April 2026

TEMANGGUNG – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan, Kabupaten Temanggung, menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi aktif dan memobilisasi massa dalam memeriahkan gelaran Pekan Agro Digital & Inovasi (PADI) Jawa Tengah 2026. Kehadiran para pemuda penggerak ini bukan sekadar kunjungan pameran biasa, melainkan sebuah langkah konkret dalam memenuhi undangan resmi, sekaligus menjadi ajang strategis untuk mempererat tali silaturahmi lintas sektor demi kemajuan agribisnis daerah.

Langkah inisiatif ini merujuk pada surat edaran resmi bernomor 229/II.10/B/2026 yang diterbitkan pada 20 April 2026 oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Dalam perhelatan akbar PADI 2026 yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah tersebut, MPM bersama Lazismu PWM Jateng turut mengambil peran sentral dengan membuka stand expo yang berlokasi di blok B6, B7, dan B8 Agro Center Soropadan.

Melalui instruksi tersebut, MPM PWM Jawa Tengah secara khusus mengundang seluruh jejaring MPM dan Jaringan Tani Muhammadiyah (Jatam) di tingkat daerah se-Jawa Tengah untuk hadir menyemarakkan kegiatan. Menanggapi seruan ini, PCPM Kandangan merespons cepat dengan menyebarkan poster ajakan partisipasi di berbagai lini masa, mulai dari Instagram, Facebook, YouTube "Muhammadiyah Kandangan", hingga TikTok "Suara Pemuda".

Dalam rencana mobilitasnya, PCPM Kandangan menetapkan jadwal keberangkatan secara rombongan pada hari Ahad, 26 April 2026. Upaya penggalangan partisipasi ini dirancang sangat taktis dan lekat dengan nilai-nilai religius. Rombongan dijadwalkan akan berangkat bersama-sama dari titik kumpul Masjid Nurul Iman, tepat setelah pelaksanaan kegiatan rutin Pengajian Ahad Pagi.

Pendekatan kultural ini diharapkan mampu membawa rombongan dalam jumlah besar, termasuk di dalamnya barisan Jamaah Tani Muhammadiyah. Seluruh peserta yang hadir dari Kandangan juga diimbau untuk mengenakan atribut kebanggaan Muhammadiyah, MPM, atau Jatam, serta diinstruksikan untuk menyiapkan infaq terbaik mereka sebagai bentuk dukungan nyata bagi program pemberdayaan umat.

Ajang PADI 2026 yang berpusat di Agro Center Soropadan, Jl. Raya Magelang – Semarang Km. 12,8 Pringsurat, Temanggung ini dinilai menawarkan ruang networking atau silaturahmi yang sangat luas. Di sinilah titik temu berbagai elemen krusial berkumpul: petani unggulan, inovator teknologi, akademisi, hingga jajaran pemerintah provinsi.

Bagi PCPM Kandangan, momentum ini dimanfaatkan untuk memperluas cakrawala lintas bidang. Silaturahmi yang dibangun tidak hanya terbatas pada internal persyarikatan di stand B6-B8 milik MPM PWM Jateng, tetapi juga meluas ke berbagai stand pameran teknologi dan inovasi pertanian lainnya. Dialog dengan para praktisi diharapkan dapat memunculkan gagasan-gagasan segar terkait integrasi teknologi digital—seperti sistem informasi pelaporan atau aplikasi pengelolaan basis data—ke dalam ekosistem pertanian lokal di desa-desa.

Selain itu, rangkaian acara di PADI 2026 menawarkan daya tarik spesifik yang memfasilitasi silaturahmi dengan berbagai komunitas hobi dan profesi. Bertepatan dengan hari kunjungan PCPM Kandangan pada Ahad (26/4), akan diselenggarakan "Jateng Coffee Festival 2026: V60 Battle Alert" yang memperebutkan Piala Gubernur Jawa Tengah. Acara ini menjadi wadah silaturahmi yang sempurna bagi pemuda pegiat industri kreatif dan pengusaha kedai kopi lokal.

Ada pula Pekan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Daerah Jawa Tengah (PEDA), Workshop Wirausaha dan Pertanian, Lokakarya sesi Jambore, hingga kegiatan yang sudah berlangsung sehari sebelumnya seperti Kontes Domba Padi 2026 dan Workshop Keranjang Parcel Rotan. Keberagaman acara ini memungkinkan pemuda untuk menyerap ilmu dari berbagai multidisiplin.

Keterlibatan aktif generasi muda dalam sektor agro-digital saat ini berada di posisi yang sangat krusial. Pertanian modern tidak lagi identik dengan pola konvensional, melainkan telah bergeser ke arah mekanisasi dan digitalisasi inovasi. Oleh karena itu, kehadiran PCPM Kandangan di PADI 2026 adalah bukti komitmen bahwa pemuda siap menjadi jembatan penghubung antara tradisi agraris yang kuat dengan kemajuan teknologi modern.

Diharapkan, pasca menghadiri acara dan bersilaturahmi di Agro Center Soropadan, delegasi pemuda dan Jamaah Tani Muhammadiyah Kandangan dapat membawa pulang insight berharga. Ilmu, wawasan terapan, serta relasi strategis yang didapatkan dari PADI 2026 diharapkan dapat segera diimplementasikan secara nyata, mendorong terciptanya kemandirian pangan, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat di wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.

KANDANGAN – Suasana malam di kompleks SMP Muhammadiyah 5 Kandangan tampak berbeda dari biasanya pada Jumat (24/04/2026). Jika biasanya riuh rendah aktivitas sekolah telah padam sejak sore, malam itu cahaya lampu dari salah satu sudut ruangan terlihat benderang. Terdengar bunyi khas bola seluloid yang beradu dengan meja kayu dan sorak-sorai riang sekelompok pemuda. Rupanya, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan tengah menginisiasi kegiatan “Pekan Olahraga Tenis Meja”.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini menjadi magnet baru bagi pemuda di wilayah Kandangan dan sekitarnya. Meskipun merupakan edisi perdana dalam rangkaian program kerja bidang olahraga, antusiasme yang ditunjukkan peserta sangat terasa. Tercatat sebanyak 12 orang pemuda hadir untuk memeriahkan acara yang diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum ini.

Menyalurkan Hobi di Tengah Kesibukan

Agenda ini bukan sekadar ajang olahraga biasa. Bagi PCPM Kandangan, kegiatan ini adalah jawaban atas kebutuhan ruang ekspresi bagi para pemuda yang memiliki minat di bidang olahraga, khususnya tenis meja. Di tengah gempuran tren gaya hidup digital, menyediakan wadah fisik untuk bergerak menjadi hal yang krusial.

Ketua panitia pelaksana di lokasi menyampaikan bahwa pemilihan tenis meja didasarkan pada sifat olahraganya yang inklusif, tidak memerlukan ruang yang terlalu luas, namun tetap efektif dalam membakar kalori dan melatih ketangkasan. “Kami melihat banyak kawan-kawan pemuda yang sebenarnya memiliki bakat dan hobi bermain pingpong, namun seringkali terkendala oleh ketersediaan fasilitas atau lawan main. Di sinilah PCPM hadir untuk menjembatani hal tersebut,” ujarnya di sela-sela pertandingan.

Sebanyak 12 partisipan yang hadir malam itu berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran yang ingin melepas penat setelah sepekan bekerja. Keberagaman ini justru menambah warna dalam setiap set pertandingan yang dimainkan.

Silaturahmi: Esensi di Balik Meja Pingpong

Meskipun bertajuk “Pekan Olahraga”, kompetisi bukanlah tujuan utama. Tujuan yang jauh lebih besar adalah menjalin silaturahmi yang erat antar pemuda. Dalam filosofi Pemuda Muhammadiyah, ukhuwah (persaudaraan) adalah fondasi dalam berorganisasi dan bermasyarakat. Melalui olahraga, sekat-sekat formalitas mencair dengan sendirinya.

“Tujuan utama kami adalah silaturahmi. Kalau hanya ingin sehat, kita bisa olahraga sendiri di rumah. Tapi dengan berkumpul seperti ini, kita bisa saling mengenal, bertukar pikiran, dan memperkuat jejaring komunikasi antar pemuda di Kandangan,” tambah salah satu pengurus PCPM yang turut hadir mengenakan kaos olahraga.

Sepanjang acara, suasana kekeluargaan sangat kental terasa. Tidak ada jarak antara pemain senior maupun pemula. Mereka yang lebih mahir dengan sukarela memberikan tips cara memegang bet (pemukul) yang benar atau teknik spin bola kepada rekan lainnya. Tawa pecah setiap kali terjadi reli panjang yang sengit atau saat bola keluar lapangan dengan cara yang tak terduga.

Komitmen Rutinitas Dua Mingguan

Melihat respons positif dari belasan peserta yang hadir, PCPM Kandangan tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi seremoni satu malam. Berdasarkan kesepakatan bersama di akhir sesi, kegiatan Tenis Meja ini diputuskan akan menjadi agenda rutin.

Rencananya, Pekan Olahraga Tenis Meja ini akan dilaksanakan setiap dua pekan sekali, tepatnya pada Jumat malam di jam dan lokasi yang sama, yakni SMP Muhammadiyah 5 Kandangan pukul 20.00 WIB. Konsistensi ini diharapkan dapat membentuk komunitas yang solid dan berkelanjutan.

“Kami ingin ini menjadi budaya. Bukan hanya sekali kumpul lalu bubar. Dengan jadwal yang rutin setiap dua minggu, kawan-kawan bisa mengatur jadwal mereka jauh-jauh hari untuk bisa bergabung. Kami yakin, ke depannya peserta akan terus bertambah seiring tersebarnya informasi ini,” ungkap koordinator lapangan dengan optimis.

Dampak Positif bagi Komunitas

Penggunaan fasilitas SMP Muhammadiyah 5 Kandangan juga menjadi nilai tambah tersendiri. Selain menghidupkan suasana sekolah di malam hari, hal ini juga mempererat hubungan antara organisasi otonom Muhammadiyah dengan instansi pendidikan yang ada di bawah naungan persyarikatan.

Para peserta yang hadir malam itu memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PCPM Kandangan. Salah satu peserta, yang mengaku baru pertama kali ikut kegiatan Pemuda Muhammadiyah, merasa sangat terkesan. “Awalnya saya kira acaranya akan sangat formal, ternyata seru sekali. Saya bisa menyalurkan hobi pingpong saya sekaligus dapat teman-teman baru. Saya pasti akan datang lagi dua minggu lagi,” tuturnya.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 22.30 WIB yang ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah singkat. Meski keringat membasahi kaos, raut wajah puas dan ceria terpancar dari ke-12 peserta tersebut.

PCPM Kandangan melalui program ini telah membuktikan bahwa dakwah tidak harus selalu dilakukan di atas mimbar. Melalui meja pingpong, mereka berhasil merangkul pemuda, menyehatkan raga, dan yang terpenting, merajut kembali tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang karena kesibukan masing-masing. Pekan Olahraga Tenis Meja kini menjadi bukti nyata bahwa di tangan pemuda yang kreatif, olahraga bisa menjadi sarana pemersatu yang paling efektif.

KABUPATEN MAGELANG – Lapangan Drh. Soepardi, Kota Mungkid, berubah menjadi lautan hijau dan kuning pada Minggu, 19 April 2026. Ribuan kader 'Aisyiyah dari seluruh penjuru eks-Karesidenan Kedu—mulai dari Magelang, Temanggung, Kebumen, Purworejo, hingga Wonosobo—tumpah ruah merayakan agenda akbar bertajuk "Wisata Dakwah 'Aisyiyah: Wujudkan Perempuan Berkemajuan dalam Menebar Rahmat bagi Negeri."

Di balik kemeriahan dan kekhusyukan acara yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M. Ed, terdapat barisan pemuda tangguh berbaret merah yang sigap memastikan setiap sudut lokasi tetap kondusif. Mereka adalah personel KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) Kandangan yang turun penuh untuk mendukung kelancaran syiar dakwah ini.

Berikut adalah potret dokumentasi dan narasi pengabdian KOKAM Kandangan selama mengawal jalannya acara.

1. Konsolidasi Fajar: Persiapan di Balik Layar

Dokumentasi pertama dimulai tepat saat matahari belum sepenuhnya menampakkan diri di ufuk timur Magelang. Para personel KOKAM Kandangan sudah berkumpul untuk melakukan briefing singkat di titik kumpul. Dengan seragam loreng khasnya, mereka membagi tugas: mulai dari pengamanan ring utama tempat para pejabat daerah dan nasional duduk, hingga pengaturan lalu lintas di pintu masuk Lapangan Drh. Soepardi.

Kehadiran tokoh penting seperti Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, dan Wakil Bupati H. Sahid, SH, menuntut standar keamanan yang tinggi namun tetap humanis. KOKAM Kandangan membuktikan bahwa ketegasan bisa bersanding dengan keramahan khas kader Muhammadiyah.

2. Menjadi "Pagar Hidup" bagi Perempuan Berkemajuan

Sesuai dengan tema acara yang menonjolkan peran perempuan, peserta mayoritas adalah ibu-ibu 'Aisyiyah. Dalam dokumentasi foto lapangan, terlihat personel KOKAM Kandangan dengan sigap membantu para peserta lansia untuk turun dari bus dan mengarahkan mereka menuju area tribun.

"Tugas kami bukan sekadar berdiri tegak, tapi memastikan 'Ibu-Ibu Kami' (Aisyiyah) merasa aman dan nyaman selama beribadah dan berwisata dakwah. Jika mereka tersenyum, tugas kami berhasil," ujar salah satu komandan lapangan KOKAM Kandangan di sela-sela penjagaan.

Daftar Tokoh Penting yang Hadir dalam Pantauan Pengamanan:
Menteri DIKDASMEN RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M. Ed
Bupati Magelang Grengseng Pamuji
Wakil Bupati Magelang H. Sahid, SH
Ketua PDM Kab. Magelang Muhammad Nasirudin, M.A
Ketua PDA Kab. Magelang Dra. Nida Ul Hasanah

3. Pengawalan VIP dan Sinergi Lintas Sektoral

Salah satu momen krusial yang tertangkap kamera adalah saat kedatangan Prof. Dr. Abdul Mu’ti. KOKAM Kandangan bersinergi dengan aparat kepolisian dan protokoler kabupaten untuk membentuk jalur steril. Dokumentasi menunjukkan koordinasi yang rapi, membuktikan bahwa KOKAM bukan sekadar organisasi kepemudaan biasa, melainkan unit taktis yang terlatih secara profesional.

Di bawah terik matahari pagi yang mulai menyengat, para personel tetap bergeming. Tidak ada gurat lelah yang tampak, hanya dedikasi untuk menjaga marwah organisasi dalam menyukseskan agenda Karesidenan Kedu ini.

4. Ketertiban Parkir dan Logistik: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Seringkali tidak terpotret di panggung utama, namun peran KOKAM Kandangan di area parkir adalah kunci suksesnya acara. Dengan ribuan armada bus dan kendaraan pribadi dari berbagai kabupaten (Kebumen, Temanggung, Wonosobo, Purworejo), pengaturan arus masuk-keluar adalah tantangan tersendiri.

Beberapa foto dokumentasi memperlihatkan personel KOKAM mengatur barisan bus agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan utama Kota Mungkid. Hal ini mendapat apresiasi langsung dari warga sekitar yang merasa terbantu dengan ketertiban yang diciptakan.

5. Menjaga Kebersihan dan Kenyamanan Lingkungan

Filosofi "Menebar Rahmat bagi Negeri" dipraktikkan langsung oleh KOKAM Kandangan. Pasca acara selesai dan massa mulai membubarkan diri, dokumentasi menunjukkan personel tidak langsung pulang. Mereka turut membantu tim kebersihan memastikan Lapangan Drh. Soepardi kembali bersih seperti semula. Ini adalah bentuk dakwah nyata melalui tindakan (dakwah bil hal).
Penutup: Pengabdian Tanpa Batas

Agenda Wisata Dakwah 'Aisyiyah se-eks Karesidenan Kedu tahun 2026 ini bukan hanya tentang berkumpulnya massa, tapi tentang bagaimana sinergi antara gerakan perempuan dan gerakan pemuda Muhammadiyah menciptakan harmonisasi yang luar biasa.

KOKAM Kandangan telah menuliskan catatan emas melalui lensa dokumentasi hari ini. Baret merah mereka bukan hanya simbol keberanian, tapi simbol kesiapan untuk melayani umat. Dari Magelang untuk Indonesia, mereka telah membuktikan bahwa perempuan berkemajuan akan selalu memiliki garda terdepan yang siap menjaga langkah mereka dalam menebar rahmat bagi negeri.

Sampai jumpa di agenda dakwah berikutnya, tetap tangguh dan semangat, KOKAM!


KANDANGAN – Suasana malam di Desa Baledu, Kecamatan Kandangan, tampak lebih hidup dari biasanya pada Jumat (17/04/2026). Cahaya lampu dari Stadion Diwak BLD memancar terang, mengiringi tawa dan riuh semangat para pemuda yang berkumpul untuk menyalurkan hobi sekaligus memperkuat tali persaudaraan. Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan secara resmi menggelar kegiatan “Pekan Olahraga” yang memfokuskan pada cabang olahraga bulu tangkis.


Kegiatan yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini bukan sekadar ajang adu fisik di atas lapangan hijau, melainkan sebuah manifestasi dari semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dalam bingkai silaturahmi. Sebanyak 17 peserta hadir memadati area stadion, terdiri dari unsur pengurus Pemuda Muhammadiyah, personel KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah), serta masyarakat umum dari lingkungan sekitar Desa Baledu dan sekitarnya.

Sinergi Pemuda, KOKAM, dan Masyarakat

Kehadiran 17 peserta ini memberikan warna tersendiri. Meski jumlahnya terlihat terbatas, namun antusiasme yang ditunjukkan mampu menciptakan atmosfer pertandingan yang kompetitif namun tetap penuh keakraban. Para personel KOKAM yang biasanya identik dengan seragam doreng dan tugas pengamanan, kali ini tampil berbeda dengan kaos olahraga dan raket di tangan. Begitu pula dengan para pemuda desa yang tampak baur tanpa ada sekat organisasi.

Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa pemilihan bulu tangkis sebagai olahraga utama didasarkan pada popularitas cabang ini di semua kalangan. “Bulu tangkis adalah olahraga yang merakyat. Di sini, kita tidak melihat siapa yang paling jago smes atau siapa yang paling kuat fisiknya, tapi kita melihat bagaimana komunikasi terjalin di sela-sela pergantian set. Inilah cara kami merangkul masyarakat,” ujarnya di sela-sela pertandingan.

Interaksi yang terjadi di Gedung Serbaguna Desa Baledu malam itu membuktikan bahwa olahraga adalah instrumen paling efektif untuk mencairkan kekakuan sosial. Antara anggota organisasi dan warga sipil saling melempar canda, berbagi strategi, hingga saling memberikan dukungan saat ada pemain yang berhasil mencetak poin lewat pukulan drop shot yang akurat.


Misi Besar di Balik Raket dan Kok

Tujuan utama dari Pekan Olahraga ini adalah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas silaturahmi. Bagi PCPM Kandangan, menjaga hubungan baik antaranggota internal adalah kewajiban, namun menjalin kedekatan dengan masyarakat umum adalah kebutuhan dakwah sosial yang tidak boleh ditinggalkan. Melalui keringat yang mengucur bersama, diharapkan tumbuh rasa saling memiliki dan kerja sama yang lebih solid di masa depan.

Dalam konteks organisasi, kehadiran KOKAM dalam kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik para anggota. Sebagai garda terdepan dalam pengawalan kegiatan dakwah dan kemanusiaan, personel KOKAM dituntut memiliki stamina yang prima. Olahraga rutin seperti ini menjadi sarana latihan yang menyenangkan bagi mereka.

Bagi masyarakat sekitar, kegiatan ini menjadi ruang rekreasi sehat di malam hari. Seorang warga yang ikut bertanding menyatakan kegembiraannya bisa bergabung. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Pemuda Muhammadiyah. Biasanya kami hanya menonton, sekarang bisa ikut berkeringat bersama. Semoga ini jadi pintu untuk kegiatan positif lainnya,” ungkapnya.

Rencana Rutin Dua Kali Sebulan

Melihat kesuksesan dan respons positif dari para peserta, pihak penyelenggara telah menetapkan rencana jangka panjang. Harapannya, kegiatan Pekan Olahraga ini tidak berhenti sebagai agenda sekali jalan. Panitia menargetkan agar latihan bersama ini dilaksanakan secara rutin sebanyak dua kali dalam sebulan, tetap mengambil waktu di hari Jumat malam dan bertempat di Gedung Serbaguna Desa Baledu.

Konsistensi adalah kunci dari sebuah komunitas yang sehat. Dengan jadwal yang teratur, diharapkan jumlah peserta akan terus bertambah, dan jangkauan silaturahmi akan semakin luas. “Kami ingin menjadikan ini sebagai basecamp kesehatan dan ukhuwah. Jika dilakukan rutin dua kali sebulan, ikatan emosional antar peserta akan semakin kuat,” tambah perwakilan PCPM Kandangan.


Apresiasi untuk Pemerintah Desa Baledu

Kelancaran acara ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama dalam hal fasilitas. Pihak PCPM Kandangan menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Baledu atas izin penggunaan Gedung Serbaguna Desa Baledu. Fasilitas yang representatif ini dinilai sangat mendukung kenyamanan para peserta dalam berolahraga.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Kepala Desa dan seluruh jajaran perangkat Desa Baledu. Dukungan pemberian izin tempat ini adalah bentuk nyata sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang positif bagi masyarakat,” pungkas panitia.

Malam semakin larut, namun semangat di Gedung Serbaguna Desa Baledu belum surut hingga pertandingan berakhir. Pekan Olahraga ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sederhana, menandai berakhirnya sebuah pertemuan yang singkat namun bermakna besar bagi persatuan pemuda dan warga Kandangan. Sampai jumpa di pertandingan dua minggu mendatang!

KEBUMEN – Sebagai upaya nyata memperkuat pilar pemberdayaan dalam gerakan dakwah Muhammadiyah, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah resmi menyelenggarakan Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) Angkatan Pertama untuk Regional KeduKegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 10-12 April 2026 ini, bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Kebumen.

Dalam perhelatan strategis ini, Saudara Zaenal Arifin, yang merupakan Anggota PCPM Kandangan sekaligus Ketua Bidang Dakwah, hadir memenuhi undangan sebagai delegasi resmi. Ia membawa amanah besar dengan mewakili Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan sekaligus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung. Keikutsertaan Zaenal menjadi langkah krusial bagi pengembangan potensi ekonomi dan sosial di wilayah Temanggung, khususnya di Kecamatan Kandangan.

Mencetak Kader Penggerak Berkemajuan

SEKAM Regional Kedu tahun 2026 ini mengusung tema besar “Membentuk Kader Penggerak Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat yang Berkemajuan”Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari enam daerah di eks-Karesidenan Kedu, yaitu Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen.

Penyelenggaraan SEKAM dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan dan kapasitas dalam melakukan kerja-kerja pemberdayaan, terutama bagi kelompok petani, nelayan, disabilitas, dan masyarakat marginal lainnyaMelalui pelatihan ini, MPM PWM Jawa Tengah menargetkan lahirnya fasilitator pemberdayaan yang mampu mendampingi masyarakat dari tahap perencanaan hingga implementasi program.

Kurikulum Komprehensif: Dari Falsafah hingga Praktik Lapangan

Selama mengikuti pelatihan, Zaenal Arifin dan puluhan peserta lainnya dibekali dengan kurikulum yang memadukan teori ideologis dan praktik teknis. Materi yang diberikan terbagi menjadi tiga kategori utama:

  • Materi Dasar: Peserta mendalami Falsafah Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah serta memahami peran dan fungsi strategis fasilitator di tengah masyarakat.

  • Materi Pokok: Fokus pada kemandirian ekonomi melalui mekanisme pengajuan dana bantuan kredit untuk UMKM bekerja sama dengan Bank Jateng Syariah, serta pengenalan Model Bisnis Ekosistem Usaha Pertanian Terpadu Jaringan Tani Muhammadiyah (JATAM).

  • Materi Praktik: Peserta terjun langsung ke lapangan untuk mempraktikkan budidaya padi dan komoditas hortikultura unggulan daerah.

Metode pelatihan yang digunakan meliputi ceramah, brainstorming (curah gagasan), tugas kelompok, hingga praktik lapangan untuk memastikan setiap kader memiliki keterampilan yang memadai.

Manfaat dan Proyeksi Masa Depan bagi Temanggung

Keikutsertaan Zaenal Arifin dalam SEKAM Regional Kedu memberikan manfaat yang luas, baik secara personal maupun untuk organisasi Muhammadiyah di Temanggung. Berikut adalah beberapa poin penting yang didapatkan untuk masa depan:

  1. Penguatan Ideologi Dakwah Melalui Pemberdayaan Zaenal kini memiliki pemahaman mendalam bahwa pemberdayaan masyarakat bukan sekadar bantuan sosial, melainkan manifestasi visi misi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang nyata dalam meningkatkan taraf hidup umat. Hal ini sangat relevan dengan posisinya sebagai Ketua Bidang Dakwah di PCPM Kandangan.
  2. Akses Finansial dan Kemandirian UMKM Dengan materi mekanisme kredit UMKM, Zaenal dapat menjadi jembatan bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat di Kandangan untuk mengakses modal usaha yang syar’i. Ini adalah bekal berharga untuk menggerakkan ekonomi lokal yang selama ini sering terkendala masalah permodalan.
  3. Inovasi Pertanian Melalui JATAM Sebagai wilayah yang agraris, Temanggung sangat membutuhkan model bisnis pertanian terpadu. Ilmu mengenai JATAM dan praktik hortikultura akan memungkinkan Zaenal untuk menginisiasi “Produk Unggulan Tematik” di tingkat cabang atau daerah.
  4. Penciptaan Infrastruktur Organisasi yang Kuat Partisipasi ini mendukung target MPM untuk mewujudkan satu fasilitator di setiap PCM dan tersusunnya minimal satu proposal pemberdayaan per PDM. Artinya, kepulangan Zaenal dari acara ini akan langsung diikuti dengan penyusunan rencana aksi nyata (proposal) untuk diimplementasikan di Temanggung.

Penutup

Melalui pelatihan SEKAM ini, diharapkan muncul tenaga profesional yang mampu menggerakkan ekosistem pemberdayaan di akar rumput. Bagi PCM Kandangan dan PDM Temanggung, kehadiran Zaenal Arifin dalam forum ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan masyarakat yang berkemajuan dan mandiri secara ekonomi.

Kegiatan ini secara resmi dikelola oleh kepanitiaan dari MPM PWM Jawa Tengah, MPM PDM Kebumen, dan PCM Gombong, dengan menghadirkan para pakar dari Dewan Pakar MPM PWM serta praktisi profesional di bidang pertanian. Kesuksesan acara ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi kader muda Muhammadiyah lainnya untuk terus terlibat aktif dalam kerja-kerja kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.

KANDANGAN – Dalam langkah progresif yang menandai babak baru pergerakan pemuda Islam di tingkat akar rumput, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan (Periode 2025-2029) resmi meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Digital Terpadu pada hari ini. Peluncuran platform berbasis web ini bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan sebuah manifesto nyata dari komitmen organisasi terhadap transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi publik.

Di era digital di mana informasi mengalir tanpa batas, tuntutan masyarakat akan transparansi organisasi sosial dan keagamaan semakin tinggi. Menyadari hal tersebut, pengurus PCPM Kandangan mengambil inisiatif untuk tidak hanya beradaptasi dengan zaman, tetapi juga memimpin perubahan di wilayahnya. Aplikasi yang kini dapat diakses secara luas melalui tautan https://data.pcpmkandangan.com/ ini, dirancang untuk memberikan akses langsung bagi masyarakat, donatur, dan simpatisan untuk melihat rekam jejak organisasi.

"Kami meyakini bahwa kepercayaan umat adalah aset paling berharga bagi sebuah organisasi pergerakan. Dan kepercayaan itu hanya bisa dirawat dengan kejujuran serta transparansi," ujar Wahyu Anggoro Saputro, Ketua Umum PCPM Kandangan saat ditemui seusai acara peluncuran. "Aplikasi ini adalah bentuk tanggung jawab kami. Rapor kinerja kami kini tidak lagi tertutup di lemari arsip, melainkan bisa dipantau oleh siapa saja, kapan saja, melalui layar ponsel mereka."

Aplikasi Sistem Informasi PCPM Kandangan ini dikembangkan secara mandiri dengan mengusung desain yang modern dan ramah pengguna (mobile-friendly). Terdapat empat pilar fitur utama yang menjadi sorotan dalam platform ini, yang seluruhnya bermuara pada upaya mendekatkan organisasi dengan masyarakat.

Fitur pertama dan yang paling revolusioner adalah Laporan Kegiatan Real-Time. Melalui modul ini, setiap aktivitas dakwah, sosial, hingga pergerakan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) didokumentasikan secara langsung setelah acara selesai. Masyarakat dapat melihat rincian kegiatan, lokasi, waktu, serta bidang mana yang bertanggung jawab. Sistem ini memastikan bahwa pergerakan PCPM bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang terukur.

Kedua, platform ini menyediakan Kalender Agenda Terbuka. Fitur ini tidak hanya menampilkan riwayat kegiatan masa lalu, tetapi juga memaparkan jadwal kegiatan yang akan datang secara terperinci. Yang menarik, sistem ini dilengkapi dengan indikator countdown (hitung mundur) yang informatif untuk agenda terdekat. Dengan adanya kalender terbuka ini, PCPM Kandangan berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat luas dalam agenda-agenda dakwah dan sosial yang mereka selenggarakan.

Pilar ketiga yang menjadi tulang punggung transparansi organisasi adalah fitur Tata Kelola Keuangan. Di sinilah letak komitmen akuntabilitas PCPM Kandangan diuji. Aplikasi ini mencatat sirkulasi dana umat, baik pemasukan maupun pengeluaran, secara mendetail. Setiap transaksi dikategorikan dengan rapi (seperti untuk operasional, sosial, atau infaq) lengkap dengan nominal dan kalkulasi saldo yang berjalan otomatis. Meskipun akses input data dilindungi secara ketat oleh sistem otorisasi bagi bendahara, masyarakat umum dapat melihat laporan keuangan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas dana yang dikelola organisasi.

Terakhir, aplikasi ini juga menghadirkan fitur Pemetaan Profil dan Potensi Personil. Publik dapat melihat struktur kepengurusan secara visual melalui bagan organogram yang interaktif. Lebih dari itu, sistem ini memetakan minat, bakat, dan potensi setiap kader, mulai dari minat di bidang pertanian, pendidikan, jurnalistik, hingga kewirausahaan. Hal ini membuka peluang besar bagi masyarakat atau instansi lain yang ingin bersinergi dan berkolaborasi dalam program-program pemberdayaan ekonomi atau sosial berbasis kompetensi kader.

Dari sisi teknis, aplikasi ini dibangun menggunakan integrasi Google Apps Script dan antarmuka Tailwind CSS, menjadikannya sangat ringan, responsif, dan stabil tanpa membebani server eksternal. Penggunaan teknologi berbasis cloud ini juga sejalan dengan semangat ramah lingkungan (paperless), mengurangi penggunaan kertas untuk pencatatan administrasi harian.

Kehadiran Sistem Informasi PCPM Kandangan ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan. Tokoh masyarakat setempat menilai langkah ini sebagai terobosan yang patut dicontoh oleh organisasi kepemudaan lainnya. Keterbukaan informasi dianggap mampu meminimalisir prasangka dan membangun sinergi yang lebih kokoh antara organisasi dengan masyarakat yang dilayaninya.

Melalui inovasi ini, PCPM Kandangan membuktikan bahwa Pemuda Muhammadiyah tidak hanya pandai dalam beretorika keagamaan, tetapi juga cakap dalam mengadopsi teknologi untuk kebaikan umat. Langkah digitalisasi ini diharapkan menjadi pondasi yang kuat bagi PCPM Kandangan dalam mengemban amanah dakwah pada periode 2025-2029, mewujudkan visi pemuda yang Bersih, Berkemajuan, dan Bermanfaat bagi semesta. Publik kini diundang untuk turut mengawal dan menjadi saksi pergerakan mereka.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.