Bangkit dari Dampak Banjir, PCPM Kandangan Tanam Dua Puluhan Bibit Pisang Raja Gantikan Lahan Tomat

KANDANGAN — Semangat pantang menyerah dan inovasi dalam bidang ketahanan pangan kembali ditunjukkan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Merespons kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu terakhir, sejumlah kader dan pengurus PCPM Kandangan bergotong royong melakukan penanaman bibit Pisang Raja pada hari Minggu kemarin (19/7). Langkah ini diambil sebagai strategi adaptasi pertanian setelah tanaman tomat yang sebelumnya ditanam di lahan tersebut mengalami kerusakan parah akibat terendam banjir.

Kegiatan penanaman yang dimulai sejak pagi hari ini tidak hanya sekadar rutinitas pertanian biasa, melainkan simbol kebangkitan ekonomi pemuda di tingkat cabang. Lahan seluas beberapa petak yang dikelola secara swadaya oleh para pemuda ini sebelumnya sempat menjadi harapan besar saat ditanami tomat. Namun, alam berkehendak lain. Curah hujan yang tinggi dan sistem drainase kawasan yang kewalahan menampung debit air menyebabkan banjir merendam area pertanian tersebut, mematikan tanaman tomat yang sejatinya sangat sensitif terhadap genangan air berlebih.

Beralih dari Tomat, Mengapa Memilih Pisang Raja?

Keputusan untuk mengganti komoditas dari tomat menjadi pisang tidak diambil secara sembarangan. Berdasarkan evaluasi pasca-banjir, PCPM Kandangan menyadari perlunya menanam komoditas yang lebih tangguh terhadap perubahan cuaca dan memiliki perakaran yang lebih kuat dalam menahan struktur tanah.

Pisang, khususnya varietas Pisang Raja, dipilih karena berbagai pertimbangan strategis, baik dari segi agronomis maupun ekonomis:

  • Ketahanan Terhadap Cuaca: Dibandingkan dengan tanaman hortikultura seperti tomat yang mudah membusuk jika akarnya terendam air, pohon pisang memiliki daya tahan yang relatif lebih baik terhadap kondisi tanah yang lembap, asalkan tidak tergenang secara permanen.

  • Nilai Jual yang Tinggi: Pisang Raja memiliki kasta tersendiri di pasar tradisional maupun modern. Jenis pisang ini selalu dicari, baik untuk konsumsi harian, bahan baku industri kuliner rumahan, hingga kebutuhan acara-acara adat dan keagamaan di masyarakat.

  • Perawatan yang Lebih Efisien: Bagi para pemuda yang sebagian besar juga memiliki kesibukan di sektor lain, tanaman pisang menawarkan efisiensi waktu perawatan. Pisang tidak membutuhkan penyemprotan hama atau pemupukan yang seintensif tanaman tomat.

"Kami belajar banyak dari musibah banjir kemarin. Tanaman tomat memang menjanjikan keuntungan yang cepat, namun risikonya juga sangat tinggi di musim dengan cuaca yang tidak menentu. Oleh karena itu, kami bermusyawarah dan memutuskan untuk beralih ke Pisang Raja. Selain lebih tahan banting, prospek pasarnya di wilayah ini sangat terbuka lebar," ujar salah satu koordinator bidang ekonomi dan kewirausahaan PCPM Kandangan.

Semangat Gotong Royong di Hari Minggu

Kegiatan penanaman pada hari Minggu kemarin berlangsung dengan penuh antusiasme. Sejak pukul 08.30 pagi, para anggota PCPM telah berkumpul di lahan dengan membawa peralatan cangkul, sabit, dan dua puluhan bibit Pisang Raja yang sudah disiapkan sejak sepekan sebelumnya.

Bibit-bibit unggul tersebut diperoleh dari hasil pembibitan lokal yang sudah teruji kualitasnya. Sebelum penanaman dilakukan, para pemuda terlebih dahulu membersihkan sisa-sisa tanaman tomat yang mati membusuk dan membenahi bedengan tanah. Mereka juga terlihat memperbaiki saluran air di sekitar lahan untuk memastikan kejadian genangan banjir tidak terulang kembali dan air dapat mengalir dengan lancar saat hujan lebat turun.

Proses penanaman dilakukan dengan sistem jarak tanam yang terukur, memastikan setiap bibit mendapatkan ruang tumbuh yang ideal dan sirkulasi udara yang baik. Canda tawa dan semangat ukhuwah (persaudaraan) khas pemuda mewarnai aktivitas tersebut, mengubah rasa kecewa akibat gagal panen sebelumnya menjadi energi positif untuk memulai lembaran baru.

Proyeksi Jangka Panjang dan Ketahanan Pangan

Langkah PCPM Kandangan ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat sekitar. Di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, apa yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah Kandangan membuktikan bahwa sektor agrikultur masih memiliki daya tarik jika dikelola dengan mindset kewirausahaan dan kemampuan adaptasi yang baik.

Penanaman Pisang Raja ini diproyeksikan akan mulai menampakkan hasil dalam waktu kurang dari satu tahun ke depan. Nantinya, hasil panen tidak hanya akan dijual ke pasar induk, tetapi juga direncanakan untuk diolah lebih lanjut oleh unit usaha ekonomi PCPM. Harapannya, hal ini dapat menciptakan nilai tambah (added value) produk, seperti menjadikannya keripik pisang premium atau olahan kekinian lainnya yang digemari oleh anak muda.

Lebih dari sekadar mencari keuntungan finansial, kegiatan ini merupakan bentuk dakwah bil hal (dakwah melalui perbuatan nyata) dari PCPM Kandangan. Melalui program kemandirian ekonomi seperti ini, organisasi berharap dapat mencetak kader-kader yang tidak hanya kuat secara spiritual dan intelektual, tetapi juga mandiri secara finansial dan mampu memberikan manfaat langsung bagi ketahanan pangan masyarakat di sekitarnya.

Menjelang tengah hari, seluruh bibit Pisang Raja telah berhasil ditanam. Diiringi doa bersama, para pemuda PCPM Kandangan berharap lahan yang sempat lumpuh oleh banjir tersebut kini dapat tumbuh subur, membawa keberkahan, dan kelak menghasilkan panen pisang yang melimpah ruah.

Tags

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.