KANDANGAN, NGEMPLAK – Bergerak cepat pasca-kesepakatan besar dalam forum "Pos Ronda #11" semalam di Masjid Al Muttaqien Kedungwiyu, jajaran Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan langsung menerjunkan tim taktis ke lapangan. Pagi ini, Minggu (31/05/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, sejumlah kader Pemuda Muhammadiyah berkumpul di Desa Ngemplak untuk melaksanakan agenda krusial berupa survey lahan yang menjadi calon kuat lokasi pengelolaan program ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi organisasi.
Langkah taktis yang diambil pada pagi buta ini merupakan bentuk komitmen konkret dari para pemuda persyarikatan untuk segera mengeksekusi hasil rasan-rasan dan rembugan yang telah disepakati bersama para sesepuh semalam. Desa Ngemplak dipilih sebagai titik awal pemetaan karena memiliki karakteristik tanah yang dinilai sangat potensial, namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemiliknya (lahan kurang produktif).
Meninjau Potensi Tanah di Desa Ngemplak
Dipimpin langsung oleh tim bidang ekonomi dan kewirausahaan PCPM Kandangan, proses survey yang berlangsung di bawah udara pagi yang sejuk tersebut berjalan dengan saksama. Tim melakukan pengukuran estimasi luas lahan, pengecekkan sumber air terdekat, serta melakukan analisis visual terhadap struktur dan kegemburan tanah di lokasi.
Berdasarkan hasil pengamatan awal di lapangan, lahan tidur di Desa Ngemplak ini memiliki kondisi sosiologis dan geografis yang sangat mendukung untuk dijadikan pusat percontohan pertanian (agro-enclave) bagi Pemuda Muhammadiyah Kandangan. Lokasinya yang relatif mudah diakses dari jalan utama desa akan sangat memudahkan mobilisasi alat pertanian, pupuk, hingga pengangkutan hasil panen nantinya.
"Sesuai tekad kami pada forum Pos Ronda semalam, kami tidak mau menunda-nunda waktu. Pagi ini kami langsung turun ke Desa Ngemplak untuk melihat langsung kondisi riil tanah yang diamanahkan kepada Pemuda," ujar salah satu koordinator lapangan PCPM Kandangan di sela-sela aktivitas survey. "Kami ingin memastikan bahwa perencanaan yang kami susun benar-benar presisi dan sesuai dengan kondisi topografi di sini."
Komoditas Talas: Pilihan Strategis untuk Hilirisasi Industri Keripik
Menariknya, PCPM Kandangan tidak sekadar berencana menanam komoditas pertanian biasa. Berdasarkan analisis pasar dan potensi lokal, lahan di Desa Ngemplak ini rencananya akan diproyeksikan secara khusus untuk budidaya tanaman talas. Pemilihan talas didasari atas beberapa pertimbangan matang, di antaranya masa tanam yang relatif stabil, perawatan yang tidak terlalu rumit bagi pemula, serta daya tahan tanaman yang kuat terhadap perubahan cuaca.
Namun, visi utama dari proyek ini terletak pada konsep hilirisasi produk. Pemuda Muhammadiyah tidak akan menjual talas tersebut dalam bentuk mentah (raw material). Rencananya, seluruh hasil panen talas dari lahan Desa Ngemplak akan diproses dan dikelola secara mandiri oleh unit usaha pemuda untuk diproduksi menjadi produk kuliner bernilai jual tinggi, yaitu Keripik Talas.
Langkah hilirisasi ini diambil sebagai strategi jitu untuk melipatgandakan nilai ekonomi dari setiap jengkal lahan yang dikelola. Dengan mengolahnya menjadi keripik secara mandiri, Pemuda Muhammadiyah Kandangan dapat menguasai rantai pasok dari hulu (pertanian) hingga ke hilir (pengolahan makanan dan pemasaran). Usaha mikro ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dari kalangan kader pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap, sekaligus menjadi sumber pendapatan baru (revenue stream) bagi kas organisasi.
Membangun Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan
Gerakan turun ke ladang yang diinisiasi oleh PCPM Kandangan ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda persyarikatan mampu menjadi solusi bagi problematika umat. Alih-alih membiarkan lahan-lahan milik warga senior terbengkalai, pemuda hadir menawarkan tenaga, manajemen, dan inovasi bisnis dengan sistem kerja sama yang saling menguntungkan.
"Konsepnya adalah social entrepreneurship. Kita menghidupkan lahan yang mati, menciptakan produk lokal yang berkualitas berupa keripik talas, dan hasilnya kita kembalikan untuk membiayai kegiatan dakwah serta sosial Pemuda Muhammadiyah di cabang Kandangan," tambah perwakilan tim ekonomi PCPM.
Survey lahan yang berakhir menjelang siang hari ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan proposal teknis budidaya, kepastian akad kerja sama bagi hasil dengan pemilik lahan, serta persiapan pembukaan lahan (land clearing). Semangat kebersamaan yang dicanangkan dalam jargon "Silaturahmi Kita, Semangat Kita!" kini telah benar-benar mewujud menjadi peluh dan kerja nyata di atas tanah Desa Ngemplak. Pemuda Muhammadiyah Kandangan optimis, dalam beberapa bulan ke depan, dari lahan tidur ini akan lahir produk keripik talas unggulan yang menjadi kebanggaan warga persyarikatan.


Posting Komentar