Wakili Temanggung, Zaenal Arifin Ikuti Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) Regional Kedu di Kebumen
KEBUMEN – Sebagai upaya nyata memperkuat pilar pemberdayaan dalam gerakan dakwah Muhammadiyah, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah resmi menyelenggarakan Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) Angkatan Pertama untuk Regional Kedu. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 10-12 April 2026 ini, bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Kebumen.
Dalam perhelatan strategis ini, Saudara Zaenal Arifin, yang merupakan Anggota PCPM Kandangan sekaligus Ketua Bidang Dakwah, hadir memenuhi undangan sebagai delegasi resmi. Ia membawa amanah besar dengan mewakili Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan sekaligus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung. Keikutsertaan Zaenal menjadi langkah krusial bagi pengembangan potensi ekonomi dan sosial di wilayah Temanggung, khususnya di Kecamatan Kandangan.
Mencetak Kader Penggerak Berkemajuan
SEKAM Regional Kedu tahun 2026 ini mengusung tema besar “Membentuk Kader Penggerak Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat yang Berkemajuan”. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari enam daerah di eks-Karesidenan Kedu, yaitu Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen.
Penyelenggaraan SEKAM dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan dan kapasitas dalam melakukan kerja-kerja pemberdayaan, terutama bagi kelompok petani, nelayan, disabilitas, dan masyarakat marginal lainnya. Melalui pelatihan ini, MPM PWM Jawa Tengah menargetkan lahirnya fasilitator pemberdayaan yang mampu mendampingi masyarakat dari tahap perencanaan hingga implementasi program.
Kurikulum Komprehensif: Dari Falsafah hingga Praktik Lapangan
Selama mengikuti pelatihan, Zaenal Arifin dan puluhan peserta lainnya dibekali dengan kurikulum yang memadukan teori ideologis dan praktik teknis. Materi yang diberikan terbagi menjadi tiga kategori utama:
Materi Dasar: Peserta mendalami Falsafah Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah serta memahami peran dan fungsi strategis fasilitator di tengah masyarakat.
Materi Pokok: Fokus pada kemandirian ekonomi melalui mekanisme pengajuan dana bantuan kredit untuk UMKM bekerja sama dengan Bank Jateng Syariah, serta pengenalan Model Bisnis Ekosistem Usaha Pertanian Terpadu Jaringan Tani Muhammadiyah (JATAM).
Materi Praktik: Peserta terjun langsung ke lapangan untuk mempraktikkan budidaya padi dan komoditas hortikultura unggulan daerah.
Metode pelatihan yang digunakan meliputi ceramah, brainstorming (curah gagasan), tugas kelompok, hingga praktik lapangan untuk memastikan setiap kader memiliki keterampilan yang memadai.
Manfaat dan Proyeksi Masa Depan bagi Temanggung
Keikutsertaan Zaenal Arifin dalam SEKAM Regional Kedu memberikan manfaat yang luas, baik secara personal maupun untuk organisasi Muhammadiyah di Temanggung. Berikut adalah beberapa poin penting yang didapatkan untuk masa depan:
- Penguatan Ideologi Dakwah Melalui Pemberdayaan Zaenal kini memiliki pemahaman mendalam bahwa pemberdayaan masyarakat bukan sekadar bantuan sosial, melainkan manifestasi visi misi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang nyata dalam meningkatkan taraf hidup umat. Hal ini sangat relevan dengan posisinya sebagai Ketua Bidang Dakwah di PCPM Kandangan.
- Akses Finansial dan Kemandirian UMKM Dengan materi mekanisme kredit UMKM, Zaenal dapat menjadi jembatan bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat di Kandangan untuk mengakses modal usaha yang syar’i. Ini adalah bekal berharga untuk menggerakkan ekonomi lokal yang selama ini sering terkendala masalah permodalan.
- Inovasi Pertanian Melalui JATAM Sebagai wilayah yang agraris, Temanggung sangat membutuhkan model bisnis pertanian terpadu. Ilmu mengenai JATAM dan praktik hortikultura akan memungkinkan Zaenal untuk menginisiasi “Produk Unggulan Tematik” di tingkat cabang atau daerah.
- Penciptaan Infrastruktur Organisasi yang Kuat Partisipasi ini mendukung target MPM untuk mewujudkan satu fasilitator di setiap PCM dan tersusunnya minimal satu proposal pemberdayaan per PDM. Artinya, kepulangan Zaenal dari acara ini akan langsung diikuti dengan penyusunan rencana aksi nyata (proposal) untuk diimplementasikan di Temanggung.
Penutup
Melalui pelatihan SEKAM ini, diharapkan muncul tenaga profesional yang mampu menggerakkan ekosistem pemberdayaan di akar rumput. Bagi PCM Kandangan dan PDM Temanggung, kehadiran Zaenal Arifin dalam forum ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan masyarakat yang berkemajuan dan mandiri secara ekonomi.
Kegiatan ini secara resmi dikelola oleh kepanitiaan dari MPM PWM Jawa Tengah, MPM PDM Kebumen, dan PCM Gombong, dengan menghadirkan para pakar dari Dewan Pakar MPM PWM serta praktisi profesional di bidang pertanian. Kesuksesan acara ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi kader muda Muhammadiyah lainnya untuk terus terlibat aktif dalam kerja-kerja kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.

