TEMANGGUNG – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar upacara bendera yang khidmat di Halaman Kantor Bupati Temanggung. Acara yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, aparatur sipil negara, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan yang ada di wilayah Kabupaten Temanggung. Momentum sakral ini menjadi wadah refleksi nasional untuk menguatkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Upacara peringatan tahun ini mengusung tema yang sangat mendalam dan relevan dengan kondisi kontemporer, yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia", dengan lambang resmi Garuda Pancasila. Tema tersebut menegaskan kembali peran strategis Pancasila bukan hanya sebagai pemersatu keberagaman di internal bangsa Indonesia, melainkan juga sebagai sumbangsih pemikiran luhur untuk menciptakan perdamaian yang abadi di tingkat global. Melalui tema ini, seluruh elemen bangsa diajak untuk mempererat tali persaudaraan dan mengesampingkan segala perbedaan demi kepentingan nasional.
Menindaklanjuti Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 2 Tahun 2026 tertanggal 21 April 2026, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Temanggung, Tri Raharjo, S.IP., M.Si., secara resmi melayangkan surat permohonan peserta upacara bernomor 003.1 / 111 / V / 2026. Surat yang ditandatangani pada tanggal 24 Mei 2026 tersebut mengundang organisasi kemasyarakatan utama di Temanggung, antara lain Senkom Mitra Polri Kabupaten Temanggung, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Temanggung, dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kabupaten Temanggung. Masing-masing organisasi diminta untuk mendelegasikan satu pleton pasukan guna berparade menggunakan pakaian kebesaran organisasi masing-masing.
Menanggapi instruksi resmi dari Bakesbangpol tersebut, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah melalui KOKAM Kandangan menunjukkan komitmen luar biasa dengan mengirimkan 5 personil terbaiknya untuk memenuhi panggilan negara. Keikutsertaan 5 personil KOKAM Kandangan dalam upacara ini menjadi sorotan positif dan cerminan dari semangat militansi yang tinggi di tingkat cabang. Meskipun berada di tingkat kecamatan, KOKAM Kandangan tidak pernah absen dalam panggilan tugas kebangsaan. Kehadiran 5 personil pilihan ini didesain khusus untuk berintegrasi dan melebur bersama personil KOKAM dari berbagai cabang lain di wilayah Kabupaten Temanggung, membentuk satu kesatuan pleton yang solid, rapi, dan berwibawa di bawah komando daerah. Sinergi antar-cabang ini memperlihatkan struktur organisasi yang mapan serta komunikasi yang berjalan efektif di tubuh Pemuda Muhammadiyah Temanggung.
Komandan KOKAM Cabang Kandangan menyatakan bahwa pengiriman lima personil ini merupakan bentuk implementasi nyata dari pilar kesiapsiagaan nasional yang dimiliki oleh KOKAM. Bergabungnya personil Kandangan dengan cabang-cabang lain seperti Temanggung Kota, Parakan, Ngadirejo, dan wilayah lainnya membuktikan bahwa perbedaan geografis tidak membatasi semangat satu komando. Di lapangan, mereka berdiri berdampingan secara harmonis, menyatukan derap langkah, dan menunjukkan kedisiplinan yang tinggi selama prosesi pengibaran bendera merah putih berlangsung hingga selesai.
Integrasi antar-cabang ini juga memberikan dampak psikologis yang kuat bagi internal kader. Melalui momentum ini, personil KOKAM Kandangan dapat saling bertukar pengalaman, mempererat silaturahmi, dan memperkuat soliditas organisasi. Kehadiran mereka dengan seragam loreng khas KOKAM yang dipadukan dengan baret merah menegaskan identitas mereka sebagai benteng pertahanan bangsa yang religius dan nasionalis. Sinergitas ini sangat krusial dalam menghadapi kompleksitas tantangan kepemudaan dan sosial di masa depan, khususnya di wilayah Kabupaten Temanggung.
Lebih luas lagi, kehadiran pleton gabungan KOKAM ini berpadu serasi dengan pasukan dari Banser dan Senkom Mitra Polri di lapangan upacara. Pemandangan tersebut menciptakan lanskap visual yang luar biasa, menggambarkan kerukunan antarelemen pemuda Islam dan organisasi mitra keamanan di Temanggung. Semua organisasi berdiri tegak dalam satu kesatuan barisan, menghormati sang saka Merah Putih, dan mendengarkan amanat upacara dengan penuh khidmat. Hal ini menjadi bukti konkret bahwa di bawah naungan ideologi Pancasila, segala bentuk perbedaan seragam dan latar belakang organisasi melebur menjadi satu kepentingan, yaitu menjaga NKRI.
Dengan berakhirnya upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, diharapkan semangat pemersatu yang ditunjukkan oleh Bakesbangpol Temanggung serta dedikasi nyata yang diperlihatkan oleh 5 personil KOKAM Kandangan bersama cabang-cabang lainnya dapat terus menyala. Semangat kebersamaan dan kegotongroyongan ini tidak boleh berhenti sebatas seremonial di lapangan upacara saja, melainkan harus diimplementasikan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya masyarakat Temanggung yang aman, damai, sejahtera, dan berkemajuan.


Posting Komentar