Tingkatkan Kemandirian Petani, Bidang Ekonomi PCPM dan Jatam Kandangan Bersilaturahmi ke Ketua Jatam Daerah Temanggung

TEMANGGUNG – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi kader serta memajukan sektor pertanian yang ramah lingkungan, pengurus Bidang Ekonomi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan yang tergabung dalam Jama'ah Tani Muhammadiyah (Jatam) Cabang Kandangan menggelar kunjungan silaturahmi sekaligus sesi konsultasi ke kediaman Ketua Jatam Daerah Temanggung, Bapak Imam Sardjo.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini difokuskan untuk mengonsultasikan serta mematangkan rancangan program pengembangan pertanian berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam proposal pengajuan bantuan sarana produksi pertanian untuk pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati yang ditujukan kepada BAZNAS Kabupaten Temanggung.

Dalam ajang silaturahmi tersebut, perwakilan Bidang Ekonomi PCPM Kandangan dan pimpinan Jatam Cabang Kandangan—yang dipimpin oleh Zaenal Arifin selaku Ketua dan Wahyu Anggoro S. selaku Sekretaris—memaparkan latar belakang serta teknis pelaksanaan program pengolahan sarana produksi mandiri. Konsultasi ini dipandang penting guna mendapatkan arahan strategis serta validasi program dari jimpinan tingkat daerah sebelum proposal diajukan secara resmi.

Ketua Jatam Daerah Temanggung, Bapak Imam Sardjo, menyambut baik dan mengapresiasi langkah progresif yang diambil oleh para pemuda yang tergabung dalam PCPM dan Jatam Kandangan. Menurutnya, inisiatif pemuda dalam menggarap sektor pertanian berbasis bahan lokal merupakan langkah nyata dalam menjawab tantangan tingginya biaya produksi usaha tani akibat ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia sintetis dari luar.

Fokus Konsultasi Proposal dan Rencana Produksi

Dalam sesi diskusi dan konsultasi, dibahas secara terperinci berbagai item kebutuhan yang tertera dalam proposal. Program yang berlokasi di Pacitran, Desa Baledu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung ini memproyeksikan total Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp6.589.000,- (Enam Juta Lima Ratus Delapan Puluh Sembilan Ribu Rupiah).

Kebutuhan anggaran tersebut terbagi ke dalam lima komponen utama, yaitu:

  1. Pengadaan Peralatan (Rp4.065.000): Meliputi drum fermentasi ukuran 150 liter dan 50 liter, aerator 4 lubang, pompa akuarium, gelas ukur, gayung, jerigen, stiker kemasan, blender, serta botol kemasan 1 liter.

  2. Bahan Pembuatan Nitrobacter (Rp86.000): Terdiri dari biang nitrobakter, tetes tebu, urea, dan garam krosok.

  3. Bahan Pembuatan Pestisida Nabati (Rp964.000): Memanfaatkan keanekaragaman empon-empon dan bahan lokal seperti daun mimba, tembakau, bawang putih, minyak cengkeh, belerang, brantawali, gadung, serta rimpang tradisional lainnya.

  4. Bahan Pembuatan Zat Pengatur Tumbuh / ZPT (Rp790.000): Menggunakan nanas, bawang merah, air kelapa muda, tepung beras, biofropat, si carbon, asam amino, dan asam humat.

  5. Bahan Pembuatan Nutrisi Jozz (Rp684.000): Memanfaatkan urine ternak, asam amino, gula jawa, dan NBR.

Dalam tanggapannya, Bapak Imam Sardjo memberikan beberapa catatan penting terkait efisiensi teknis fermentasi, standarisasi mutu produk, hingga keamanan penggunaan hasil produksi di lapangan. Beliau menginstruksikan agar proses pembuatan benar-benar memperhatikan alur dan tahapan fermentasi yang tepat—mulai dari pengadaan alat, pengolahan bahan baku, hingga penyaringan dan pengemasan—sehingga menghasilkan pupuk dan pestisida nabati berkualifikasi tinggi.

Mendorong Pertanian Ramah Lingkungan dan Unit Usaha Mandiri

Lebih lanjut, Bapak Imam Sardjo menegaskan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada penekanan biaya tanam bagi para petani di Kecamatan Kandangan, tetapi juga membuka peluang pembentukan unit usaha kelompok berbasis pertanian. "Inisiatif teman-teman PCPM dan Jatam Kandangan ini merupakan wujud nyata dakwah wirausaha dan kelestarian lingkungan. Jika kapasitas produksi telah stabil, hasilnya tidak hanya dimanfaatkan oleh anggota Jatam dan warga sekitar, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi unit bisnis produktif organisasi," tutur Bapak Imam Sardjo.

Sementara itu, Ketua Jatam Cabang Kandangan, Zaenal Arifin, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan program ini dengan penuh rasa tanggung jawab. "Konsultasi hari ini memberikan kami gambaran yang lebih jelas dan mantap. Kami berkomitmen untuk menjaga, merawat peralatan, serta mengelola bantuan BAZNAS kelak secara transparan dan berkelanjutan," ujarnya.

Langkah ini juga mendapat dukungan penuh dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup (MPM LH) PDM Temanggung yang dipimpin oleh Bapak Sururul Huda, S.Sos. Sinergi antara pemuda, pengurus cabang, daerah, dan lembaga zakat diharapkan dapat memicu kebangkitan ekonomi berbasis pertanian organik di wilayah Kabupaten Temanggung.

Dengan selesainya tahap konsultasi ini, proposal pengajuan bantuan sarana produksi pertanian tersebut siap diproses lebih lanjut untuk diserahkan kepada BAZNAS Kabupaten Temanggung. PCPM dan Jatam Kandangan berharap program ini dapat segera terealisasi demi terwujudnya kemandirian petani dan kelestarian lingkungan di wilayah Kandangan dan sekitarnya.

Tags

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.