Latest Post

TEMANGGUNG – Semangat kesiapsiagaan dan pengabdian kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh jajaran Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cabang Kandangan. Sebanyak 14 personel KOKAM Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan resmi diberangkatkan untuk mengikuti gelaran akbar Apel Milad KOKAM ke-61 tingkat Kabupaten Temanggung yang digelar pada Ahad, 4 Oktober 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh KOKAM Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Temanggung ini dipusatkan di Lapangan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jl. S. Kadar Maron No. 21, Sidorejo, Temanggung. Apel berlangsung khidmat dan tertib sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai, mempertemukan ratusan kader KOKAM dari seluruh cabang di wilayah Temanggung.

Mengusung tema besar "Teguh dalam Tauhid, Jalin Sinergitas, Bergerak Bersama Antisipasi Bencana", momentum milad ke-61 ini menjadi sarana penegasan kembali komitmen KOKAM sebagai garda terdepan persyarikatan dan masyarakat, utamanya dalam bidang kerelawanan dan penanggulangan bencana.

Komitmen Nyata PCPM Kandangan

Komandan KOKAM PCPM Kandangan menyampaikan bahwa pengiriman 14 personel ini merupakan wujud dedikasi, loyalitas, dan partisipasi aktif kader KOKAM Kandangan terhadap agenda konsolidasi persyarikatan. Menurutnya, angka 14 personel yang diberangkatkan telah melewati proses persiapan fisik, mental, serta kedisiplinan agar siap membaur dan bersinergi dengan seluruh barisan di tingkat daerah.

"Keikutsertaan 14 personel KOKAM Kandangan hari ini bukan sekadar memenuhi undangan atau sekadar berbaris di lapangan apel. Ini adalah wujud ketaatan komando dan peneguhan janji setia kami untuk senantiasa hadir bagi umat, bangsa, dan persyarikatan. Kami ingin membuktikan bahwa KOKAM Cabang Kandangan selalu siap satu komando, satu barisan, dan siap diterjunkan kapan saja saat masyarakat membutuhkan," tegasnya di sela-sela kegiatan.

Pemberangkatan kontingen Kandangan dilakukan sejak pagi hari secara terorganisir dari titik kumpul sekretariat cabang menuju lokasi apel di Maron. Kehadiran kontingen Kandangan dengan seragam loreng khas KOKAM dan baret merah menambah semarak barisan upacara yang memenuhi pelataran kantor BPBD.

Teguh Tauhid dan Tanggap Bencana

Pelaksanaan apel milad di kantor BPBD Kabupaten Temanggung bukan tanpa alasan. Lokasi ini sengaja dipilih untuk mempertegas sinergitas antara Pemuda Muhammadiyah dengan instansi penanggulangan bencana daerah. Kabupaten Temanggung yang secara geografis berada di wilayah perbukitan dan pegunungan memiliki potensi kerawanan bencana hidrometeorologi maupun geologi, seperti tanah longsor, angin kencang, dan erupsi vulkanik.

Tema "Teguh dalam Tauhid, Jalin Sinergitas, Bergerak Bersama Antisipasi Bencana" mencerminkan pilar utama KOKAM. Pertama, keteguhan tauhid sebagai landasan keikhlasan dan spiritualitas dalam bergerak. Kedua, keterbukaan untuk menjalin kolaborasi erat lintas lembaga, baik bersama BPBD, TNI, Polri, maupun elemen masyarakat lainnya. Ketiga, kesiapsiagaan aksi nyata dalam mitigasi serta penanganan darurat bencana.

Dalam rangkaian upacara tersebut, para peserta apel dibekali dengan arahan terkait penguatan kapasitas kebencanaan, loyalitas organisasi, serta pembinaan fisik agar selalu tanggap, tangkas, dan tangguh di medan tugas. Sinergi KOKAM bersama BPBD diharapkan semakin mempercepat respons kedaruratan ketika bencana terjadi di pelosok wilayah Temanggung.


Harapan Pasca-Apel

Ketua PCPM Kandangan turut memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran personel KOKAM Kandangan yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan komitmen penuh untuk hadir menyukseskan perhelatan milad ke-61 ini.

"Kami sangat bangga dengan keikutsertaan 14 personel terbaik KOKAM PCPM Kandangan. Sepulangnya dari apel akbar ini, kami berharap energi, semangat persaudaraan, dan ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada kader-kader lain di tingkat ranting di seluruh Kecamatan Kandangan. Kader KOKAM harus selalu menjadi teladan moral di tengah masyarakat serta menjadi relawan kemanusiaan yang cepat tanggap terhadap musibah lokal di lingkungan masing-masing," pungkasnya.

Milad KOKAM ke-61 ini diakhiri dengan silaturahmi antarcabang, ramah tamah, serta demonstrasi kesiapsiagaan kebencanaan. Kontingen KOKAM PCPM Kandangan menutup partisipasi mereka dengan doa bersama, meneguhkan tekad untuk terus menjaga marwah persyarikatan demi kemaslahatan umat dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

KANDANGAN - Upaya nyata dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput terus digencarkan. Salah satu langkah konkret tersebut terwujud melalui program Pelatihan Tailor Made Training (TMT) yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara Sekolah Tani Masyarakat (STM) dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, di bawah naungan langsung Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI). Pada hari pertama pelaksanaannya, antusiasme masyarakat terlihat begitu luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan terisinya seluruh kuota secara penuh pada enam kelas yang resmi dibuka.

Di antara ratusan peserta yang memenuhi ruang-ruang pelatihan, terdapat pemandangan yang menginspirasi, yakni hadirnya 4 (empat) orang utusan dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Kehadiran empat delegasi pemuda ini bukan tanpa alasan yang kuat. Sebagai organisasi kepemudaan yang berakar di tengah masyarakat, PCPM Kandangan menyadari betul bahwa tantangan tantangan ekonomi di era modern harus dijawab dengan tindakan nyata, yakni peningkatan soft skill dan hard skill. Pengiriman empat kader terbaik ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga tangguh secara finansial. Keempat utusan tersebut diharapkan mampu menjadi pionir, menyerap ilmu semaksimal mungkin, untuk kemudian menularkannya kepada pemuda dan masyarakat lainnya di wilayah Kandangan.

Program Tailor Made Training kali ini dirancang dengan sangat cermat untuk menjawab kebutuhan riil pasar kerja dan dunia wirausaha saat ini. Pihak penyelenggara menghadirkan lima program pelatihan utama yang didistribusikan ke dalam enam kelas yang kini berstatus full kuota. Kelima program tersebut meliputi: Pelatihan Barista, Digital Marketing, Affiliate Marketing, Laporan Keuangan UMKM, serta Pengelolaan Sampah Organik.

Masing-masing kelas memiliki daya tarik dan urgensi yang tinggi. Pelatihan Barista membidik menjamurnya industri kopi dan kafe lokal, memberikan keterampilan meracik kopi bernilai jual tinggi. Kelas Digital Marketing dan Affiliate Marketing menjadi ujung tombak bagi pemasaran modern, memungkinkan peserta meraup pendapatan melalui ekosistem digital tanpa batas ruang. Di sisi lain, pelatihan Laporan Keuangan UMKM memberikan fondasi manajerial yang sangat krusial bagi para pelaku usaha kecil untuk mengelola arus kas agar bisnis mereka bisa terus bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Tidak kalah penting, kelas Pengelolaan Sampah Organik hadir sebagai solusi pelestarian lingkungan hidup yang cerdas; mengubah limbah yang kerap diabaikan menjadi produk pupuk dan kompos bernilai ekonomis tinggi, selaras dengan visi pemberdayaan Sekolah Tani Masyarakat (STM).

Semangat dari seluruh rangkaian pelatihan ini terangkum dengan sangat sempurna dalam satu kutipan yang menjadi ruh pergerakan program: "Dari keterampilan, lahir peluang. Dari peluang, tumbuh kemandirian."

Filosofi mendalam ini menegaskan bahwa kemandirian ekonomi sejati tidak bisa dicapai dengan sekadar menunggu bantuan atau keajaiban, melainkan harus dijemput melalui penguasaan keterampilan yang relevan dengan zaman. Kemnaker RI melalui BBPVP Semarang dan STM menyadari bahwa memberikan pelatihan ibarat memberikan kail pancing yang kokoh, bukan sekadar memberikan ikan. Dengan kail berupa ilmu kewirausahaan dan keahlian teknis vokasi, para peserta—termasuk para pemuda utusan PCPM Kandangan—kini memiliki modal tak ternilai untuk menciptakan lapangan kerja baru, baik untuk mengangkat derajat diri mereka sendiri maupun untuk memberdayakan masyarakat luas di lingkungan sekitar mereka.

Pada hari pertama pelatihan, atmosfer semangat untuk bertumbuh dan menjadi individu yang lebih terampil sangat terasa pekat di setiap sesi instruksi. Para peserta saling bertukar gagasan dan aktif berinteraksi dengan mentor. Rencananya, program Tailor Made Training ini akan berlangsung secara intensif selama lima hari ke depan. Dalam kurun waktu tersebut, seluruh peserta akan digembleng oleh instruktur-instruktur profesional yang memadukan teori komprehensif dengan praktik langsung, sehingga ilmu yang diserap benar-benar matang dan siap diaplikasikan.

Melihat animo masyarakat yang membludak serta potensi dampak positif yang sangat besar dari kolaborasi vokasi ini, pihak penyelenggara telah menyiapkan kabar gembira bagi masyarakat luas. Bagi warga, pelaku UMKM, maupun organisasi pemuda yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan dan kehabisan kuota pada gelombang ini, tidak perlu berkecil hati. InsyaAllah, pada bulan Oktober mendatang akan dibuka kembali batch baru dengan kuota yang kembali disiapkan untuk masyarakat.

"Jangan sampai telat daftar lagi ya," pesan hangat dari tim penyelenggara, mengingatkan agar masyarakat lebih sigap menangkap peluang emas ini di bulan depan. Melalui inisiatif berkelanjutan dari STM dan Kemnaker RI ini, bangsa ini selangkah lebih dekat menuju cita-cita besarnya: melahirkan generasi yang terampil, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

TEMANGGUNG – Stigma negatif yang kerap membayangi komunitas roda dua—mulai dari arogansi di jalan raya hingga sekadar kumpul-kumpul tanpa makna—kini mendapat antitesis nyata di Kabupaten Temanggung. Setelah sempat mematikan mesin dan vakum selama kurang lebih empat bulan, BikersMu Chapter Temanggung akhirnya kembali unjuk gigi. Namun, kebangkitan kali ini membawa energi yang jauh lebih besar dan terarah. Resmi berada di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung, komunitas ini tidak lagi murni berbicara soal aspal, melainkan soal bagaimana merajut persaudaraan, menebar manfaat, dan menyiarkan nilai-nilai kemanusiaan.

Pertemuan konsolidasi yang digelar baru-baru ini menjadi titik balik kebangkitan mereka. Mengusung semboyan penyemangat “Segera Bergerak!”, para pengurus dan anggota bertekad merapatkan barisan. Kesadaran untuk menyamakan visi menjadi fondasi utama dalam meracik program-program yang tidak hanya keren di mata manusia, tetapi juga bernilai ibadah. Sebagai langkah pemanasan, sebuah agenda touring jarak dekat langsung dibidik. Touring perdana pasca-vakum ini dirancang untuk mencairkan kerinduan dan mempererat silaturahmi antaranggota yang sempat tertunda.

Menariknya, BikersMu menetapkan standar tinggi yang membedakan mereka dari klub motor kebanyakan. Di sini, urusan aspal tidak boleh mengalahkan urusan akhirat. Standar keselamatan berkendara (safety riding) dan persiapan antisipasi darurat medis menjadi syarat mutlak dalam setiap perjalanan. Lebih dari itu, komitmen keagamaan ditegakkan secara teliti dan disiplin. Pengurus memastikan bahwa jadwal touring yang biasanya mengambil waktu di hari Ahad, pantang berbenturan dengan agenda rutin persyarikatan. Kegiatan penempaan spiritual seperti Kajian Kliwon, Kajian Pon, maupun Kuliah Subuh tetap menjadi prioritas utama yang tak bisa diganggu gugat oleh deru mesin.

Di balik balutan jaket touring yang tangguh, anggota BikersMu Temanggung mengemban misi besar bertajuk dakwah bil hal. Ini adalah pendekatan dakwah yang mengedepankan keteladanan aksi nyata di lapangan. Implementasinya diwujudkan dalam deretan program kerja yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat. Mulai dari kegiatan bakti sosial untuk kaum duafa, kampanye edukasi keselamatan berkendara bagi masyarakat umum, hingga kunjungan silaturahmi kepada tokoh agama dan masyarakat setempat. Untuk memastikan setiap aksi kemanusiaan ini berjalan efektif dan tepat sasaran, BikersMu tidak bekerja sendirian. Eksekusi program di lapangan akan disinergikan secara strategis dengan pihak-pihak dan lembaga kemanusiaan lain yang telah memiliki rekam jejak mumpuni.

Inovasi lain yang patut diacungi jempol dari kebangkitan BikersMu Chapter Temanggung adalah kelihaian mereka membaca arah zaman. Menyadari bahwa generasi muda adalah estafet masa depan persyarikatan, komunitas ini melakukan penyesuaian gaya agar lebih relevan dengan kaum milenial dan Generasi Z. Pendekatan konvensional yang kaku perlahan ditinggalkan. Salah satu gebrakan utamanya adalah penghapusan sistem “iuran” wajib yang sering kali dirasa memberatkan, terutama bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Sebagai gantinya, mereka menerapkan sistem “infak” sukarela yang lebih mengedepankan nilai keikhlasan, kesadaran, dan keberkahan kolektif.

Ruang interaksi antaranggota pun diperluas, tidak terbatas hanya saat memuntir tuas gas motor. Agenda olahraga bersama seperti futsal rutin disiapkan sebagai magnet tambahan. Langkah kultural ini terbukti menjadi instrumen ampuh untuk merangkul dan membangun ikatan emosional dengan anak-anak muda. Melalui olahraga dan hobi, perlahan-lahan mereka diajak menyelami dan mencintai nilai-nilai luhur persyarikatan dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

Secara administratif, BikersMu Temanggung kini telah memiliki pijakan yang sangat kokoh. Legalitas berupa Surat Keputusan (SK) dari PDM Temanggung telah resmi dikantongi. Kendati demikian, pengurus sepakat bahwa perayaan pengukuhan nantinya tidak boleh hanya sebatas seremoni potong tumpeng belaka. Momen inagurasi tersebut tengah dirancang menjadi sebuah lompatan strategis.

Saat ini, jajaran pengurus sedang menjajaki komunikasi intensif untuk membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung. Wacana kuat yang tengah diupayakan adalah menghadirkan secara langsung Bupati Temanggung dalam acara pengukuhan tersebut. Harapannya jelas: menciptakan resonansi dakwah yang lebih luas dan menegaskan komitmen bahwa BikersMu siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter pemuda dan memajukan kesejahteraan sosial di wilayah Temanggung.

Dengan mesin yang kembali menderu kencang dan setang kemudi yang mengarah lurus pada kebaikan, BikersMu Chapter Temanggung memberikan teladan yang menyejukkan. Mereka membuktikan bahwa kecintaan pada hobi otomotif, jika dikelola dengan visi yang benar, dapat menjelma menjadi harmoni indah yang membawa manfaat konkret bagi umat. Jalanan Temanggung kini bersiap menyambut babak baru dari para bikers pembawa pesan dakwah dan kemanusiaan.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.