depan, seluruhnya akan segera dipindahkan ke lahan utama yang saat ini juga sedang disiapkan bedengannya.

Inisiatif budidaya pepaya Kalifornia ini kian melengkapi diversifikasi perkebunan yang sebelumnya telah berjalan. Bidang Ekonomi PCPM Kandangan saat ini telah mengelola beberapa petak lahan lain yang secara produktif ditanami ratusan pohon pisang. Dengan membagi fokus budidaya antara tanaman pisang dan pepaya, PCPM Kandangan berupaya mengoptimalkan siklus panen berkesinambungan agar roda perputaran kas organisasi dapat berjalan stabil sepanjang tahun.

Ketua Bidang Ekonomi PCPM Kandangan menegaskan bahwa program agrobisnis ini berangkat dari kesadaran pentingnya pilar ketiga dakwah, yakni pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, gerakan dakwah dan sosial kemasyarakatan akan berjalan jauh lebih leluasa dan berkesinambungan apabila ditopang oleh kemandirian finansial internal. Mengandalkan iuran atau sumbangan saja sering kali memiliki keterbatasan, sehingga langkah produktif seperti bertani modern menjadi solusi konkret yang relevan.

Selain memperkuat kas operasional organisasi untuk mendukung berbagai agenda dakwah dan sosial, kegiatan turun ke kebun ini dirancang sebagai wadah edukasi kewirausahaan agribisnis bagi seluruh kader muda di Kandangan. Para pemuda diajak untuk mematahkan stigma bahwa sektor pertanian adalah profesi kuno atau tidak menjanjikan. Melalui praktik budidaya yang terencana, mulai dari manajemen bibit, pengolahan tanah, perawatan terpadu, hingga strategi pemasaran pascapanen, para kader dibekali keterampilan praktis yang bernilai ekonomi tinggi.

Pengelolaan lahan yang tersebar di beberapa titik ini juga melibatkan sinergi dengan masyarakat sekitar, terutama pemilik lahan dan para petani senior setempat. Sinergi ini membuka ruang transfer ilmu seputar penanganan hama, teknik pemupukan berimbang, serta tata kelola irigasi yang efisien. Di sisi lain, kehadiran pemuda yang aktif merawat lahan tidur menjadi teladan positif bagi lingkungan dalam menghidupkan kembali aset-aset tanah yang sebelumnya kurang terkelola.

Ke depan, Bidang Ekonomi PCPM Kandangan memproyeksikan hasil panen pepaya Kalifornia dan pisang ini tidak hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar ke pasar lokal dan distributor buah, tetapi juga dijajaki peluang pengolahan produk turunan bernilai tambah. Hasil penjualan tersebut nantinya akan dialokasikan untuk pembiayaan kegiatan sosial kemasyarakatan, beasiswa kader, pelatihan keahlian kerja, serta permodalan bagi usaha mikro yang dirintis oleh para anggota.

Melalui komitmen penyemaian benih pepaya Kalifornia dan pemanfaatan lahan secara masif, PCPM Kandangan menunjukkan dedikasi nyata bahwa pemuda adalah motor penggerak kebangkitan ekonomi di tingkat akar rumput. Semangat berpeluh di ladang ini menjadi cerminan dakwah bil hal—dakwah melalui aksi nyata—yang menebar manfaat luas bagi persyarikatan, kader, dan masyarakat sekitar.

KANDANGAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada hari Senin, 17 Agustus 2026, disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh elemen masyarakat di berbagai penjuru tanah air. Tidak terkecuali di wilayah Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh pemerintah kecamatan setempat guna memastikan kelancaran dan kekhidmatan momen bersejarah tersebut. Salah satu elemen masyarakat yang dipastikan turut ambil bagian dan akan menjadi salah satu pilar penting dalam upacara tahun ini adalah Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cabang Kecamatan Kandangan.

Kepastian keikutsertaan KOKAM Kecamatan Kandangan ini didasarkan pada surat undangan resmi yang diterbitkan oleh Panitia HUT ke-81 Republik Indonesia Kecamatan Kandangan. Berdasarkan surat bernomor B/087/003/VIII/2026 dengan perihal Undangan Upacara Bendera HUT RI ke-81 Tahun 2026, Pemerintah Kecamatan Kandangan secara khusus meminta kehadiran Ketua KOKAM beserta jajaran anggotanya. Surat undangan tersebut menjadi bukti nyata sinergitas yang terjalin erat antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di tingkat kecamatan.

Dalam surat undangan tersebut, Panitia HUT RI ke-81 mengusung tema besar peringatan kemerdekaan tahun ini, yakni "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Tema ini dinilai sangat relevan dengan semangat juang KOKAM yang selama ini terus berkomitmen menjaga kedaulatan bangsa, mendorong keadilan sosial, dan turut serta dalam upaya memakmurkan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.

Pelaksanaan upacara bendera yang sakral ini dijadwalkan akan digelar pada hari Senin, 17 Agustus 2026, dimulai tepat pada pukul 07.30 WIB hingga selesai. Adapun lokasi yang dipilih sebagai pusat perayaan di tingkat kecamatan adalah Lapangan Kandangan. Pemilihan lokasi ini merupakan tradisi tahunan yang memungkinkan seluruh elemen masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Kandangan untuk berkumpul dan merayakan kemerdekaan secara terpusat.

Satu hal yang menarik dan menjadi sorotan dalam surat undangan tersebut adalah adanya instruksi khusus mengenai atribut pakaian yang harus dikenakan. Pihak panitia, melalui surat yang ditandatangani oleh Ketua Panitia HUT ke-81 RI, Mulyanto (yang juga menjabat sebagai Ketua PPDI), serta diketahui oleh Camat Kandangan, Januri, SSTP, secara tegas mencantumkan keterangan: "Pakaian Kokam Lengkap".

Instruksi ini tentu disambut dengan penuh kebanggaan oleh jajaran KOKAM Kandangan. Mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) kebesaran KOKAM yang khas dengan baret merahnya bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah simbol kehormatan, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan kader-kader muda Muhammadiyah dalam membela agama, bangsa, dan negara. Seragam lengkap tersebut akan menjadi warna tersendiri di tengah-tengah barisan peserta upacara lainnya yang terdiri dari unsur TNI, POLRI, ASN, Linmas, para pelajar, serta tokoh masyarakat setempat.

Bagi KOKAM, menghadiri undangan upacara kenegaraan seperti ini merupakan pengejawantahan dari Tri Dharma KOKAM, di mana salah satu pilar utamanya adalah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Kehadiran KOKAM di Lapangan Kandangan nanti bukan hanya sebatas memenuhi kewajiban seremonial, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril terhadap pemerintahan yang sah dan wujud syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa dengan darah dan air mata.

Camat Kandangan, Januri, SSTP, dalam kapasitasnya sebagai Pembina Tingkat I di wilayah tersebut, selama ini dikenal sangat apresiatif terhadap peran aktif organisasi kepemudaan. Pelibatan KOKAM dalam agenda besar kecamatan diharapkan dapat terus memupuk jiwa patriotisme dan nasionalisme di kalangan generasi muda Kandangan. Di era modern yang penuh dengan tantangan globalisasi, ketahanan nasional harus dibangun dari tingkat grassroots atau akar rumput, dan pemuda-pemuda yang tergabung dalam KOKAM adalah salah satu benteng pertahanan tersebut.

Menjelang hari H pelaksanaan pada 17 Agustus 2026 mendatang, jajaran pengurus KOKAM Kecamatan Kandangan dikabarkan telah melakukan konsolidasi internal. Mereka memastikan kesiapan fisik, mental, serta kelengkapan atribut seluruh anggota yang akan diturunkan ke Lapangan Kandangan. Barisan KOKAM dipastikan akan tampil prima, rapi, dan disiplin, menunjukkan karakter pemuda Islam yang berkemajuan dan cinta tanah air.

Peringatan HUT ke-81 RI dengan tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" di Kecamatan Kandangan ini diharapkan dapat berjalan lancar, khidmat, dan menjadi momentum kebangkitan bersama. Dengan derap langkah tegap dari barisan KOKAM dan peserta lainnya di Lapangan Kandangan, pesan persatuan dan kesatuan bangsa akan terus bergema dari lereng Gunung Sindoro dan Sumbing ini ke seluruh penjuru Nusantara. Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia! Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.