September 2026

KANDANGAN - Upaya nyata dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput terus digencarkan. Salah satu langkah konkret tersebut terwujud melalui program Pelatihan Tailor Made Training (TMT) yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara Sekolah Tani Masyarakat (STM) dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, di bawah naungan langsung Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI). Pada hari pertama pelaksanaannya, antusiasme masyarakat terlihat begitu luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan terisinya seluruh kuota secara penuh pada enam kelas yang resmi dibuka.

Di antara ratusan peserta yang memenuhi ruang-ruang pelatihan, terdapat pemandangan yang menginspirasi, yakni hadirnya 4 (empat) orang utusan dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Kehadiran empat delegasi pemuda ini bukan tanpa alasan yang kuat. Sebagai organisasi kepemudaan yang berakar di tengah masyarakat, PCPM Kandangan menyadari betul bahwa tantangan tantangan ekonomi di era modern harus dijawab dengan tindakan nyata, yakni peningkatan soft skill dan hard skill. Pengiriman empat kader terbaik ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga tangguh secara finansial. Keempat utusan tersebut diharapkan mampu menjadi pionir, menyerap ilmu semaksimal mungkin, untuk kemudian menularkannya kepada pemuda dan masyarakat lainnya di wilayah Kandangan.

Program Tailor Made Training kali ini dirancang dengan sangat cermat untuk menjawab kebutuhan riil pasar kerja dan dunia wirausaha saat ini. Pihak penyelenggara menghadirkan lima program pelatihan utama yang didistribusikan ke dalam enam kelas yang kini berstatus full kuota. Kelima program tersebut meliputi: Pelatihan Barista, Digital Marketing, Affiliate Marketing, Laporan Keuangan UMKM, serta Pengelolaan Sampah Organik.

Masing-masing kelas memiliki daya tarik dan urgensi yang tinggi. Pelatihan Barista membidik menjamurnya industri kopi dan kafe lokal, memberikan keterampilan meracik kopi bernilai jual tinggi. Kelas Digital Marketing dan Affiliate Marketing menjadi ujung tombak bagi pemasaran modern, memungkinkan peserta meraup pendapatan melalui ekosistem digital tanpa batas ruang. Di sisi lain, pelatihan Laporan Keuangan UMKM memberikan fondasi manajerial yang sangat krusial bagi para pelaku usaha kecil untuk mengelola arus kas agar bisnis mereka bisa terus bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Tidak kalah penting, kelas Pengelolaan Sampah Organik hadir sebagai solusi pelestarian lingkungan hidup yang cerdas; mengubah limbah yang kerap diabaikan menjadi produk pupuk dan kompos bernilai ekonomis tinggi, selaras dengan visi pemberdayaan Sekolah Tani Masyarakat (STM).

Semangat dari seluruh rangkaian pelatihan ini terangkum dengan sangat sempurna dalam satu kutipan yang menjadi ruh pergerakan program: "Dari keterampilan, lahir peluang. Dari peluang, tumbuh kemandirian."

Filosofi mendalam ini menegaskan bahwa kemandirian ekonomi sejati tidak bisa dicapai dengan sekadar menunggu bantuan atau keajaiban, melainkan harus dijemput melalui penguasaan keterampilan yang relevan dengan zaman. Kemnaker RI melalui BBPVP Semarang dan STM menyadari bahwa memberikan pelatihan ibarat memberikan kail pancing yang kokoh, bukan sekadar memberikan ikan. Dengan kail berupa ilmu kewirausahaan dan keahlian teknis vokasi, para peserta—termasuk para pemuda utusan PCPM Kandangan—kini memiliki modal tak ternilai untuk menciptakan lapangan kerja baru, baik untuk mengangkat derajat diri mereka sendiri maupun untuk memberdayakan masyarakat luas di lingkungan sekitar mereka.

Pada hari pertama pelatihan, atmosfer semangat untuk bertumbuh dan menjadi individu yang lebih terampil sangat terasa pekat di setiap sesi instruksi. Para peserta saling bertukar gagasan dan aktif berinteraksi dengan mentor. Rencananya, program Tailor Made Training ini akan berlangsung secara intensif selama lima hari ke depan. Dalam kurun waktu tersebut, seluruh peserta akan digembleng oleh instruktur-instruktur profesional yang memadukan teori komprehensif dengan praktik langsung, sehingga ilmu yang diserap benar-benar matang dan siap diaplikasikan.

Melihat animo masyarakat yang membludak serta potensi dampak positif yang sangat besar dari kolaborasi vokasi ini, pihak penyelenggara telah menyiapkan kabar gembira bagi masyarakat luas. Bagi warga, pelaku UMKM, maupun organisasi pemuda yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan dan kehabisan kuota pada gelombang ini, tidak perlu berkecil hati. InsyaAllah, pada bulan Oktober mendatang akan dibuka kembali batch baru dengan kuota yang kembali disiapkan untuk masyarakat.

"Jangan sampai telat daftar lagi ya," pesan hangat dari tim penyelenggara, mengingatkan agar masyarakat lebih sigap menangkap peluang emas ini di bulan depan. Melalui inisiatif berkelanjutan dari STM dan Kemnaker RI ini, bangsa ini selangkah lebih dekat menuju cita-cita besarnya: melahirkan generasi yang terampil, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

TEMANGGUNG – Stigma negatif yang kerap membayangi komunitas roda dua—mulai dari arogansi di jalan raya hingga sekadar kumpul-kumpul tanpa makna—kini mendapat antitesis nyata di Kabupaten Temanggung. Setelah sempat mematikan mesin dan vakum selama kurang lebih empat bulan, BikersMu Chapter Temanggung akhirnya kembali unjuk gigi. Namun, kebangkitan kali ini membawa energi yang jauh lebih besar dan terarah. Resmi berada di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung, komunitas ini tidak lagi murni berbicara soal aspal, melainkan soal bagaimana merajut persaudaraan, menebar manfaat, dan menyiarkan nilai-nilai kemanusiaan.

Pertemuan konsolidasi yang digelar baru-baru ini menjadi titik balik kebangkitan mereka. Mengusung semboyan penyemangat “Segera Bergerak!”, para pengurus dan anggota bertekad merapatkan barisan. Kesadaran untuk menyamakan visi menjadi fondasi utama dalam meracik program-program yang tidak hanya keren di mata manusia, tetapi juga bernilai ibadah. Sebagai langkah pemanasan, sebuah agenda touring jarak dekat langsung dibidik. Touring perdana pasca-vakum ini dirancang untuk mencairkan kerinduan dan mempererat silaturahmi antaranggota yang sempat tertunda.

Menariknya, BikersMu menetapkan standar tinggi yang membedakan mereka dari klub motor kebanyakan. Di sini, urusan aspal tidak boleh mengalahkan urusan akhirat. Standar keselamatan berkendara (safety riding) dan persiapan antisipasi darurat medis menjadi syarat mutlak dalam setiap perjalanan. Lebih dari itu, komitmen keagamaan ditegakkan secara teliti dan disiplin. Pengurus memastikan bahwa jadwal touring yang biasanya mengambil waktu di hari Ahad, pantang berbenturan dengan agenda rutin persyarikatan. Kegiatan penempaan spiritual seperti Kajian Kliwon, Kajian Pon, maupun Kuliah Subuh tetap menjadi prioritas utama yang tak bisa diganggu gugat oleh deru mesin.

Di balik balutan jaket touring yang tangguh, anggota BikersMu Temanggung mengemban misi besar bertajuk dakwah bil hal. Ini adalah pendekatan dakwah yang mengedepankan keteladanan aksi nyata di lapangan. Implementasinya diwujudkan dalam deretan program kerja yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat. Mulai dari kegiatan bakti sosial untuk kaum duafa, kampanye edukasi keselamatan berkendara bagi masyarakat umum, hingga kunjungan silaturahmi kepada tokoh agama dan masyarakat setempat. Untuk memastikan setiap aksi kemanusiaan ini berjalan efektif dan tepat sasaran, BikersMu tidak bekerja sendirian. Eksekusi program di lapangan akan disinergikan secara strategis dengan pihak-pihak dan lembaga kemanusiaan lain yang telah memiliki rekam jejak mumpuni.

Inovasi lain yang patut diacungi jempol dari kebangkitan BikersMu Chapter Temanggung adalah kelihaian mereka membaca arah zaman. Menyadari bahwa generasi muda adalah estafet masa depan persyarikatan, komunitas ini melakukan penyesuaian gaya agar lebih relevan dengan kaum milenial dan Generasi Z. Pendekatan konvensional yang kaku perlahan ditinggalkan. Salah satu gebrakan utamanya adalah penghapusan sistem “iuran” wajib yang sering kali dirasa memberatkan, terutama bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Sebagai gantinya, mereka menerapkan sistem “infak” sukarela yang lebih mengedepankan nilai keikhlasan, kesadaran, dan keberkahan kolektif.

Ruang interaksi antaranggota pun diperluas, tidak terbatas hanya saat memuntir tuas gas motor. Agenda olahraga bersama seperti futsal rutin disiapkan sebagai magnet tambahan. Langkah kultural ini terbukti menjadi instrumen ampuh untuk merangkul dan membangun ikatan emosional dengan anak-anak muda. Melalui olahraga dan hobi, perlahan-lahan mereka diajak menyelami dan mencintai nilai-nilai luhur persyarikatan dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

Secara administratif, BikersMu Temanggung kini telah memiliki pijakan yang sangat kokoh. Legalitas berupa Surat Keputusan (SK) dari PDM Temanggung telah resmi dikantongi. Kendati demikian, pengurus sepakat bahwa perayaan pengukuhan nantinya tidak boleh hanya sebatas seremoni potong tumpeng belaka. Momen inagurasi tersebut tengah dirancang menjadi sebuah lompatan strategis.

Saat ini, jajaran pengurus sedang menjajaki komunikasi intensif untuk membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung. Wacana kuat yang tengah diupayakan adalah menghadirkan secara langsung Bupati Temanggung dalam acara pengukuhan tersebut. Harapannya jelas: menciptakan resonansi dakwah yang lebih luas dan menegaskan komitmen bahwa BikersMu siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter pemuda dan memajukan kesejahteraan sosial di wilayah Temanggung.

Dengan mesin yang kembali menderu kencang dan setang kemudi yang mengarah lurus pada kebaikan, BikersMu Chapter Temanggung memberikan teladan yang menyejukkan. Mereka membuktikan bahwa kecintaan pada hobi otomotif, jika dikelola dengan visi yang benar, dapat menjelma menjadi harmoni indah yang membawa manfaat konkret bagi umat. Jalanan Temanggung kini bersiap menyambut babak baru dari para bikers pembawa pesan dakwah dan kemanusiaan.

KANDANGAN — Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan kembali mengintensifkan konsolidasi akar rumput melalui program unggulan "Ronda" (Rembugan Bareng Pemuda) putaran ke-15. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam (26/9/2026) tersebut digelar di kediaman Bapak Budi Waluyo, Desa Gesing, dengan fokus mempererat ukhuwah sekaligus merancang kerja sama strategis bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gesing.

Sebagai ranting yang baru terbentuk, PRM Gesing menjadi target strategis bagi Pemuda Muhammadiyah untuk menyelaraskan gerak langkah persyarikatan. Pertemuan ini tidak hanya menjadi wadah temu kangen kader, melainkan juga forum diskusi produktif yang membedah potensi lokal, inovasi dakwah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.

Hadir langsung dalam agenda tersebut jajaran teras PRM Gesing, antara lain Ketua PRM Fatkhul Azis, Sekretaris Budi Waluyo yang bertindak sebagai tuan rumah, serta Bendahara Arif Kurniawan. Dari unsur pemuda, puluhan kader dan pengurus PCPM Kandangan tampak memadati ruang pertemuan, menciptakan suasana dialog yang hangat, cair, namun tetap sarat gagasan solutif.

Meneguhkan Eksistensi Ranting Baru

Ketua PRM Gesing, Fatkhul Azis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif PCPM Kandangan yang hadir menyambangi ranting baru tersebut. Kehadiran angkatan muda dinilai menjadi suntikan energi vital bagi kepengurusan ranting yang tengah meletakkan fondasi organisasi.

"Kami menyambut gembira kehadiran rekan-rekan Pemuda Muhammadiyah melalui program Ronda ke-15 ini. Sebagai ranting yang baru berkembang, PRM Gesing sangat membutuhkan sinergi antargenerasi. Energi, kreativitas, dan daya juang kader muda adalah bahan bakar utama agar dakwah Islam berkemajuan ini bisa lekas mengakar kuat di tengah masyarakat Gesing," ujar Fatkhul Azis.

Hal senada diungkapkan oleh Budi Waluyo selaku Sekretaris PRM Gesing. Menurutnya, pertemuan di kediamannya menjadi momentum awal untuk memetakan tantangan sosial dan keagamaan yang dihadapi warga lokal secara riil, bukan sekadar teori di atas kertas.

Kolaborasi Pelatihan dan Sarana Pertanian

Fokus utama pembahasan dalam rembugan malam itu menyasar pada pemberdayaan sektor riil, khususnya pertanian yang menjadi denyut nadi perekonomian mayoritas warga Gesing. Menyadari potensi tersebut, PCPM Kandangan dan PRM Gesing menjajaki kolaborasi konkret berupa penyusunan program pelatihan teknik budidaya modern serta penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) pertanian terpadu.

PCPM Kandangan mendorong agar dakwah Muhammadiyah tampil solutif menjawab kebutuhan hidup warga. Pertanian dinilai sebagai media dakwah bil hal (dakwah melalui tindakan nyata) yang efektif. Rencana tindak lanjut dari pertemuan ini mencakup pelatihan pengolahan pupuk organik, manajemen rantai pasok hasil panen, hingga fasilitasi akses peralatan tani modern guna memangkas biaya operasional para petani lokal.

Bendahara PRM Gesing, Arif Kurniawan, menegaskan kesiapan ranting dalam mengawal kerja sama ini dari aspek tata kelola aset dan pembiayaan. "Sinergi pertanian ini sangat relevan. Ranting siap berkolaborasi dalam tata kelola fasilitas bersama agar sarana prasarana yang nanti diadakan benar-benar berputar menopang kemandirian ranting serta kesejahteraan petani," tutur Arif.

Inovasi Dakwah yang Relevan dengan Zaman

Selain urusan kedaulatan pangan, rembugan santai tersebut membahas formulasi strategi dakwah kultural yang luwes menghadapi tantangan zaman. Dinamika arus informasi dan perubahan pola pikir generasi muda di desa menuntut Muhammadiyah keluar dari pola komunikasi yang kaku.

PCPM Kandangan menawarkan pendekatan dakwah berbasis digital, penguatan ruang perjumpaan komunitas santai, serta keterlibatan aktif pemuda desa dalam kegiatan sosial kebencanaan maupun literasi. Dakwah ranting baru tidak hanya terbatas pada mimbar-mimbar konvensional, melainkan menyatu dengan denyut keseharian warga.

Ronda ke-15 ditutup menjelang larut malam dengan sesi tanya jawab terbuka dan perumusan butir-butir kesepakatan tindak lanjut. Pertemuan ini menegaskan komitmen PCPM Kandangan untuk terus mengawal denyut persyarikatan hingga tingkat paling bawah. Dengan modal guyub, keselarasan visi, dan aksi konkret di sektor pertanian maupun dakwah, PRM Gesing optimis mampu tumbuh sebagai ranting percontohan yang mandiri dan berdaya guna di wilayah Kandangan.

KANDANGAN — Suasana sejuk khas lereng pegunungan di kawasan Punduhan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, terasa semakin teduh dan bermakna pada Ahad Pon pagi (13/9/2026). Seratusan jamaah tampak memadati serambi dan ruang utama Masjid Nurul Iman guna menghadiri agenda rutin yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan, yakni Kuliah Ahad Pagi Edisi Spesial.

Mengusung nafas syiar “Ilmu, Amal, dan Kebaikan”, pengajian yang dihelat mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB ini menghadirkan narasumber istimewa, yakni Ustadz dr. Achirudin Timora, Sp.N., MMR., yang merupakan Direktur sekaligus Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung. Dalam kesempatan tersebut, dr. Achirudin membedah topik yang sangat memikat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari umat: “Tahajud dan Kesehatan: Ditinjau dari Perspektif Medis dan Neurosains.”

Kehadiran dr. Achirudin menarik antusiasme tinggi dari warga persyarikatan maupun masyarakat umum. Tercatat seratusan jamaah lintas usia—mulai dari tokoh masyarakat, bapak-bapak, ibu-ibu ‘Aisyiyah, hingga angkatan muda Muhammadiyah—khusyuk menyimak untaian materi yang memadukan dalil syar’i dengan kajian ilmiah kedokteran modern.

Mengurai Rahasia Sehat di Balik Shalat Malam

Dalam paparannya, dr. Achirudin menjelaskan bahwa ibadah shalat tahajud bukan sekadar ritual sunnah peraih pahala dan sarana mendekatkan diri kepada Sang Khalik, melainkan juga memiliki pengaruh biologis yang luar biasa terhadap organ tubuh, khususnya sistem saraf dan hormonal.

“Secara medis, waktu sepertiga malam terakhir adalah fase transisi fisiologis tubuh. Udara pada waktu fajar masih kaya akan oksigen murni, bebas dari polusi, yang sangat baik untuk sirkulasi darah dan pernapasan. Ketika seorang hamba bangun malam untuk berwudu dan menegakkan shalat tahajud, tubuhnya mengalami stimulasi alami yang menyegarkan sistem saraf otonom,” terang dr. Achirudin.

Lebih lanjut, dokter spesialis saraf ini memaparkan bahwa kekhusyukan dalam shalat dan zikir terbukti secara klinis mampu menekan pelepasan hormon kortisol (hormon pemicu stres). Di saat bersamaan, ketenangan jiwa memicu pelepasan hormon endorfin dan serotonin yang memberikan rasa damai dan kebahagiaan batin.

“Gerakan shalat, mulai dari takbir, rukuk, hingga sujud yang tumaninah, melatih kelenturan persendian dan memperlancar perfusi oksigen ke pembuluh darah otak. Hal ini secara bertahap menjaga elastisitas pembuluh darah, membantu mengontrol tekanan darah, dan dalam jangka panjang berperan penting dalam mencegah risiko penyakit serebrovaskular, seperti stroke serta penyakit kardiovaskular,” imbuhnya di hadapan jamaah yang menyimak dengan penuh perhatian.

Sinergi Dakwah dan Bakti Kesehatan Nyata

Selepas pemaparan materi dan sesi dialog interaktif yang berlangsung hangat, kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata pelayanan masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan gratis yang difasilitasi langsung oleh tim medis RS PKU Muhammadiyah Temanggung.

Sejak pintu layanan dibuka di serambi masjid, antrean jamaah langsung mengalir tertib. Berbagai pos pemeriksaan disediakan secara cuma-cuma, meliputi pengecekan tekanan darah (tensi), pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS), kadar asam urat, hingga konsultasi kesehatan umum bersama tenaga medis profesional.

Bagi jamaah lanjut usia maupun warga yang memiliki riwayat penyakit degeneratif, layanan ini dirasakan sangat membantu dalam mendeteksi dini kondisi kebugaran tubuh mereka. Tidak sedikit jamaah yang memanfaatkan momentum tersebut untuk berkonsultasi seputar pola makan sehat, keluhan persendian, serta tips menjaga kebugaran fisik lansia.

Ketua PCM Kandangan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada dr. Achirudin Timora beserta jajaran tim RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Sinergi antara majelis ilmu dan pelayanan kesehatan ini dinilai sebagai perwujudan konkret dari teologi Al-Ma’un yang diwariskan oleh KH. Ahmad Dahlan, di mana dakwah Islam senantiasa beriringan dengan kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Alhamdulillah, Kuliah Ahad Pagi edisi spesial hari ini memberikan manfaat ganda: memperkaya rohani dengan wawasan ilmiah tentang keagungan ibadah tahajud, sekaligus menjaga jasmani jamaah melalui cek kesehatan cuma-cuma. Antusiasme seratusan warga yang hadir membuktikan betapa umat merindukan kajian yang aplikatif dan berdampak langsung bagi kemaslahatan hidup,” ungkap salah seorang panitia pelaksana.

Acara yang berakhir menjelang pukul 09.00 WIB ini ditutup dengan ramah tamah serta pembagian hasil rekam medik pemeriksaan kepada masing-masing jamaah. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus bergulir secara berkala guna meneguhkan komitmen Muhammadiyah dalam mencerdaskan umat serta menyehatkan bangsa.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.