Optimalkan Lahan Tidur dan Inisiasi Shalat Jumat: Pemuda PCPM Kandangan Gelar 'Pos Ronda #11' di Kedungwiyu

KANDANGAN, KEDUNGGUMPUL – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan kembali meneguhkan komitmennya dalam menggerakkan potensi umat melalui program konsolidasi akar rumput yang dikemas secara santai namun strategis. Berlokasi di serambi Masjid Al Muttaqien, Dusun Kedungwiyu, Desa Kedunggumpul, PCPM Kandangan sukses menggelar kegiatan berkala bertajuk "Pos Ronda #11". Mengusung jargon resmi "Rembugan & Ngopi, Bareng Pemuda", forum yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini menjadi ajang silaturahmi yang menelurkan dua keputusan monumental bagi kemaslahatan warga persyarikatan setempat.

Berbeda dengan pelaksanaan Pos Ronda edisi-edisi sebelumnya yang didominasi oleh evaluasi internal organisasi, edisi kesebelas ini menyoroti persoalan riil di tengah masyarakat. Agenda utama yang mengemuka dalam rembugan hangat tersebut adalah optimalisasi pemanfaatan aset berupa lahan-lahan milik warga persyarikatan Muhammadiyah yang selama ini berada dalam kondisi mangkrak atau kurang produktif. Melalui musyawarah mufakat, disepakati skema alih pengelolaan lahan-lahan tidur tersebut kepada angkatan muda guna dikembangkan menjadi sektor usaha produktif yang mandiri.

Revitalisasi Lahan Tidur: Menjawab Tantangan Kemandirian Ekonomi Pemuda

Ketua PCPM Kandangan menegaskan bahwa keterbatasan ruang gerak ekonomi pemuda sering kali dipicu oleh minimnya akses terhadap faktor produksi, salah satunya adalah tanah. Di sisi lain, terdapat begitu banyak aset milik warga persyarikatan senior yang belum tergarap secara maksimal karena keterbatasan fisik maupun manajerial. Oleh karena itu, pengambilalihan pengelolaan ini dipandang sebagai simbiosis mutualisme yang sangat ideal antar-generasi.

"Kami melihat ada potensi besar yang tersia-siakan. Lahan-lahan strategis milik warga yang selama ini dibiarkan tumbuh semak belukar akan segera kita petakan. Melalui Pos Ronda #11 ini, pemuda berkomitmen untuk hadir sebagai motor penggerak. Kami akan menyusun perencanaan terpadu, mulai dari sektor pertanian organik, perkebunan hortikultura jangka pendek, hingga potensi budidaya perikanan darat yang disesuaikan dengan kontur tanah di wilayah Kedungwiyu," ujar salah satu perwakilan pemuda di sela-sela diskusi yang ditemani secangkir kopi hangat.

Peralihan pengelolaan aset ini didasari atas sistem bagi hasil (syirkah) yang transparan, sehingga pemilik lahan tetap mendapatkan haknya, sementara para pemuda memperoleh ruang nyata untuk mengasah jiwa kewirausahaan dan memperkuat ketahanan finansial organisasi.

Langkah taktis ini langsung mendapat sambutan hangat dari para tokoh masyarakat dan sesepuh persyarikatan yang hadir. Mereka menilai bahwa kerelaan para pemuda untuk turun langsung mengelola lahan pertanian dan bisnis berbasis komunitas merupakan angin segar di tengah maraknya arus urbanisasi formal. Pengelolaan lahan oleh pemuda ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru di tingkat dusun, sekaligus menjadi lumbung ketahanan pangan bagi kas persyarikatan dan modal dakwah sosial ke depan.

Pengadaan Shalat Jumat di Masjid Al Muttaqien: Mendekatkan Pelayanan Ibadah

Tidak hanya berfokus pada dimensi penguatan ekonomi, forum Pos Ronda #11 juga menaruh perhatian besar pada aspek spiritualitas dan penguatan dakwah kultural. Agenda krusial kedua yang berhasil disepakati malam itu adalah rencana pengadaan ibadah Shalat Jumat secara reguler di Masjid Al Muttaqien Kedungwiyu. Selama ini, jamaah dan warga sekitar harus menempuh jarak yang relatif jauh menuju masjid jami' di pusat desa atau dusun tetangga untuk menunaikan kewajiban mingguan tersebut.

Urgensi ini didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk di Dusun Kedungwiyu yang kian padat serta kerinduan warga akan pusat syiar Islam yang lebih inklusif dan dekat dengan pemukiman. PCPM Kandangan bersama takmir Masjid Al Muttaqien sepakat untuk segera mengurus aspek legalitas administratif serta mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan, termasuk kesiapan para mubaligh yang akan bertindak sebagai khatib dan imam Jumat secara bergiliran.

"Masjid Al Muttaqien sudah memiliki fasilitas fisik yang sangat memadai, ruang utama yang luas, serta tempat wudhu yang bersih. Sangat disayangkan jika potensi ruang ibadah seindah ini belum dimanfaatkan untuk pelaksanaan Shalat Jumat. Melalui gerakan pemuda, kami siap mengawal proses ini, mulai dari pemenuhan syarat syar'i jumlah jemaah minimal, sosialisasi ke tingkat jajaran pemerintahan desa, hingga pembentukan jadwal petugas jumat secara profesional," ungkap perwakilan Takmir Masjid Al Muttaqien penuh optimisme.

Sinergi Tanpa Batas: Silaturahmi Kita, Semangat Kita!

Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam tersebut ditutup dengan kesepakatan pembentukan tim kecil (satuan tugas) yang bertugas mengeksekusi kedua program strategis ini dalam kurun waktu satu bulan ke depan. Sesuai dengan pesan penutup yang tertera pada media sosialisasi acara, "Yuk, Merapat! Silaturahmi Kita, Semangat Kita!", momentum malam minggu di Kedungwiyu ini membuktikan bahwa pos ronda bukan sekadar tempat menjaga keamanan lingkungan fisik, melainkan telah bermutasi menjadi inkubator gagasan dan pusat peradaban berkemajuan bagi generasi muda Muhammadiyah.

Dengan semangat kebersamaan yang berkobar, PCPM Kandangan optimis bahwa sinergi pemanfaatan ekonomi berbasis lahan tidur dan perluasan syiar ibadah di Masjid Al Muttaqien akan menjadi tonggak sejarah baru bagi geliat dakwah persyarikatan di Desa Kedunggumpul. Kegiatan ini pun diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antarpemuda yang berkomitmen penuh menjaga konsistensi pergerakan di masa mendatang.

Tags

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.